
"pak ini ada apa?" tanya Aruna
"eh... non-" ucap satpam itu terhenti ketika Aruna mengisyaratkan telunjuk di bibirnya
rupanya satpam tersebut masih mengenali Aruna dan ell walaupun mereka telah menyamar, Aruna dan ell cukup sering ke kantor dengan mengantarkan bekal untuk Nicolas, tetapi selama mereka lulus kuliah, mereka sangat jarang main ke kantor Nicolas karena di sibukkan oleh aktivitas mereka
satpam itu pun mengikuti arah Aruna dan ell yang membawanya sedikit menjauhi keramaian
"non kenapa ke sini? disini bahaya kalau mereka tahu non Aruna dan ell datang kesini bisa dikeroyok"
"pak mereka sampai begitu karena apa?" tanya Aruna
"mereka demo karena gaji mereka tidak dibayar non" jelas satpam tersebut
"gaji? kenapa papa sampai nggak bayar gaji mereka?" tanya ell
"ceritanya panjang, pokoknya yang bapak tahu perusahaan mengalami kebangkrutan dan nggak bisa bayar gaji karyawan"
"terus papa sama bunda kemana sekarang?" tanya Aruna
"non nggak tahu? kalau dini hari tuan Nicolas mengalami kecelakaan?"
degh....
bagai disambar petir Aruna dan ell membeku mendengar penuturan satpam tersebut
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di sebuah rumah sakit....
"bunda" panggil Aruna dan ell bersamaan ketika melihat wanita paruh baya tengah mondar-mandir di depan IGD
di panggil bunda wanita itu pun berbalik, sehingga tampaklah wajah yang biasanya selalu tersenyum kini sudah tampak sembab karena air mata,ya ana kini tengah berada di sebuah rumah sakit tempat dirawat nya Niko sang suami
"runa, ell?" suara ana bergetar
Aruna dan ell pun segera berlari menuju ana dan langsung memeluk sang bunda erat bahkan sangat erat dan disinilah tangis mereka pecah
"hiks...hiks...papa pasti baik-baik aja kan bunda?" tanya Aruna dengan deraian air mata
"papa nggak papa kan bun?" tanya ell menatap ana sedih
"kita sama-sama berdoa ya buat kesembuhan papa" ucap ana memeluk kedua anaknya itu
tak lama dokter pun keluar dari ruangan Nicolas dirawat
"dok gimana keadaan papa?" tanya Aruna
"papa baik-baik aja kan dok?papa pasti sembuh kan Dok?" ell pun ikut menodong dokter tersebut dengan semua pertanyaan nya
sementara ana mengusap bahu kedua anaknya
rasanya sudah tak sanggup lagi bagi ana mengeluarkan air matanya
"mohon maaf kondisi bapak Nicolas kini sangat kritis karena benturan yang sangat keras yang berakibat fatal pada kepalanya dan perlu segera di lakukan Operasi" jelas dokter tersebut panjang lebar, ya Nicolas yang sedang mengendarai mobil sendiri, mengalami kecelakaan tunggal saat hendak mencari suntikan dana untuk perusahaan, mobilnya menabrak pembatas jalan cukup keras sehingga luka padanya cukup serius
mendengar penuturan itu ketiga wanita itu langsung luruh ke lantai, runtuh sudah dunia mereka tak ada lagi keceriaan terlihat melainkan luka yang begitu mendalam jelas terlihat pada mata mereka.
bagaimana dengan aruna? bayangan kehilangan seolah kembali berputar di benaknya, trauma masa lalu kembali menghantuinya rasanya Aruna dan kedua wanita disampingnya ini benar-benar hancur hari ini
dokter yang melihat mereka pun seakan tak tega dengan kondisi ketiga wanita di depannya yang sangat menyedihkan
"mohon maaf buk, pasien harus segera melakukan operasi dan untuk keluarga di mohon selesaikan administrasinya"
"baik dok, lakukan yang terbaik untuk papa saya, segera lakukan operasi nya dok" ucap ell dengan menenangkan sang bunda yang melemas sementara Aruna, seluruh tubuhnya bergetar dengan wajah bak orang linglung
"runa?" panggilan ell yang tak di sahuti oleh Aruna
"runa?, Lo nggak pa-pa kan?" tanya ell menarik bahu Aruna yang membuat Aruna berbalik
yang ell lihat kini bukanlah Aruna yang ia kenal wajah Aruna sembab bak orang linglung, wajah yang ell lihat 18 tahun lalu, ell jelas tahu trauma yang di alami oleh saudara nya itu 18 tahun silam
"na, sadar na sadar!" teriak ell menggoyang kan bahu Aruna
ana menarik Aruna ke dalam dekapan nya
"ell, sayang beliin runa air mineral ya" pinta ana pada ell yang langsung membuat ell bangkit
"maafin bunda ya sayang, runa kamu jangan gini, jangan buat bunda takut" Isak ana memegangi kedua pipi Aruna
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara di perusahaan pusat Klaus group.......
senyum terus merekah pada sebuah wajah seorang wanita yang telah rapi dengan setelan kerjanya berupa rok dan kemeja dan tas dari atas dan bawah semua nya keluaran brand ternama, melangkah dengan anggunnya melewati lobi perusahaan, ya dia adalah Monica, para karyawan menatap nya dengan penuh kekaguman pada kekasih putra kedua keluarga Klaus tersebut
"nona Monica?" panggilan seseorang yang membuat langkah nya terhenti
"Al?kau rupanya?dimana Zee?" tanya Monica yang tak melihat Zee, hari ini adalah hari pertama Monica bekerja di pusat klaus group
"saya akan mengantarkan nona keruangan anda" tanpa menjawab pertanyaan Monica, Al langsung mengantarkan Monica ke ruangan nya.
"oh baiklah" jawab Monica mengikuti Al menaiki lift khusus, padahal di dalamnya hatinya sekarang telah mengutuk Al karena mengabaikan pertanyaannya tapi ia harus tetap menjaga image nya agar tetap selalu sempurna di mata karyawan yang menatapnya penuh kekaguman
setibanya di ruangan khusus sekretaris....
"'ini ruangan nona dan ini beberapa tugas yang akan nona kerjakan nantinya, jika ada yang ditanyakan nona bisa menghubungi saya" ucap Al menjelaskan lalu memberikan sebuah buka schedule pada Monica, Al yang akan berlalu pun dihentikan oleh pertanyaan Monica
"dimana Zee? dari tadi aku tidak melihatnya bersamamu" ucap Monica bertanya lagi karena di ruangan ini hanya ada dia dan Al
"apa ada sesuatu yang ingin anda sampaikan pada tuan Zee?" bukannya menjawab Al malah bertanya balik
"a.. i-iya ada hal penting yang ingin aku bicarakan padanya"
"sayang sekali nona, tuan Zee tidak hadir ke perusahaan hari ini" ucap Al yang seketika membuat senyum di wajah Monica pudar
"kenapa Zee tidak datang hari ini?" tanya Monica yang tak hentinya memberikan pertanyaan
"untuk masalah itu saya tidak mengetahui alasannya, dan anda bisa memulai pekerjaan sekarang" ucap Al dan berlalu meninggalkan Monica yang diam mematung
" sebenarnya ada hubungan apa tuan Zee dengan nona Monica? "monolog Al dalam hati
ia tak pernah tahu tentang kehidupan Zee sebelumnya, karena Al hanya bertemu Zee saat Zee telah kembali dari New York
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di sisi lain, Zee baru menyelesaikan aktivitas olahraga nya di ruang gym khusus apartemen
baru membuka pintu apartemennya, Zee di kagetkan oleh suara seseorang
"tuan" panggil Al yang seketika membuat Zee berbalik
"kau rupanya Al, ada apa?" tanya Zee masuk ke dalam apartemen dan diikuti Al dibelakangnya
"apa hari ini anda akan menemui perusahaan feri corp tuan?" tanya Al berdiri di depan Zee yang sedang meminum air mineral dingin yang ia ambil dari freezer nya
"hmm, pukul berapa pertemuan nya?" tanya Zee kembali meneguk air nya
"sekitar 2 jam dari sekarang tuan"
"sayangnya hari ini aku sangat ingin bersantai di rumah, jadi kau saja yang mengurus pertemuan itu" setelah mengucapkan kalimat itu, Zee berlalu meninggalkan Al tapi baru beberapa langkah perkataan Al mengehentikan langkahnya
"nona Monica mencari anda tuan, ada hal penting yang ingin ia katakan pada tuan"entah kenapa kalimat itu keluar dari mulut Al, ia hanya ingin melihat reaksi Zee
"tidak ada hal penting yang di milikinya" ucap Zee kembali melanjutkan langkahnya yang membuat Al terdiam
"kenap tuan Zee sangat membenci wanita?apa lagi pada nyonya dan nona Monica, apa mereka mempunyai masalah pribadi?ah... entahlah semuanya membuat ku pusing" batin Al dan segera berlalu keluar apartemen Zee
happy reading....
jangan lupa, like, coment, vote,and add to your favorit....
...terima kasih...