
brukk....
Aruna menabrak seseorang hingga membuat nya sedikit oleng , tetapi anehnya ia merasa tidak jatuh sedikitpun
Aruna pun mendongak....
sesaat tatapan mereka bertemu, Aruna terpaku melihatnya, sesosok pria tampan, oh tidak tapi sangat tampan.
begitu indahhh...hidung, bibir, wajah dengan pahatan sempurna itu....ahh munafik jika aku tak menyukai nya... apakah dia manusia?
atou manekin?
pertanyaan konyol itu muncul di benak aruna.
dan tunggu,, aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana? Aruna bertarung dengan batinnya
pria tersebut menatap Aruna dengan memicing kan mata..
karena lama bertarung dengan pikiran nya...
dan brukkk. tiba-tiba tubuh Aruna sudah terjatuh di lantai, hingga Aruna tersadar dengan lamunannya
melihat pria itu berlalu dan mengabaikan nya di depannya
entah kekuatan datang dari mana...
spontan Aruna memanggilnya...
"hei" panggil Aruna
sontak pria tersebut pau berhenti...
"apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Aruna merasa tak asing dengan wajah itu
tanpa memperdulikan Aruna, pria tersebut berlalu pergi
jangankan menjawab pertanyaan Aruna, melirik kebelakang saja tidak...
"dasar sombong"ucapku yang masih bisa didengar oleh pria tersebut tetapi ia memilih mengabaikan. melihat hal tersebut Aruna langsung kesal dan memilih melanjutkan tujuan awalnya.Aruna berdiri, lalu lanjut mencari ruang HRD
lama mencari,dan akhirnya ketemu
"ketemu" girang Aruna.
Aruna mengetok pintu yang terbuat dari kaca tersebut...
tak lama pintu pun terbuka, Aruna pun tertegun melihat pintu yang otomatis terbuka...
"silahkan masuk... suara itu memecah ,lamunan Aruna
Arunapun masuk, terlihat seorang wanita cantik yang duduk anggun disana, seperti nya dia kepala HRD....batin Aruna
silahkan duduk... ucap perempuan tersebut
Arunapun mengaguk sembari tersenyum...
"nama saya Wina, kepala HRD disini
kamu bisa memanggil saya Wina"ujarnya
benar saja, dia memang kepala HRD ...
"baik buk"jawab Aruna sembari tersenyum, Aruna tahu dia sedang menguji tingkat kesopanan Aruna, dengan menyuruh Aruna memanggil nama tanpa embel-embel ibuk...
Untung saja Aruna cukup jeli dalam mencerna setiap perkataannya...
"kamu cukup teliti ya" pujinya sembari tersenyum
"baik, saya bisa lihat surat lamaran mu?"
Arunapun memberikan berkas berisi biodata dan lamaran kerja, yang ia bawa tadi, kepada Wina kepala HRD
"saya akan kabarkan lewat email tentang kelanjutan nya, saya lihat-lihat dulu berkasnya ya"
"baik Bu, terimakasih" ucap Aruna sambil menjabat tangannya
"sama-sama, jika kamu diterima nanti besok bisa langsung interview"tambahnya
Aruna pun berlalu keluar...
masuk lift menuju lantai dasar
tingg..tiba di lantai dasar..
rasanya begitu berat meninggalkan kantor ini, bagaimana jika ia tidak diterima disini? batin Aruna
"tapi yasudah lah, tunggu kabarnya saja" gumam Aruna, rasanya sekarang ia begitu tak percaya terhadap kemampuan nya. karena melihat para karyawan yang tampak begitu sigap. Aruna pun berlalu pergi dari perusahaan tersebut..
Aruna mengambil telepon genggam dari tas nya...
bagaimana kabar gadis itu...gumam Aruna seraya menelfon ell
Tut..
"halo?", jawab Ell dari sebrang sana
"udah selesai? makan yuk" ajak Aruna pada ell
"bentaran, rame banget di sini"jawab ell di sebrang sana
"masih lama?"tanya Aruna
"lumayan, sih, tapi gw usahain secepatnya"jawab ell
"Lo di perusahaan mana sih?ribet amat" kesal Aruna
"gue di perusahaan yang nggak kalah ama Klaus group" sombong ell
"semoga nggak krterima"
"ya udah gimana kalo gw nunggu di mall ,kita makan di cafe dewa?"
"oke tungguin gw...rengek ell" diseberang sana
"iyaaa cerewet, bye..."Aruna langsung mematikan sambungan ponselnya
Aruna pun memesan taksi online, ia dan ell memang tidak bisa membawa mobil maupun motor, mereka pernah mencoba belajar saat itu ell yang membawa mobil, hingga mengalami kecelakaan ell menabrak pohon di tepi jalan, hal itu yang membuat Aruna dan Ell trauma hingga sekarang , dan pak Adi supir mereka sedang pulang kampung jadi mereka terpaksa naik taksi...
taksi yang Aruna pesan pun sampai...
"mbak Aruna?" tanyanya
"iya pak" jawab Aruna ramah
Aruna pun naik....
"mall X ya pak"
"baik mbak "jawab supir taksi Seraya mengangguk
taksi pun sampai, Aruna segera turun...
memasuki mall ternyata jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul 12:55 "ya ampun aku belum sholat , bisa-bisanya aku kelupaan"
Aruna pun langsung melaksanakan sholat...
selesai sholat, Aruna langsung menuju ke cafe Milik dewa teman nya dan ell, sudah cukup lama mereka tidak kesana, saat kuliah mereka cukup dekat dengan dewa, dewa cukup sering memberi gratisan jika mereka makan di cafenya,dewa memang pria baik, eittts, jangan salah sangka bukan cuma karena gratisan, tapi rasa nya juga sangat enak dan sangat memanjakan lidah Aruna maupun ell.
Aruna pun langsung memesan minuman,tidak enak jika menunggu disini tidak memesan apa apa bukan?
"mbak" panggil Aruna pada salah satu waiters disana
"iya mbak mau pesan apa?"
"fruit tea, satu ya mbak" ucap Aruna
"mohon ditunggu sebentar ya mbak" jawabnya sembari tersenyum dan dibalas anggukan dan senyum Ramah Aruna
sembari menunggu Aruna memilih menelfon seseorang, siapa lagi jika bukan ray sudah lama ia tidak menelfon Ray
Tut..
"hallo..."jawab Rey di sebrang sana
"kak Rey"panggil Aruna girang
"runa, ada apa? kau merindukan kakak mu yang tampan ini" sombong Ray
"sangat-sangat rindu" jawab Aruna
"ooh ,oke baiklah Langsung saja kau mau apa? pasti ada udang dibalik bakwan? "curiga Rey kepada Aruna
"tidak, runa hanya rindu kakak"
"jadi disebelah mu tidak ada ell?"tanya Rey
"tidak, kakak tau El dan aku akan mulai bekerja" ucap Aruna memberi tahu Rey
"oh ya? dimana? kantor papa?"tanya Rey
"hmm tidak kami tidak di perusahaan papa,kami memang belum diterima tapi kami sudah mengajukan lamaran "
terdengar diseberang sana kekehan dari kak Rey, sepertinya Rey meledek Aruna
"kakak!" kesal Aruna dengan tawa Rey
"iya-iya , tunggu kenapa tidak di perusahaan papa?" tanya Rey
"papa bilang kurang sesuai dengan basic kami dan papa ingin kami lebih berkembang kak" jawab Aruna
"apakah begitu? tidak ada alasan lain? "tanya Rey
"hanya itu jawaban papa"
"oke kalau begitu, baiklah kakak doain semoga kalian diterima, dan semangat untuk adik-adik kakak semoga hari kalian menyenangkan dan satu pesan kakak-"
"jaga diri " potong ku
"ternyata kamu sangat hafal" ledek Rey tertawa
"ya udah kakak juga jaga diri disana assalamualaikum"
"iya wa'alaikum salam"jawab nya diseberang sana...
"runa" panggil seseorang ternyata itu dewa
"hai..." jawabku
"udah lama nggak kesini?" tanya dewa
"kalo keseringan dikira cari gratisan lagi" tawa aruna
"haha ha......benar juga" dewa pun tertawa terbahak...
saat mereka sedang asik tertawa tiba- tiba saja...
byurrrrr..... seseorang menyiram kepala Aruna dengan air jus
kira kira siapa ya?
jangan lupa like, coment, dan vote yaa .....
biar makin semangat up nya... hihi
visual dewa