My Wild Wife

My Wild Wife
album foto



"ell... cepetan"ajak Aruna


"bentar lagi, sabar" ucap ell yang asik memoles bedak di wajahnya


Aruna dan ell berencana mencari kembali album tersebut, mereka akan mendatangi apartemen Zee


"ell, lama amat sih!"kesal Aruna


"sabar, ketemu calon CEO harus perfect"ucap ell yang berputar-putar di depan kaca


"gimana gaya gue kece kan?" tanya ell


siang ini ell menggunakan rok mini jeans berpadukan tanktop hitam dan jaket jeans yang membalut tubuhnya dengan rambut yang di gerai sementara Aruna memakai celana jeans dan dalaman kaos, cardigan berwarna biru langit sepatu casual, dan tas selempang berwarna hitam serta rambut yang diikat semakin menambah pesona Aruna


"ah lama" Aruna pun langsung meninggalkan ell


"ehhh, tunggu" ell berlari mengejar Aruna


"na, naik apa?"tanya ell pada Aruna


"ya naik taksi lah, mau naik apa lagi?pak Ujang kan belum pulang dari kampung, emang Lo bisa nyetir?tanya Aruna pada ell


"lama-lama belajar juga gue nyetir mobil,kalo gini ceritanya"kesal ell


"sok berani, palingan juga nabrak pohon lagi"ledek Aruna meremehkan


"Lo nggak percaya gue berani na?oke gue bakal buktiin, papa pasti ngijinin gue belajar nyetir lagi"optimis ell


diruang tamu mereka berpapasan dengan ana sang bunda


"eh anak-anak bunda mau kemana ni?udah pada rapi gini?" tanya ana tersenyum


"ini kan weekend bun, ya pergi hankout lah, iya kan runa?"


"iya, bunda mau ikut?"


"nggak usah, kalian aja bunda udah tua,nggak cocok keluar jalan-jalan"


"kata siapa bundanya kita tua?masih cantik gini"goda Aruna dan ell lalu memeluk ana hangat


tinn...tin


terdengar suara klakson mobil....


"kayaknya taksi nya udah datang, ayok ell" ajak Aruna


"ya udah kita pamit dulu bunda" ujar ell dan Aruna lalu mencium pipi dan tangan sang bunda. kebiasaan mereka yang selalu membuat hari ana menghangat


"hati-hati ya" pesan ana pada kedua putrinya itu


"siap bunda"kompak Aruna dan ell yang membuat ana tersenyum hangat. rasanya ia begitu sangat beruntung memiliki anak-anak yang sangat menghormati dan menyayangi nya. tak ada satu kata bantahan pun yang mereka lontarkan membuat ana merasa menjadi ibu yang beruntung.


ditempat lain......


diruang coo(chief operating officer), ya Zee menjabat sebagai coo di Klaus group


brakkkk......berkas teronggok dilantai


"jelaskan! apa ini?" Zee menggebrak meja dengan keras


"mengapa laporannya sehancur ini?siapa yang merekap?"wajah Zee penuh amarah. Zee benar-benar murka saat ini


"m...aa..af tu...an saya yang me..rekap la..poran itu se..Suai data yang saya dapat" ucap seorang karyawan wanita bersuara dengan menundukkan kepala, dia adalah seorang karyawan data entry yang diminta untuk menyerahkan rekap data perusahaan pada zee


Zee menghela nafas


"periksa dengan teliti laporan dan semua data itu!"perintah Zee


dan berlalu keluar dan diikuti oleh sekretaris AL


"dimana dia AL?"tanya Zee datar sembari berjalan menuju lift ke ruangan nya


"tuan Sean sedang bersama nona Monica tuan"


ditempat lain .....


Aruna dan ell pun Sampai di apartemen Zee


"na ini apartemen nya?"seriusan? gila lu na bisa tidur semalam di sini"ell menatap kagum aparat mewah tersebut


"norak!, yuk tanya satpam dulu" ajak Aruna dan melongos pergi


"ishh, runa tunggu!" teriak ell


"pak permisi," ucap Aruna sopan


"ada keperluan apa nona?" tanya satpam tersebut. wajah dan perawakan nya nampak begitu sangar


"eh maaf, Tuan Zee nya ada?" tanya Aruna tersenyum sopan


"hari ini tuan ke perusahaan, apa ada pesan yang ingin nona titipkan?" tanya security tersebut datar dan menatap Aruna penuh selidik.


"ha? ke perusahaan bukannya ini weekend?ngapain kekantor?bapak jangan bohong ya!" ell emosi


"tuan memang ke perusahaan pusat Klaus group dan tak ada satupun orang yang bisa mengaturnya"


Aruna pun langsung meremas tangan ell


"biasa aja!" bisik Aruna


"aww, sakit!"


"ya udah kalau gitu kita permisi pak, makasih"sopan Aruna dan security itu tak menjawab sedikit pun


"ngapain sih tu tuan arogan ke perusahaan padahal ini weekend!" kesal Aruna


"terus gimana lagi, pulang?"tanya ell


"ya nggak lah, kita kekantor"


"Lo seriusan na?panas!" kesal ell


"bodo!"ucap Aruna melangkah meninggalkan ell


"tungguin!" kesal ell dan berlari mengejar Aruna


"Lo udah pesan taksi belum?"tanya ell


"nggak usah di pesan, tu"tunjuk Aruna pada taksi yang berada di sebrang jalan menurunkan penumpang


"taksi!" panggil Aruna


mereka pun berlalu menaiki taksi perusahaan Klaus group. ya Aruna benar-benar bertekad ke sana ia hanya ingin menanyakan perihal album foto itu karena itu adalah benda yang paling penting ia tak peduli dengan ponsel dan tasnya sekalipun.


pusat Klaus group memang sangat megah dan terkesan mewah. taman di samping perusahaan itu begitu terawat dan rapi.


lagi-lagi ell dibuat terpana


"na!, ini apa? ahhh, mau kerja disini!"rengek ell menatap keindahan bangunan pencakar langit tersebut


"ell, jangan buat malu!, gaya Lo kaya artis tingkah Lo malu-maluin!" bisik Aruna kesal


"ya, habisnya indah banget!, lebih indah memiliki nya kalo sama pemiliknya langsung"


"maksudnya Lo mau tuan Jefferson? tanya Aruna menahan tawa


"ishh, bukan itu tapi anaknya!" ucap ell menyikut lengan Aruna


"aw, ya Lo bilang pemiliknya kan?ya tuan Jefferson lah CEO Klaus group"


"ya kali gue lu jodohin sama bapak-bapak, beristri lagi" ucap ell ngambek


"becanda, ya nggak mungkin lah saudara gue sama bapak-bapak kan seleranya sekelas Shawn mendes"ledek Aruna


"ya udah, yok"ajak Aruna


mereka pun dicegat oleh satpam....


"maaf ada keperluan apa?"tanya satpam tersebut


"ouhh, kita mau ketemu tuan zee" jawab Aruna


"apa kalian sebelumnya sudah membuat janji?"


"ee..memang belum, tapi saya kenal kok dengan tuan zee" ucap Aruna berharap bisa masuk dan langsung bertemu


"setiap orang yang ingin masuk, selalu mengatakan itu!"sindir satpam tersebut meninggalkan Aruna dan ell


"eh, pak ini penting!"teriak Aruna


"hah?, apa? maksudnya kita nipu gitu?ell mulai kesal merasa di rendahkan. untung nya Aruna selalu berusaha menenangkan ell.


" udah na kita nunggu disitu"ell menunjuk sebuah cafe yang lumayan besar di depan perusahaan tersebut.


"Lo yakin kita makan disana?kalo mahal gimana"tanya Aruna cemas.


"ya udah, kita pesan minum aja,daripada disini panas!, dandanan gue udah kaya artis masa nunggu di sini panas-panasan" keluh ell yang membuat Aruna menurut


mereka pun memasuki cafe dan memesan minuman....


"OMG, runa harganya nyekik na" lirih ell memperlihatka menu dan harga yang bertengger di sana.


"kan udah gue bilang, ya udah pesan minum yang paling murah aja" Aruna sama sekali tak heran lagi karena sudah jelas orang-orang yang makan dan minum di sini rata-rata karyawan pusat Klaus group yang bergaji fantastis.


"ck, ya udah deh" pasrah ell yang hanya memesan dua gelas orange juice pada pelayanan cafe


"lagian ngapain sih! weekend masih kerja? sekarang ini seharusnya kita udah di mol makan gratis di cafe dewa" gumam ell tanpa digubris Aruna


Aruna masih asyik memandangi Klaus group berharap mobil Zee keluar dari perusahaan besar itu


tiba-tiba mobil Zee keluar dari perusahaan


"ell...itu dia!" Aruna langsung berlari menghadang mobil Zee


"na tunggu!"ell ikut mengejar Aruna tetapi di tahan oleh karyawan cafe


"buk, maaf minumannya belum dibayar" ucap karyawan tersebut sopan


"ha? apa? ibuk? kamu panggil saya ibuk?" kesal ell


"maaf buk"karyawan tersebut menunduk


sementara ell masih berdebat dengan karyawan cafe itu Aruna menghadang mobil Zee


citt....rem mobil berdecit


"shiit, apa kau tidak bisa membawa mobil!"kesal Zee


"maaf tuan, Nona yang semalam menghadang mobil ini tuan"


Aruna langsung mengetok pintu mobil


"tuan permisi,"


"apa kau ingin mati?" Zee membuka kaca jendela mobil dengan tatapan tajamnya menatap Aruna kesal


"ee, tuan saya ingin bertanya, apa tuan melihat barang saya?sebuah album foto?" tanya Aruna


"AL berikan padanya!"perintah Zee tanpa menatap Aruna ia fokus pada tab yang berada di tangannya.


"bukan tas tapi saya mencari album foto, apa tuan melihatnya? tanya Aruna yang hanya memperdulikan album foto yang menurutnya lebih berharga di banding tasnya.


"tidak!, jalan AL!"perintah Zee menjatuhkan tas Aruna, lalu meninggalkan Aruna


"tuan!" panggil Aruna tapi tak digubris Zee mobil itu terus melaju meninggalkan perusahaan besar itu. ia tak memperdulikan Aruna yang berteriak memanggilnya


ell pun datang....


"gimana na?ada nggak?" tanya ell


"semuanya hilang!, hancur!, sampai album foto juga di ambil, ini semua gara-gara preman sialan itu! awas saja jika aku bertemu lagi dengannya!" rutuk Aruna begitu membenci dua pria sialan yang membuat hidupnya sial


"terus gimana ma?" tanya ell


" aku akan coba cari lagi" tekad Aruna yang tak akan membiarkan album itu hilang


"ya udah tapi sekarang kita makan ya"


"hmm" jawab Aruna malas pikirannya masih di isi oleh album itu. tak bisa di bayangkan seberapa berharga nya bagi Aruna


" semangat dong, gue temenin carinya deh"


" beneran?"


"iya....pasti"


"makasih my beloved sister" Aruna merangkul ell dan menghujani ciuman di pipi ell


" ya udah ke caffe dewa yuk" ajak ell dan di angguki Aruna


happy reading.....


jangan lupa, like, coment and vote