My Wild Wife

My Wild Wife
masalah di kantor



tidak menunggu lama Aruna maupun ell telah selesai dengan kegiatan nya masing-masing, Aruna yang telah selesai bersiap ke kantor, dan ell yang telah selesai memasak dengan beberapa hidangan sederhana mungkin tidak bisa di sebut sederhana karena tampilan nya sangat biasa saja seperti tahu tempe goreng yang cukup berwarna coklat berbeda dari yang biasa dan jangan lupakan ayam kecap yang juga serasi dengan si tahu dan tempe sungguh ke kompakan yang haqiqi, tidak seperti dua saudara yang memasak beberapa waktu lalu, ell kini tengah duduk masih dengan memakai kaos oversize yang digunakan saat memasak tadi


"ell Lo nggak ke kantor katanya mau interview?" tanya Aruna menatap ell santai dengan makannya


"iya entar lagi, yok makan nih makanan cheff ell"


"cheff? gaya lo, kompak nih tahu Ama tempe serasi"


"Lo jangan gitu dong na, Lo rasain dulu ingat "don't judge a book by its cover" (jangan menilai buku dari sampulnya) tampilan nya boleh beda tapi rasa boleh dicoba"


"yakin nih? gue nggak nyesel makannya?"


Aruna pun memasukan nasi kepiring dan mengambil ayam dan tahu, mulai memasukkan ke dalam mulutnya


baru satu suapan......


"hoekk...." Aruna mengambil tisu


"na Lo kenapa?" tanya ell dan segera menyodorkan minum


"ell, Lo makan ini?" tanya Aruna menatap ell


"hehe...nggak tadi gue cobain di dapur kurang enak, jadi gue ceplok telur deh dan gue kasih Lo coba juga siapa tahu di lidah Lo enak" ucap dll tersenyum cengengesan


"tega banget Lo sama gue" Aruna dengan wajah tak percaya nya, bisa-bisanya ell menyuruh nya mencicipi makanan yang jelas tak enak di lidah


"na bukan gitu kok, maaf ya gue salah" ucap ell menunduk


Tut,...Tut....sebuah klakson mobil terdengar dari luar, nampaknya mobil yang dipesan Aruna telah datang


melihat ell yang sedih Aruna menghampiri nya diseberang meja dan memeluknya


"nggak pa-pa kok Lo jangan sedih dong jadiin ini pengalaman kita, besoknya kita bisa belajar sama bunda buat masakan yang enak" hibur Aruna


"hmm...andai gue denger saran Lo aja tadi pasti nggak kaya gini"lirih ell menyesal dengan hasil akhir masakannya


"udah nggak boleh nyesel, lagian seru juga kok kapan lagi kita berantem kalo nggak di dapur" ucap Aruna menaik-turunkan alisnya


"ya udah taksi nya udah datang gue berangkat duluan ya" ucap Aruna dan mencium pipi ell lembut


"ihh..runa!" teriak ell mengusap pipinya, dan memandang punggung Aruna yang telah menghilang di balik pintu


''gue seneng punya Lo na" gumam ell tersenyum manis dengan saudaranya itu yang selalu akan menghibur dan menyemangati nya.


itulah ell dan Aruna separah apapun keributan yang terjadi selama inipada mereka akan berakhir manis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kantor pusat Klaus group......


"tuan apa ada Maslah kemarin dengan tuan sean?" tanya Al penasaran saat Zee menghubungi nya kemarin malam


"oh itu, tidak terlalu besar Al, wanita aneh itu meninggalkan ikat rambutnya di sofa dan Sean menemukannya" ucap Al yang masih fokus berkas di tangannya


"apa tuan Sean curiga?" tanya Al yang melihat Zee biasa-biasa saja


"awalnya iya, tapi si bodoh itu bisa ku bohongi" tawa Zee remeh


"syukurlah saya pikir itu akan menjadi masalah besar"


"awalnya ku kira iya, tapi berkat kau dia akhirnya percaya"


"saya akan membantu apapun itu jika saya bisa" ucap Al yang selalu akan melakukan yang terbaik untuk keluarga Klaus


"terima kasih, apa jadwal ku hari ini?"


"sekitar satu jam lagi kita akan meeting tuan dengan tuan Arnold dari diamond group" papar Al menjelaskan pada Zee


"baiklah, kau atur saja"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"maaf buk, saya salah kedepannya akan saya perbaiki dan saya pastikan tidak akan terulang lagi"


ya Aruna sekarang berada di cabang Klaus group, akibat perdebatan di dapur tadi Aruna benar-benar terlambat


"kalau junior itu nurut, disiplin mau apa kamu ke sini, gaya gayaan doang?"


Aruna yang mendengar semua perkataan karyawan itu dari tadi cukup membuat emosinya tersulut, ia begitu bertingkah seperti pemilik perusahaan saja


"gue tahu salah, tapi dari tadi juga udah minta maaf, bukannya di maafin malah makin ngebentak, didiemin malah menjadi ni orang maki maki gue, andai aja jadi bos udah gue tendang nih yang sok senior" umpat Aruna dalam hati


"sekali lagi saya minta maaf buk, lain kali saya berusaha nggak akan terulang, sekarang saya mau kembali kerja buk kalau saya disini terus pekerjaan saya akan ikut terbengkalai" ucap Aruna sopan. ia tahu jika ia salah walaupun dari tadi ia sangat ingin menjambak wanita yang berada di depannya itu tapi logikanya masih bekerja sehingga ia menahan amarahnya


"melawan aja terus banyak alasan kamu!, udah tahu salah masih ngelawan!"lagi- dan lagi Lila sang atasan memarahi Aruna


"astaghfirullah, gue dosa apa ya Allah, ni orang emang oon atau nggak nyambung kalau bicara!" umpat Aruna yang hanya bisa dia ucapkan dalam hati


karyawan itu terus saja menceramahi Aruna, tiba-tiba Wina sang kepala HRD pun datang


"ada apa ini?" tanya Wina mentap dua orang tersebut


"'ini buk karyawan baru udah berani terlambat" ucap Wina masih dengan wajah judesnya


"benar itu Aruna?"


"maaf buk saya mengalami sedikit masalah tadi pagi buk, untuk seterusnya saya tidak akan mengulangi kesalahannya saya"


"huh..."Wina lun menghembuskan nafas kasar


"lain kali jangan di ulangi lagi oke, saya mau semua karyawan harus disiplin apapun alasannya kamu tidak boleh terlambat lagi mengerti? dan kamu Lila segera kembali pada pekerjaan mu!" usir Wina pada Lila yang membuat Lila terdiam


"baik buk, sekali lagi saya minta maaf"ucap Aruna meminta maaf


"oke, ada seseorang yang ingin bertemu kamu"


"siapa buk?" tanya Aruna meneliti


"'ikut saya"


Aruna pun berjalan mengikuti Wina menaiki lift


hingga tibalah mereka di sebuah pintu ruangan lantai atas yang nampak minimalis cukup megah yang bertuliskan "CEO room" di sana.


"kenapa kita kesini buk?" tanya Aruna memandang Wina heran


"tuan besar Jeff ingin bertemu dengan kamu, mungkin ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongan kamu kemarin"


"oh...bapak mesum waktu di lift itu?"


"hus..." Wina pun menepuk bahu Aruna


"kamu itu kalau bicara itu di jaga, siapa yang kamu sebut tuan mesum?"


"eh, maaf buk kelepasan, bukan itu maksud saya" ucap Aruna tersenyum cengengesan


"cari mati gue!, mana kelepasan lagi" titik Aruna dalam hati


"ya udah sana masuk, tuan besar tidak suka menunggu!"


"iya buk" Aruna pun membukukan badan melewati Wina dan masuk ke dalam ruangan tersebut


to be continued.....


jangan lupa like, vote, and coment,.... sebagai bentuk dukungan