
"apa Zee mempunyai kekasih sekarang?"
"tentu tuan sudah mengetahui jawaban nya" senyum Al
"jadi benar Zee mempunyai kekasih?"tanya Jeff dengan semangat, karena ini kali pertamanya ia mendengar Zee menunjukkan ketertarikan pada wanita.
"tuan Zee tidak mempunyai kekasih tuan" akhirnya Al melontarkan pernyataan yang membuat senyum di wajah CEO dari Klaus group itu pudar
"sudah lah Al jangan membohongi ku, aku tau semuanya" tapi seakan tak percaya, Jeff menyangkal pernyataan yang terlontar dari mulut Al
"apa maksud tuan?, yang saya ketahui tuan Zee benar-benar tidak mempunyai kekasih" Al terus menyakinkan bahwa Zee benar-benar tak mempunyai kekasih karena memang itu kebenarannya, tapi Jeff menunjukkan ketidakpercayaan.
"lalu ini apa?" tanya Jeff mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Aruna pada Al, ia menyunggingkan senyum melihat Al meneliti foto Aruna
"nona Aruna?" lirih Al memegangi ponsel Jeff, memastikan apa yang sedang di lihatnya itu
"tadi kau pura pura tidak tahu dan sekarang?, kau mengenalnya kan" cibir Jeff dengan nada mengejek seperti menangkap basah orang yang sedang berbohong. tapi Al sama sekali tak menunjukkan gelagat berbohong.
"sepertinya anda salah paham tuan" ucap Al tersenyum, ia begitu nampak tenang
"apa maksudmu Al?" Jeff menatap Al dengan tajam
"dia bukan kekasih tuan Zee, saya bisa menjamin nya" ucap Al tegas
"dia bosmu, bisa saja kau melindunginya" cibir Jeff dan berdiri berlalu pergi, tidak ada gunanya ia bertanya pada asisten yang jelas-jelas tentu lebih memihak pada bos-nya
Al yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, tuan besar Jeff tersebut kini nampak sangat kesal
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di sebuah restoran mewah.....
"bagaimana sayang aku bisa bekerja di sana?" tanya Monica antusias memegangi lengan Sean, bergelayut manja seperti biasa
"iya, kamu jangan ngambek lagi, aku udah turutin semua maumu" sepertinya tak ada kemauan Monica yang tak Sean turuti, bisa di bilang mungkin Sean tak akan mampu menolak semua kemauan sang kekasih.
"terima kasih....aku mencintaimu" ucap Monica dan mencium pipi sean, seakan-akan menunjukan penuh cinta tapi sebenarnya hanyalah kepura-puraan yang di tutupi oleh cinta palsu yang diberikan nya pada Sean, tapi sayangnya Sean tak menyadari jika Monica mencintai nya tak tulus, Sean telah hanyut pada pesona Monica
"aku akan melakukan, apapun untukmu"balas Sean mencium tangan Monica penuh cinta
"aku begitu beruntung mencintai dan memiliki mu" lagi-lagi Monica memberikan sanjungan yang begitu membuat Sean menutup mata pada kebenaran
"aku yang lebih beruntung"ucap Sean tersenyum
waiter pun datang membawa makanan pesanan Sean
mereka pun menyantap makanan dengan dengan penuh canda tawa,tawa Sean yang penuh dengan ketulusan dan Monica dengan tawa palsunya yang tak akan pernah Sean sadari
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berbeda dengan Sean dan Monica, kini Zee mulai menerapkan matanya, setelah terlelap cukup pulas di di ruang pribadinya
"enguhhh.... lenguh nya terbangun, meregangkan otot-otot yang terasa kaku, ia meraih segelas air putih yang berada di atas nakas.
"Al....teriak Zee menggema
mendengar teriakkan Zee, Al langsung masuk ke ruangan pribadi Zee
"ya tuan"
"jam berapa sekarang, kenapa kau tidak membangunkan ku?" tanya Zee memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing
"maaf tuan, saya tidak enak jika membangunkan tuan yang sedang tertidur pulas, dan makan malam sudah saya siapkan di luar" ucap Al menjelaskan
"kau ini bagaimana, lain kali kau harus membangun kan ku!" kesal Zee dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi yang berada di ruang pribadi tersebut.
" jika dibangunkan salah, tidak dibangunkan salah" batin Al menatap Zee yang masuk ke dalam kamar mandi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kediaman keluarga Nicolas
"sayang ayo makan" ajak ana yang sibuk menata piring di meja makan
"papa mana bun?" tanya Aruna yang tak melihat kehadiran Nico di meja makan
"papa belum pulang, katanya lembur"
"bunda perusahaan nggak pa-pa kan?" tanya Aruna cemas karena Nico adalah tipe orang yang jarang lembur, walaupun banyak pekerjaan ia akan mengerjakan nya di rumah.
"nggak pa-pa, kamu makan ya bunda mau ke dapur dulu" ana pun menjawab dengan tersenyum, Aruna tahu jika senyum itu adalah senyum yang dipaksakan
" wangi banget, bunda masak apa nih?" ell pun langsung duduk di meja makan
"bunda sama papa mana na?" tanya ell pada Aruna karena tidak melihat ana disana
"bunda lagi di dapur, kalo papa belum pulang, kata bunda papa lembur"
"beneran papa lembur?nggak biasanya, muka Lo tu napa?, kaya ada masalah aja"
"nggak pa-pa" Aruna tersenyum, ia tak ingin membuat ell ikut merasakan kekhawatiran nya.
"huh, aneh lo" cibir ell menyambar kerupuk yang ada di meja makan dengan santainya.
ana pun datang dari dapur......
"kenapa makanan nya belum di makan?" tanya ana melihat Aruna belum menyantap makanan, dan begitu pula ell yang hanya mengemil kerupuk
"nungguin bunda" jawab Aruna sebisanya tersenyum yang membuat ana ikut tersenyum
"bunda, papa beneran lembur?" tanya ell memastikan
"iya, ayo makan" ajak ana seperti mengalihkan pembicaraan, tak mau ell bertanya lebih jauh, karena gadis yang satu itu begitu besar keingin tahuannya
mereka pun langsung menyantap makanannya, menuruti perintah sang bunda
selesai makan...
"ahh...kenyang" ucap ell dengan sendawa yang keluar dari mulutnya
"Alhamdulillah ell" nasihat ana
"ehh, iya bunda lupa" ucap ell cengengesan
"ell ke kamar dulu ya bun, ada berkas lamaran yang belum ell siapin" pamit ell yang diangguki oleh ana dengan tersenyum
"jangan terlalu kecapean, ingat utamakan istirahat" peringat ana menasehati ell dengan lembut
"iya bunda ku sayang" ell langsung melangkah menuju kamarnya.
di meja makan hanya tinggal Aruna dan ana
"sayang buat keperluan besok udah di siapin?" tanya ana
"udah bun"
"semangat ya sayang, bunda selalu doain kok" ucap ana dan memeluk Aruna erat
"bunda, maafin Aruna nggak bisa bantu apa-apa buat perusahaan" tak tertahankan air mata yang ditahannya tadi pun berhasil lolos
"runa, kenapa menangis?" ana menghapus air mata Aruna
"dengar bunda, perusahaan akan baik-baik aja, kita harus yakin " ucap ana menangkup wajah Aruna
"sekarang kamu tidur ya, buat besok harus fit, biar kerja nya semangat"
"bunda, juga harus tidur"
"iya, bunda tidur"
"selamat malam bunda "Aruna memeluk ana sekali lagi
"malam sayang"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara Zee telah kembali ke apartemen
di antar oleh Al
"apa yang di katakan nya padamu?" tanya Zee to the poin sebab Zee tau jika Al pergi dengan Jeff, pasalnya Zee tidak melihat Al lagi setelah kepergian Jeff dari ruangan nya dan Zee yakin jika Al sedang bersama Jeff seperti biasa.
"hanya masalah sepele tuan" jawab Al
Zee hanya diam tanpa ingin menangapi Al lagi, ia yakin dengan Al yang mampu menghandle semua masalah???
bersambung...
like, coment and vote:)