
ditempat lain.....
''kita mau kemana neng?'' tanya pak Umar
''kita ke jalan x pak''...ucap ell memberitahu rumah lama aruna
motor pak Umar pun melaju ke jalan x yaitu rumah lama Aruna, ell tau jika Aruna sedang sedih pasti dia akan pergi ke tempat itu atau tidak ke pemakaman om Andra dan Tante dewi
tak berselang lama mereka pun sampai.....
ell menatap sekeliling, gelap hanya ada beberapa lampu yang menerangi jalan sunyi itu, jalan Tampak sepi dan rumah-rumah di sekeliling komplek itu sudah terlihat gelap, bagaimana tidak sepi ini sudah jam 08:45wib
''neng bagaimana kalau kita tanya saja pada penghuni rumah itu''....saran pak Umar
''ell, rasa runa nggak ada disini pak, soalnya kita nggak pernah masuk, cuma liat dari jauh aja''...ucap ell
''tapi tak ada salahnya kita mencoba neng, siapa tau neng runa ada didalam,'' tambah pak Umar
''ya udah pak kita coba...''ucap ell melangkah yang diikuti dari belakang oleh pak Umar...
ell dan pak Ujang pun tiba di rumah tersebut, lalu mengetuk pintu nya...
''assalamualaikum....''
''permisi....''teriak ell sembari mengetuk pintu tersebut
tak berselang lama, keluar seorang pria yang sepertinya pemilik rumah itu ....
''ada ya apa dek?'' tanyanya..
''mm, maaf mengganggu pak, saya mau tanya apa bapak tadi melihat perempuan sebaya saya tingginya segini ucap ell memperagakan tinggi Aruna, ,dia pakai baju kemeja putih dan rok hitam selutut
dia sering ke lingkungan sini pak'' .ucap ell menjelaskan ciri-ciri Aruna
''maaf saya tidak lihat dek ...''ucap pria tersebut
''ouhh, jadi bapak tidak lihat ya, ....''lirih ell kecewa
''siapa pa?, ''terdengar suara dari dalam rumah tersebut., lalu keluar lah wanita yang tak lain adalah buk ira ...
''ini ma, Adek ini nanya temennya....
orang nya perempuan sebaya Adek ini, katanya dia sering ke lingkungan sini, mama liat nggak?''....tanya pria tersebut kepada istrinya..
''perempuan....'' ira mengingat apakah ada perempuan di sekitar lingkungan nya
''ouhh, Aruna?'' tanyanya yang mengingat Aruna
''iya buk... namanya Aruna...''ucap ell bersemangat
''tadi sempat kesini tapi udah dari tadi pulangnya.....''ucap wanita tersebut memberi tahu bahwa Aruna telah pulang
''mama kenal...''tanya suaminya
''ituloh pa, yang sering kesini yang dulu mama kira selingkuhan papa, ternyata dia dulu pemilik rumah ini, mama belum sempat cerita....''ucap wanita tersebut menjelaskan
''ouhh itu...''ucap suami buk ira
''ibuk tau dia kemana?''tanya ell
''ibuk nggak tahu, neng Aruna nya tadi pamit pergi katanya mau pulang''...ucap nya
''kalau gitu terima kasih ya buk, pak maaf mengganggu, saya pamit dulu...'' ucap ell permisi
''sama-sama.''ucap pria dan wanita paruh baya tersebut...
''ayo pak...''ajak ell pada pak Umar
''sekarang kita kemana lagi neng?''tanya pak Umar...
''kita ke makam di jalan x pak...''
''kenapa kesana malam-malam neng?''tanya pak umar
''itu makam nya om Andra sama Tante dewi, orangtua kandungnya Aruna pak...''papar ell
mereka pun berlalu ke makam....
20 menit kemudian.....
sampai lah di sebuah makam...
''masa iya tu anak disini malam- malam begini?''bingung ell
''ya udah kita tanya sama penjaga makamnya dulu''saran pak Umar
ell dan pak Umar pun menghampiri pos penjaga disana..
"pak permisi saya mau tanya.."
"ada apa neng?" jawab sang penjaga tersebut
"bapak liat perempuan sebaya saya, rambutnya hitam panjang, pake rok selutut sama baju kemeja putih tingginya segini" tanya Ell memperagakan
"aduhh, nggak liat neng, saya baru gantian jaga, .... ' jawab pria paruh baya tersebut
"ouhh, nggak liat ya pak..."kecewa ell
"ya udah makasih ya pak, kami permisi dulu..."
"iya, sama sama..."ucap pria paruh baya tersebut
ell dan pak Umar pun menghampiri motor...
"duhh, tu anak kemana sih.. "gerutu ell
handphone ell pun berdering...
"duh, bunda nelfon lagi gimana ni pak? mama pasti cemas..."panik ell
"bapak juga bingung... "gerutu pak umar
''ya udah angkat aja deh..
hallo?ada apa bun?...''
''bunda tenang dulu, ell sama pak Umar belum nemuin runa tapi kita bakal nemuin runa kok, bunda jangan cemas percaya sama ell''
"ell, kamu pulang dulu, kita nungguin papa pulang, ini udah malam bunda takut kamu kenapa-napa..."ucap ana diseberang sana
"tapi , runa kan belum ketemu?"
"kita nungguin papa dulu kita cari sama-sama"
"ya udah ini ell mau jalan pulang, ok
assalamualaikum...ucap ell menutup telepon
"ya udah pak kita pulang" ajak Ell pada pak umar
"ell dan pak Umar pun pulang"
sesampainya di rumah...
"bunda....., "panggil ell langsung memeluk ana mondar mandir di teras rumah dengan wajah yang sudah basah dengan air mata...
"sayang, ada petunjuk?, bunda takut runa kenapa-napa...."tangis ana memecah
"tadi runa emang datang ke rumah itu, tapi kata nya runa udah pulang"
"rumah?" tanya ana tertegun, karena seingat ana cukup lama Aruna tak datang ke rumah itu.
"iya, kaya nya runa ada masalah bun"
"bunda...papa dimana ?"
"papa belum pulang"...ucap ana
"papa udah tau kalau runa hilang?"tanya ell
"bunda udah nelfon papa, tapi nggak diangkat"
"gimana kalau kita cari runa pakai taksi ell?kamu pesan taksi ya..."saran ana semakin cemas
"bunda...kita tunggu papa ya, kita cari runa sama-sama.." ell menenangkan ana. menurutnya terlalu beresiko mencari Aruna jika mereka saja.
mereka pun memutuskan untuk menunggu sang papa...
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
ditempat lain.....
"argh..."erang seseorang yaitu Aruna yang mulai sadar dari pingsannya
"duhh, sakit banget lagi..."gerutu Aruna memegang perutnya yang terasa membelit
"tunggu-tunggu ini dimana?ini bukan dirumah... "gumamnya
dan langsung menyingkap selimut
"ahh, aman..."ucap Aruna lega
"tapi ini dimana?nggak mungkin rumah preman bajingan tadi..."gumam Aruna menatap sekeliling kamar yang tampak mewah dan elegan. bersih, wangi, luas sungguh kamar impian Aruna
"jangan-jangan mereka anggota mafia, atau pencuri organ..."panik Aruna dan langsung beranjak dari ranjang tersebut. karena di fikiran nya pemilik rumah ini adalah mafia kejam seperti film-film yang selama ini di tonton nya.
Kleekk...pintu kamar mandi pun terbuka menampakkan sosok gagah yang berdiri di sana.
"akhh.."teriak Aruna
melihat Zee keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe(jubah mandi) yang di ikat asal sehingga memperlihatkan dada bidang Zee, tak lupa rambut basah berantakan yang membuat kesan seksi seorang zee.
"kenapa kau berteriak?ini bukan hutan...".kesal Zee dengan wajah dingin terkesan acuh
"ka..kau siapa?..."tanya Aruna terbata sembari memnutupi bagian dadanya , seakan melindungi diri
"aku pemilik apartemen ini...."jawab Zee datar, dan berjalan menuju walk-in closetnya
yang berada disebuah ruangan kamar tersebut....
apartemen yang begitu besar dan mewah...
"kenapa aku disini? kau pasti ketua preman tadi,kau menculik ku dan mengambil organ tubuh ku,, benar kan atau kau mafia?..."tuduh Aruna
belum sampai di walk-in closetnya Zee pun berbalik...
"hah?apa?kuno sekali pola pikirmu..."ujar Zee santai lalu meneruskan kan langkahnya dan berganti pakaian
"siapa dia ya? seperti pernah melihatnya, tapi dimana...."gumam Aruna
tak lama Zee pun keluar dari walk-in closetnya dengan menggunakan piyama tidurnya
"hei..kau, makan makanan itu dan pergi dari apartemenku...."ucap Zee datar mengusir Aruna
Aruna pun melihat sebuah sekotak humberger dan minuman di atas meja
Aruna melangkah mendekati makanan tersebut
"apa aku bisa mempercayaimu?"
" bagaimana jika kau memberiku racun" tanya Aruna menatap Zee dengan penuh kecurigaan
"makan diluar!"perintah Zee. Zee tak menjawab pertanyaan Aruna yang teksesan konyol itu
"iya-iya, cerewet..."gumam Aruna yang masih bisa didengar oleh Zee. setelah melihat Zee yang bak manusia es Aruna jadi yakin jika pria tersebut tak akan berniat jahat padanya.
dia tak akan berniat jahat padaku kan? pikir Aruna menelisik wajah Zee mencari tampang jahat di sana.
Zee pun langsung menutup pintu kamarnya dengan keras
"ya ampun, sabar....."batin Aruna
dan langsung menuju ruang tamu dan memakan sekotak humberger tersebut yang terpenting saat ini baginya adalah mengisi perutnya yang dari tadi sudah meronta
bersambung.....
happy reading....
like and coment please*:)