My Wild Wife

My Wild Wife
mencari tahu



tapi buru-buru tuan Jeff tersadar dan memasukan foto dan biodata itu kembali lalu meletakkan di meja. ia tak ingin Zee merasa curiga dengan nya.


saat ingin keluar dari ruangan Zee, Jeff bertemu dengan Zee yang telah kembali dengan Al di samping nya....


untung cepat ku letakkan...batin jeff gugup terlihat jelas pada wajahnya yang terlihat menyembunyikan sesuatu yang hanya bisa dilihat Zee


"ada apa papa kesini?"tanya zee menatap Jeff dengan begitu intense, merasa sangat aneh dengan papanya, karena sejak ia mulai masuk ke perusahaan, Jeff sangat jarang datang, walaupun datang ia hanya akan datang pada rapat penting perusahaan. bagaimana bisa begitu? tentu bisa karena di tangan Zee semua masalah perusahaan teratasi dengan cepat.


"ouhh, itu...."Jeff masih salah tingkah, di tatap oleh Zee, karena memang putranya yang satu itu begitu jeli dan awas dengan segala gelagat yang mencurigakan. ya seperti sekarang yang tuan besar Jeff tunjukkan.


"ada yang papa sembunyikan dariku?"tanya Zee curiga melihat sikap papanya yang menurutnya seperti menyembunyikan sesuatu


"duduklah dulu" ajak Jeff pada Zee yang mencoba mengalihkan perhatian Zee, agar tak terus mengintrogasi nya yang membuat nya menjadi gugup


Zeepun duduk di atas sofa dan Al yang setia berdiri di samping Zee, Zee dengan wajah datarny tanpa inisiatif membuka obrolan terlebih dahulu, dan pada akhirnya memang Jeff yang akan membuka obrolan


"papa kesini melihat perkembangan perusahaan yang semakin berkembang pesat" Tutur Jeff tersenyum bangga pada Zee yang hanya dibalas lirikan oleh Zee


"Zee sepertinya ini saatnya-"belum sempat Jeff menyelesaikan kalimatnya, Zee lebih dulu memotong


"tidak" satu kata itu terlontar dari mulut Zee, ia seakan tahu kemana arah pembicaraan dari papanya itu


"kenapa? bukankah kau sudah bisa?" tak menerima penolakan, Jeff terus mendesak Zee dengan keinginannya yang ingin melantik Zee sebagai CEO perusahaan dan bukan lagi menjadi COO tapi seperti biasanya, Zee sama sekali tak menunjukkan ketertarikan sama sekali


"aku tidak tertarik" ucap Zee dengan datar, ia sepertinya tak akan mau menerima tawaran dari tuan besar Jeff tersebut


"kenapa kau terus menolak, dengan alasan yang tak logis" kali ini Jeff benar-benar jengkel dengan putra sulungnya itu.


"karena tak tertarik" jawaban Zee semakin membuat Jeff geleng-geleng kepala, ia sama sekali tak mengerti dengan penolakan Zee yang begitu tak masuk akal, bagaimana seseorang tak tertarik sama sekali dengan posisi CEO?


"apa yang kau inginkan? akan papa kabulkan jika kau mau menerima posisi itu" Jeff mengajukan penawaran yang kini membuat Zee menatap Jeff dengan menaikkan sebelah alisnya


"kau tertarik bukan?" Jeff tersenyum melihat reaksi Zee, yang menurutnya akan mendapatkan angin segar hari ini.


tapi.....


"tak ada yang membuat ku tertarik" kalimat itu terlontar dari mulut Zee yang membuat senyum tuan jeff sirna seketika.


"bagaimana pun caranya, papa akan membuat mu menerima posisi itu" tutur Jeff tak mau kalah


"terserah, apa saja yang ingin papa lakukan" kalimat itu terlontar dari bibir Zee, ia pun berdiri dan meninggalkan Jeff masuk ke dalam ruangan pribadi nya, jeff yang masih duduk di sofa bergeleng kepala dengan tingkah putra sulung nya itu.


melihat Zee yang telah pergi, Jeff pun memilih berdiri dari duduknya


"apa perlu saya antar tuan?"tawar Al


"ada yang ingin saya bicarakan dengan mu, ikut saya" ucap Jeff pada sekretaris Al dan menuju ruangannya, ruangan CEO berada 1 lantai dari ruangan zee, ruangan itu jarang digunakan karena masalah pada jantung yang dideritanya membuat Jeff jarang sekali datang ke perusahaan yang mengurus perusahaan adalah Zee, tentu Zee berada di ruangan nya sendiri.


"baik tuan" ucap Al dan mengikuti jeff menuju ruangannya


tiba di ruangan CEO....


"ahh, cuaca cerah sekali hari ini" ucap Jeff lalu mendudukkan bokongnya di sofa


"silahkan duduk Al mengapa kau kaku sekali, jangan Anggap aku Zee, anggap aku ini ayah mu"


Al pun ikut duduk


"apa ada masalah tuan?" tanyanya pada Jeff,heran melihat sikap tuan besarnya begitu bahagia padahal baru beberapa saat Jeff berdebat dengan Zee


"apa aku bicara dengan mu saat ada masalah saja, aku ingin bersantai sedikit Al, kau lihat kedua anak-anakku itu, si dingin itu tak akan mau ku ajak bersantai begini, dan si bontot itu dia akan memilih berhura-hura menghabiskan uang, menghasilkan tidak " cibir Jeff membicarakan Zee dan Sean


"tuan Zee memang selalu sibuk tuan, dan tuan Sean mungkin masa belajar tuan"


"hei, berapa gaji yang di berikan Zee padamu, kau begitu membelanya" cibir Jeff


"kau mau mengopi dulu?"tawar Jeff


" tidak usah tuan, terima kasih atas tawarannya"


"kau benar-benar mewarisi sifat ayahmu itu selalu saja sungkan dengan ku" ucap Jeff mengingat ayah Al, ayah Al adalah seorang sopir di rumah keluarga klaus meninggal 5 tahun yang lalu, sifatnya nyaris sama dengan Al yang kaku, sangat menjaga jarak dengan atasannya, sedang kan ibu dari Al juga bekerja di mansion Klaus sebagai Art meninggal 3 tahun setelah kepergian ayahnya, keluarga klaus begitu baik pada Al jadi tak heran jika Al mengabdikan dirinya pada keluarga klaus.


"apa ada hal penting yang tuan ingin bicarakan?" tanya Al


"baiklah, aku harus sadar bahwa tidak ada orang yang mau berlama-lama dengan pria tua ini," lirih Jeff dengan nada sedih yang pastinya itu hanya kepura-puraan semata


"bukan begitu maksud saya tuan" Al menjadi tak enak


"sudahlah, rumor tentang Zee penyuka sesama jenis, sudah hilang rupanya ya" ucap Jeff mulai memancing Al, ia ingin tahu apakah Al akan memberitahu nya atau tidak.


"soal itu, tentu saja tuan media menutup isu itu, jadi seharusnya akan aman untuk seterusnya, tidak akan ada yang berani membicarakan itu lagi,isu yang mereka buat hanya membawa petaka bagi mereka" ucap Al menjelaskan


"apa Zee mempunyai kekasih sekarang?"


"tentu tuan sudah mengetahui jawaban nya" senyum Al


happy reading....


like, coment and vote:)