My Wild Wife

My Wild Wife
have fun



didalam mobil Zee....


"kau yakin dia disana?"tanya Zee pada Al


"iya tuan, tuan Sean dan nona Monica berada di sana"


"huh....Zee membuang nafas kasar


"rupanya dia tidak jera ya?, ternyata dia benar-benar ingin bermain denganku"


Al yang mendengar perkataan Zee bergidik ngeri, pasalnya ucapan Zee tidak main-main, tak pandang bulu sekalipun itu Sean adiknya


"apa aku terlalu sabar selama ini? sepertinya aku harus sedikit berolahraga siang ini Al"ucap Zee meregangkan pergelangan tangannya


"lebih cepat sedikit Al, mengapa kau menyetir lamban sekali?, perintah Zee


nyali tuan Sean benar-benar besar....batin Al


"baik tuan"ucap menambah kecepatan


tak lama mereka pun sampai disebuah hotel yang bertuliskan logo paradise hotel


"disini dia rupanya?,"ucap Zee yang turun dari mobil dengan senyum mengejek menatap paradise hotel yang merupakan milik Klaus group


"baiklah mari kita bermain" lirih Zee dan melangkah masuk ke dalam hotel yang


diikuti oleh Al di belakangnya


" dimana tuan sean" tanya Al pada resepsionis yang sudah nampak gugup.


"a-a-apa, tu-tuan?"gagap resepsionis tersebut


"apakah kau tuli!,dimana dia?"tanya Zee emosi. Zee paling tak suka di permainkan dan membenci sikap yang bertele-tele


"sa-saya-"


"kau tak bisa bicara dengan jelas?" Zee menaikan sebelah alisnya menatap resepsionis yang terus menunduk sembari meremas jarinya.


"t-tuan se-an di kamar presiden suite lantai 9 nomor 101 tuan" ucap resepsionis itu lagi-lagi menunduk


"buka kan!"perintah Zee yang berjalan menuju lift dengan salah satu tangan berada di sakunya


"ba-baik tuan"resepsionis itu pun berjalan dengan tergesa-gesa menuju lift lantai 9


karena terlalu tergesa-gesa resepsionis tersebut samapai jatuh tersungkur. entah mengapa resepsionis itu bertingkah seperti orang yang ketakutan


"Anda tidak apa-apa?"tanya Al membantu nya berdiri. Al paham betul jika resepsionis itu takut melihat Zee yang nampak seperti singa yang siap mengamuk


"apa kau lumpuh!" kesal Zee menunggu resepsionis tersebut berdiri. emosi yang dari tadi di tahan semakin membuatnya kesal. ia ingin segera memberi Sean pelajaran


"ma-maaf tuan"lirih resepsionis tersebut yang sudah tampak pucat.


mereka pun naik lift menuju lantai 9 dengan suasana lift yang begitu sunyi dan dingin tak ada satupun yang berbicara bahkan deru nafas tak terdengar. Zee hanya diam menunggu lift itu terbuka, dan begitu terbuka......


"mana kamarnya?"tanya Zee tak basa basi lagi, ia langsung mengikuti resepsionis


"ini tuan" resepsionis tersebut memberikan cardlock pada Zee, akses kamar itu yang akan di buka oleh Zee


"Anda bisa pergi" ucap Al pada resepsionis


Zee pun membuka pintu kamar hotel tersebut


dan melihat Sean dan Monica tengah menikmati makanannya


"Zee?"kaget monica


"kak ada a..." belum sempat Sean bertanya


Zee dengan senyum mengejeknya langsung menghujani Sean dengan bogemannya


"kak kenapa kau memukul ku!" teriak Sean yang sudah babak belur serta darah yang mengalir di sudut bibir.


"kau masih bertanya mengapa aku memukulmu?, kau bersenang-senang dengan jal*ng ini dan melupakan pekerjaan mu!"


bugh.... bogeman kembali mendarat di wajah mulus Sean. tak ada kekuatan untuk melawan kakaknya.


"kak, berhenti menyebut Monica jal*ng, dia kekasih ku!"


"cih...jika dia bukan jal*ng tidak akan mau dibawa ke hotel," sarkas Zee tersenyum mengejek. Monica yang mendengar itu meneteskan air mata berharap semua orang iba padanya.


"kak!" sentak Sean. ia sama sekali tak ingin jika Monica dipanggil j*lang.


"mengapa kau meninggalkan pekerjaan mu?!" tanya Zee datar.


"mama mengizinkan ku untuk refreshing " akhirnya Sean memberi tahu orang yang mengizinkannya untuk menghabiskan waktu dengan Monica


"ternyata wanita itu benar-benar tidak mampu mendidik mu dengan benar," kecam Zee pada Sean. lagi dan lagi wanita itu membuat Sean lalai pada pekerjaan nya.


"kak berhenti menghina mama!" Sean berteriak di depan wajah Zee yang masih mencengkeram kerah bajunya


"kenapa? bukankah itu fakta? sepertinya dia semakin meracuni pikiranmu itu!" Zee benar-benar hilang kendali, rasanya ia cukup muak dengan kata-kata mama yang terus keluar dari mulut adiknya itu


"kenapa kak, kau dari dulu tidak pernah menyukai mama? kau bahkan tidak menghormati mama? kau begitu tak berpendidikan!" Sean emosi dengan Zee, yang dari dulu hingga sekarang tak pernah menganggap Melinda (nyonya keluarga Klaus)


"tutup mulutmu!,dan perbaiki laporan itu kembali!, berikan padaku malam ini!"perintah Zee dan meninggalkan tatapan tajam pada Monica. rasanya pria itu begitu jijik dengan wanita tak tahu malu seperti Monica


ditempat lain.....


Aruna dan ell berada di star cafe milik dewa sahabatnya


"lu pesan apa na?"tanya ell melihat buku menu


"terserah lu aja ell" pasrah Aruna dengan tatapan kosong


"na.... jangan sedih gitu dong, walaupun album itu hilang tapi Tante Dewi dan om Andra akan selalu di hati Lo, iya kan dan lagu gue pasti nemenin kok carinya"hibur ell


"makasih udah hibur gue, lo emang saudara the best"peluk Aruna pada ell


"iya dong ell gitu loh"


tak lama dewa pun datang


"lh, kita kan belum pesan?"bingung ell


"gue udah hafal"ucap dewa


"wa kok cuma minuman? makanan nya mana?"tanya Aruna


"kalau makanan kalian pesan sendiri sesuai kebutuhan"ucap dewa dengan senyum manisnya


"nggak seru Lo wa masa minuman aja, seharusnya sekalian sama makanan biar paket komplit, ngasih kok nanggung-nanggung" Sindir ell


"tau Lo wa, nggak asik lo" tambah Aruna


"lama-lama gue tutup juga ni cafe" ucap dewa melongos pergi


tak lama pun makanan dibawa oleh pelayan membawa 2 nampan berisi sepiring steak dan pasta serta puding sebagai makanan pencuci mulut


"nah gini dong wa, padahal Lo tau makanan kesukaan kita, pura-pura nggak tau lo"cibir ell


"besok, kesini lagi ya biar kalian bisa liat cafe gue tutup"


"baperan lu wa"cibir ell


"oh ya na, Lo nggak pa-pa kan kemaren?tanya dewa mengingat kejadian datangnya dua iblis yang tak lain Rika dan Vera


"kalau runa jangan ditanya bison Amerika aja takut Ama dia" ucap ell sambil terus mengunyah steak nya


"parah lu ell" tawa dewa


" gue bisikan ayat suci aja dia udah minta ampun" sombong Aruna


"nggak seru kalo nggak dihajar na, cupu banget Lo , kalo gue pasti udah tinggal nama tu iblis"sombong ell


"lu nggak liat aja Aruna ngeluarin jurus bisonnya kemaren"tawa dewa


"Lo Ngomong Mulu wa, nggak kerja Lo?tanya Aruna


"bos bebas"


"seru juga kita ya, makan gratis ditemenin lagi sama owner ganteng kaya gue, ya nggak na?sombong dewa tersenyum dengan senyum manisnya


"huekk...serasa muntah wa, steak yang gue makan serasa mau loncat dari perut dengarnya" ell mencibir dewa yang terlampau narsis


"ngomong-ngomong makanan nya kurang wa"cengengesan Aruna


"boleh silahkan pesan lagi, piring kotor banyak tu cuci ya, sebelum pulang" ucap dewa dengan senyum yang dibuat-buat


" elh nggak seru lu wa, yok na pulang"ajak ell


pada Aruna dengan makanan mereka yang sudah tandas


"kok udah mau pulang aja? emang kalian mau kemana?"


"kita mau istirahat capek wa, lain waktu kita kesini lagi deh"


"ni wa sedekah" Aruna mengeluarkan uang pecahan 250.000 pada dewa


sementara mereka pun meninggalkan cafe


dewa dibuat menggeleng kepala dengan kelakuan Aruna dan ell


"sok-soan nggak mau bayar, tapi dibayar juga" senyum dewa memandangi uang tersebut


Aruna dan ell yang akan keluar dari mol melihat toko roti kesukaan bundanya ana menyukai roti sobek dengan taburan wijen yang menjadi topping nya


"roti sobek ell" ucap Aruna pada ell menunjuk toko roti tersebut


"mana-mana?" ucap ell celingukan mencari roti sobek


Aruna pun menoyor kepala ell


"bukan roti sobek perut sugar Daddy Jamilah, itu roti sobek wijen kesukaan bunda" tunjuk Aruna pada toko roti


"oh, kirain, gue udah berharap lebih ni" kecewa ell yang tak sesuai ekspektasi nya


"makanya otak jangan mesum!" ucap Aruna lalu melongos pergi ke toko roti


"na, tunggu!"


Aruna pun tiba di toko roti sobek super lengkap.....


"permisi, mbak saya mau beli roti yang ini"tunjuk Aruna pada sebuah roti dengan bentuk bunga dan taburan wijen sebagai topping nya



"mau berapa mbak?"tanya pelayanan


"ouh, dua deh" ucap Aruna


"lh, kok bentuknya beda dari yang biasanya?"heran ell


"sengaja, gue pilih yang ini, biar pikiran Lo tetap positif"


"bilang aja Lo takut tergoda"cibir ell


"kalo yang beneran mah mungkin"cengengesan Aruna rupanya kedua gadis itu hampir terbilang sama yaitu sifat konyol


"ini mbak"pelayan memberikan 2 kotak kue


"makasih"senyum Aruna


"yok, pulang jangan sampai Lo tergoda Ama roti yang lain" ledek Aruna


"gue masih normal ya kali suka roti buatan" ujar ell


mereka pun langsung pulang......


jangan lupa.....


like , coment, vote pliss;)