My Wild Wife

My Wild Wife
hadiah konyol



"oke gue juga penasaran, mari kita buka" semangat Aruna dan langsung membuka hadiah tersebut. dan sesaat Aruna tertegun


"kak Rey memang tidak bisa dipercaya" kesal Aruna menggeleng-gelengkan kepala. wajahnya yang tadi begitu bersemangat meledek ell, kini sirna seketika.


"puff... ha-hahaha "tawa ell melihat hadiah Aruna yang menurutnya tak jauh berbeda


"ternyata kak Rey memang adil"tawa ell yang tak berhenti.


sama dengan isi hadiah ell, Aruna juga diberikan sebuah cangkir dengan gambar yang sama yaitu seekor monyet yang membedakan nya hanya ekspresi monyet tersebut yang lebih menyebalkan bagi Aruna


"ya aku terlalu berharap lebih pada kak Rey, seharusnya aku tidak berharap lebih padanya" ucap Aruna dengan senyum paksa. rasanya sangat ingin membanting cangkir itu


"na monyet Lo muka nya ngapa gitu" tawa ell cekikikan


"kak reyyy.....apa tidak berniat membuat kita bahagia?" lirih Aruna frustasi


"ya udah bunda ke dapur dulu ya" pamit ana dengan senyum tertahan


"baiklah....kak Rey memang harus diberi pelajaran"ujar ell dan langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video Dengan Rey. perasaan kesal ell dan Aruna bercampur menjadi satu. sekarang ia hanya ingin melabrak Rey walaupun hanya dengan panggilan video


"halo?".....jawab Rey diseberang sana dengan melambaikan tangan, dan jangan lupakan senyuman yang begitu menyebalkan bagi ell dan Aruna


"kak reyyy....... teriak ell dan Aruna bersamaan, tergambar jelas kekesalan di wajah kedua nya


"kalian kenapa?"tanya Rey pura-pura tidak tahu, padahal dia sudah mengetahui kedua adiknya itu pasti protes dengan hadiah yang diberikan nya


"kenapa kakak memberikan cangkir itu dengan wajah kakak sendiri?" ucap Aruna sarkas


yang membuat Rey tergelak


"apa kalian suka dengan hadiah yang kakak berikan?"tawa Rey cekikikan, rasanya mengerjai kedua adiknya itu begitu menyenangkan.


"ya, kami sangat suka sehingga kami ingin sekali membuangnya, tapi sayang ada wajah kak Rey tertempel disana" kesal ell ikut menimpali


"itu hadiah khusus untuk kalian, gunakan dengan baik ya" ucap Rey yang masih tertawa


"kakak sepertinya benar-benar bosan hidup" ell begitu kesal melihat Rey yang dari tadi hanya tertawa cekikikan dengan wajah menyebalkan itu


"hey, mengapa kalian emosi seperti itu, ingat kata bunda hormati hadiah yang diberikan orang apapun hadiahnya" ucap Rey sok bijak menasehati kedua adiknya


"ya, itu hadiah yang sangat woww" tawa paksa Aruna. rasanya percuma saja jika berbicara dengan Rey


"benar, dua cangkir itu mempunyai filosofi, kalian tau?" ucap Rey memberi tahu pada kedua adiknya itu uang masih terlihat wajah kesal keduanya


"tidak tahu, dan tidak ingin tahu" ell dan berniat matikan video callnya tapi terlebih dahulu di tahan oleh Rey


"tunggu, biar kalian tidak penasaran akan kakak beri tahu, jika kedua cangkir itu di sandingkan pasti gambar nya terlihat menyatu" Rey memberi tahu Aruna dan ell


karena penasaran Aruna pun mengambil cangkirnya dan ell lalu mendekatkannya, sungguh adik yang penurut bukan?


dan ell yang memperhatikan, karena juga penasaran tapi wajahnya seolah acuh


"apa ini kak reyyy!" kesal Aruna dan ell yang lagi-lagi merasa dipermainkan kakaknya sendiri


melihat kedua adiknya yang mau saja menuruti perintahnya membuat Rey kembali tertawa


"kalian memang konyol " tawa Rey cekikan


"kedua monyet itu begitu mirip dengan kalian ketika berebut makanan"


"monyet ini begitu menyebalkan sama seperti kakak!" kesal ell dan langsung menutup panggil video nya tanpa menunggu persetujuan Rey.


" menyebalkan!" Aruna merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memegang cangkir keramik itu menatap monyet yang tergambar di cangkir tersebut, Aruna menatap dengan tersenyum walupun ia tadinya kesal tapi ketika melihat dan meneliti monyet itu dengan seksama yang tampak begitu konyol


"kak Rey konyol" lirih Aruna menunjuk monyet itu seperti mengaggap monyet itu adalah Rey kakaknya


"gue kira isinya berlian" ucap ell dan ikut berbaring


"kak Rey nggak salah, tapi ekspektasi kita yang salah" ucap Aruna tergelak


"kak Rey ingin sekali membuat kita emosi" ucap ell menimpali


"hmm, tapi hadiah ini tak begitu buruk" Aruna memandangi dengan senyum-senyum


"ya, semua hadiah konyol yang diberi kak Rey pasti ujung-ujungnya kau akan menerimanya" kesal ell melihat Aruna, pasalnya tak hanya sekali kakaknya itu memberikan hadiah-hadiah konyol pada nya dan Aruna, mulai dari kaus kaki yang berbeda warna, tak kalah konyol Rey juga memberikan mereka 2 kotak yang berisi nasi goreng tapi Rey me modifikasinya, mengisi kotak ponsel kosong nasi goreng dan memasukkan ke dalam kotak Styrofoam/kotak nasi sehingga saat ell dan Aruna membukanya mereka menyangka kakaknya memberi ponsel baru padanya tapi ketika kotak hp itu di buka yang dilihat bukan ponsel baru melainkan nasi goreng .saat mengingat melainkan nasi goreng saat mengingat itu ell dan Aruna dibuat tergelak, itu benar-benar moment yang tak terlupakan bagi mereka walaupun banyak hadiah konyol lain yang diberikan kakaknya


"kau mengingat hadiah nasi goreng handphone kak Rey?" tanya ell pada Aruna yang masih asik memandangi cangkir di tangan nya


"bagaimana aku bisa melupakan hal itu mengingatnya saja aku ingin sekali menjambak rambut kak Ray" kesal Aruna mengingat kembali hadiah yang diberikan kakaknya itu


mereka pun mengingat kembali saat-saat Rey memberikan hadiah yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak


sementara di perusahan pusat klaus group


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tuan besar Jeff sudah berada di dalam ruangan Zee


Jeff melangkah menuju meja kerja Zee dan melihat laporan di atas meja kerja, saat ingin mengambil nya, amplop coklat yang berisi biodata dan foto Aruna saat dewasa pun terjatuh sehingga isi nya bertebaran di lantai


Jeff pun berjongkok mengambil satu foto dan memperhatikan siapa orang yang berada di foto itu


"siapa gadis ini?" tanyanya melihat foto Aruna yang memperlihatkan senyum manis Aruna


"apa dia kekasih Zee?" batin jeff bertanya-tanya senyum tipis terbit di wajah Jeff, Jeff pun langsuang memotret foto Aruna untuk mencari tau siap gadis itu sebenarnya mengapa Zee sampai memiliki fotonya


melihat lampiran kertas Jeff pun mengambil nya dan membaca isi dari kertas tersebut yang merupakan biodata Aruna


"Patricia Aruna Danendra?" gumam Jeff, terselip satu foto keluarga Aruna di antara biodata itu tanpa sadar Zee memasukkan satu foto keluarga Aruna ke dalam amplop, Jeff pun melihat wajah-wajah yang berada di foto itu


alangkah kagetnyanya Jeff melihat siapa orang yang berada di foto itu, Jeff terpaku menyaksikan wajah ayu yang tengah tersenyum manis.


happy reading....


like, coment, and vote:)