
Terlihat rumah sangat sepi, sepertinya semua penghuni rumah telah berada di alam mimpinya, bagaimana tidak ini sudah jam 02:50 wib
"ahhh, bagaimana ini!, ell si gadis kebo itu sama sekali tidak mengangkat telfonku, aku tidak mungkin mengetuk pintu, itu pasti mengganggu bunda dan papa!"Aruna semakin frustasi
"pak Umar pasti juga sudah tidur", gumamnya melihat pos satpam
sebuah ide terlintas di pikiran nya...
"apa aku gedor saja jendela kamar ell?"gumam aruna
"ya, itu satu-satunya cara"
Aruna pun sampai di jendela kamar ell yang tertutup rapat dengan gorden dan mulai mengetuk jendela kamar yang terbuat dari kaca itu
"ell, bangunnn!" panggil Aruna pelan
"ell buka pintunya...."Aruna terus memanggil
"ell, ini gw Aruna, bangun kebooo" tak henti hentinya Aruna terus memanggil tetapi tak ada sahutan dari ell
didalam kamar....
"enguhhh" lenguh ell
samar-samar ell mendengar suara
ell menerjapkan matanya lalu menoleh ke kanan-kiri untuk memastikan suara tersebut
"berasa ada yang manggil" gumam ell lalu meneguk air di atas nakasnya
diluar....
Aruna semakin frustasi dengan keadaan
"bagaima ini? apa aku harus tidur diluar?" gumamnya pasrah duduk jongkok dan tangan yang terus mengetuk pintu dari belakang
"kenapa gatalnya nggak berhenti sih!"jengkel Aruna dan sesekali menggaruk leher dan tangannya
"aiss, ini semua gara-gara dua preman sialan itu!" geram Aruna mengutuk dua pria yang membuat nya hingga berakhir seperti ini
didalam kamar....
ell terus mendengar ketukan pintu jendela yang tak kunjung berhenti, penasaran, ell pun
memberanikan diri melangkah mendekati jendela walaupun ell adalah seseorang yang takut dengan sejenis makhluk mistis hantu misalnya...
"siapa ya?"batin ell dan terus melangkah, perlahan menyingkap gorden...
mata ell membulat melihat sesosok wanita
yang berjongkok memangku lututnya dengan tangan yang terus menggaruk. bulu kuduk ell langsung berdiri tetapi sesosok itu sepertinya ell mengenali nya.
"Aruna"ell pun membuka jendela tersebut
"runa!"teriak ell
Aruna pun dengan sigap menutup mulut ell
"pelan-pelan nanti bunda sama papa bangun"
"lepas, ya lu sih!, ngagetin gue, gue kira siapa!"
"ya, gue lewat sini, biar bunda sama ayah nggak tahu"
"lah! lu bukannya nginap di rumah teman lu"ucap El sinis dengan muka yang cemberut
"ciee, ada yang marah nih, kesel ya nggak di ajak?"
"ya, biasa lah dapat teman baru, yang deket ditinggal lah walaupun saudara" ell menyindir Aruna
"ya udah yuk masuk, biar gue ceritain yang sebenarnya" ucap Aruna merangkul ell
Aruna pun membawa ell duduk di atas ranjang....
"gue sebenernya nggak di rumah teman"
"terus lu dimana?heran ell
Aruna pun mulai menceritakan semua kejadian saat di cafe dan dicopet hingga sampai ditolong oleh Zee benar-benar detail hingga menimbulkan perubahan ekspresi ell disaat Aruna bercerita
"what!"teriak ell
"aduh, nggak usah teriak kamar lu, nggak kedap suara, kedengaran bunda gimana"
"iya maap, kan gue reflek gitukan, saking kagetnya lu sampe ketemu tuan Zee dibawa lagi ke apartemen nya, udah kayak bawa pacar aja ye kan"
"lu, nggak tau aja, sombongnya gimana"
"emang gimana?"
"bagian itu nggak usah diceritain kesel gue kalo ingat itu"kesal Aruna
"sok kesel lu, sebenarnya senang kan ketemu ama anak CEO, besar dong peluang lu diterima di perusahaan nya"ledek ell
"auah males, gue mau mandi dulu, gatel"Aruna melongos ke kamar mandi
baru beberapa langkah, fokus ell teralihkan pada bercak merah di leher Aruna yang cukup banyak, dan di tangan Aruna yang perlahan memudar
"na, tunggu!"teriak ell
"ell, lu ngapain sih, hobi teriak"kesal Aruna
"leher lu kenapa? jangan bilang kalo Lo nggak suci lagi!"
"ha?, leher?"Aruna pun berlari ke kaca rias di kamar itu
mata nya membulat...
"kok separah ini!" gerutu Aruna
"duhh, ell udah ngomong nya? gue mau mandi" runa langsung ke kamar mandi di kamar ell tanpa mempedulikan ell
"runa Lo udah berubah dalam semalam" gumam ell menatap kamar mandi
10 menit kemudian....
Aruna keluar dari kamar mandi dengan bathrobe
"ahhh, segerrrr" girangnya
"na, kalau sampai bunda sama papa tau gimana?"ucap ell yang duduk di bawah ranjang dengan tatapan kosongnya
"tau apa?"tanya Aruna tanpa dosa
"ya, tau kalau Lo udah nggak suci, apalagi nanti kalau Lo sampai hamil na, bunda pasti kecewa, tapi ada satu cara biar bunda sama papa nggak marah-marah amat, Lo bilang aja kalau kalau Lo di perkosa tapi Lo nggak usah bilang orangnya tuan Zee, Lo bilang nggak tau orang nya biar masalah nya nggak panjang, gue janji nggak bakal kasih tau bunda papa soal ini"
Aruna pun asik mengeringkan rambutnya sambil mendengarkan ucapan ell yang semakin melantur
" na lo kenapa diam aja sih, jangan bilang Lo mau bundir (bunuh diri) na jangan lakuin itu ya gue mohon kita akan ngomong pelan-pelan sama bunda dan papa. please jangan tinggalin gue na", ell yang mulai menangis
"ellena Anastasia Nicolas....lo mikir apa sih, siapa yang hamil?nggak ada yang mau bunuh diri ell" ucap Aruna memeluk ell
"terus gimana?"ell pun membalas memeluk erat tubuh Aruna
"gue nggak hamil ell dan gue juga nggak pernah berhubungan sama tuan Zee" tegas Aruna
"terus ini apa?"ucap ell memegang leher Aruna
"masa Lo nggak bisa bedain sih Ell, sok ngerti yang begituan tapi nggak tau beda nya alergi"
"what jadi ini alergi?"
"Lo makan udang na! udah tau alergi kenapa Lo makan"
"ya gue baru sadar dari pingsan, dia ngasih gue hamburger yang isi nya udang, karna otak gue belum bekerja sepenuhnya jadi gue nggak bisa bedain hamburger yang isinya udang itu, gue makan tu hamburger alhasil gue gatel dan terpaksa mandi "
"apa-apa? Lo mandi disana?"
"ya, terpaksa mau gimana lagi?"
"udah, ah gue mau tidur"
"oh ya, ibuk yang nempatin rumah Lo itu,bilang kalo Lo tadi kesana bener nggak sih?"
"oh, gue lupa cerita, tadi gue emang kesana, ibunya baik banget anak-anaknya juga lucu"ucap Aruna tersenyum membayangkan
"terus Lo tau nggak?gue juga nemu album foto gue sama papa dan mama, ahh senang nya" ucap Aruna dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang
"Lo nemu album?"
"iya"ucap Aruna senyum
"lh terus albumnya mana?"
"album?"
seketika Aruna bangkit dan membelalakkan matanya
"albumnya mana?"
"lh mana gue tau kan Lo nggak bawa apa-apa"
" aaaa.....albumnya mana?" Aruna merengek
"apa mungkin juga digondol tu preman?" rengek Aruna terkulai dilantai
"Lo kan tadi ditolong tuan Zee, mungkin ada sama dia"ucap ell menenangkan
"nggak mungkin tu si sombong mau mungut barang gue" Aruna merengek
"ya kita tanya aja dulu, besok gue temenin kan weekend" bujuk ell
"yok tidur"ajak Ell
"duluan aja, gue mau ke dapur cari minum"ucap Aruna lemas
saat akan ke dapur Aruna mendengar deru mobil...
"siapa? seperti bunyi mobil papa"gumam Aruna Aruna pun melihat jam menunjukkan pukul 04:15
penasaran Aruna pun melangkahkan mendekati pintu
terlihat Niko berjalan....
"papa"panggil Aruna
"sayang, kok udah bangun?"tanya Niko lembut
"ouhh, runa haus jadi mau kedapur ambil minum"ucap runa cengengesan
"papa baru pulang?"
"iya, tadi banyak kerjaan di kantor"
"papa nggak papa?"tanya Aruna melihat wajah Niko yang tampak sangat lelah
"papa baik-baik aja,ya udah papa masuk dulu," ucap Niko sembari mengelus puncak kepala Aruna lembut
"papa kenapa ya?"gumam Aruna masih bingung
"nggak biasanya papa lembur" batin Aruna
Aruna pun membuang pikiran buruknya dan melanjutkan langkahnya menuju dapur....
to be continued.....
jangan lupa, like, coment....