My Wild Wife

My Wild Wife
hadiah



"dimana bunda?"


"bunda lupa nama perusahaan nya, kamu tahu sendiri kan bunda pelupa udah tua makin pikun" ana mengusap pipi Aruna dengan lembut


"bunda itu masih muda Dimata aruna" Aruna bergelayut manja di tangan ana menyadarkan tubuhnya


"anak bunda semuanya baik" senyum ana membalas pujian yang dilontarkan Aruna


" oh ya, kak Rey ngirim paket, katanya hadiah buat kalian, paketnya bunda taro di atas meja samping kamar kalian" ana sempat lupa jika anak sulungnya memberikan dua hadiah untuk adik yang begitu Rey sayangi


"beneran bunda?,kalau gitu Aruna mau liat ah" Aruna pun langsung menuju kamarnya seakan tak sabar dengan hadiah yang apa yang akan Rey berikan, Aruna melihat disamping kamarnya 2 kotak hadiah yang terletak di atas meja



"ini hadiahnya?" lirih Aruna menatap aneh dua box dengan bungkus yang bisa dibilang unik.


Aruna pun melihat namanya dan ell yang tertera di atas kado itu.


"isinya apa sih?" gumam Aruna mengambil salah satu kotak yang bertuliskan namanya. terlihat jika kedua box kado itu berbentuk dan besarnya sama.


"apa isinya beda?" lirih Aruna


"nunggu ell aja deh" Aruna membawa dua kotak itu menuju kamarnya. ia akan membukanya di kamar bersama ell nantinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sementara Zee dikantornya sibuk memandangi sebuah photo, photo siapa?, siapa lagi jika foto Aruna saat kecil, Zee sibuk membolak-balik album photo itu,entah ada apa sebenarnya dengan photo itu hingga membuat seorang Lazaro Zeegan Klaus harus memandanginya begitu intense


tok..tok..suara ketukan pintu terdengar yang bisa ditebak jika itu sudah pasti Al


Zee buru-buru langsung memabalikkan album tersebut diatas meja.


"masuk" titah ell dengan bersikap santai tanpa terlihat tengah menyembunyikan sesuatu.


"waktunya jam makan siang tuan, apakah anda ingin dipesan kan atau datang langsung?" tawar Al


"aku ingin datang langsung" ucap Zee beranjak sembari memakai jasnya mendahului Al


"bagaiman dengan nya?" tanya Zee di sela langkahnya, walaupun terkesan cuek Zee tetap memantau kinerja Sean melalui Al


"tuan Sean sedang berada di perusahaan cabang tuan" jawab Al


"perusahaan cabang? yang mana?"


"perusahaan properti tuan"


"papa yang menyuruhnya?" tanya Zee


"iya tuan, tuan Sean kesana atas perintah tuan besar" jawab Al


Zee tak lagi mengeluarkan suara begitu pula dengan Al


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"ell Lo dimana sih?" pertanyaan itu dilontarkan Aruna karena dari tadi ell sama sekali tak mengangkat ponselnya


"rahasia" tawa ell


"banyak gaya lo" cibir Aruna


"biarin"


"Lo tau nggak kak Ray ngirim paket?" Aruna mulai memancing ell dengan hadiah yang dikirim Rey


"yang bener Lo?apa isinya?" semangat ell menggebu, ketika mendengarkan jika Rey mengirim hadiah


"gue belum buka, nungguin Lo nih menurut gue ya kayaknya hadiahnya mewah" lagi-lagi Aruna mengompori ell


"yakin Lo na, kalau gitu gue pulang dulu" ucap ell dan langsung menutup teleponnya. sepertinya ell begitu antusias mendengar Rey memberi hadiah


"jika soal hadiah, ni anak cepet" ledek Aruna menatap ponselnya yang sekarang telah diputuskan ell lebih dulu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kantor pusat Klaus group kedatangan CEO Klaus group Jeff Warren Klaus, para karyawan menunduk hormat


walaupun sudah berumur, itu tidak mengurangi aura ketampanan seorang Jeff Warren Klaus, perawakan tinggi gagah, berwibawa menjadi ciri khas nya, jadi tak heran Zee dan Sean setampan itu karena itu jelas menurun dari ketampanan sang ayah


"dimana Zee?"tanya nya datar dengan penuh wibawa


"tuan Zee dan sekretaris Sean seperti nya masih makan siang tuan" jawab Dila yang tak lain sekretaris spesialis yang bertugas hanya untuk mengurus keperluan perusahaan, berbeda dengan Al yang mengurus segala keperluan zee,jika Zee tidak datang ke kantor Al lah yang menghandle masalah perusahaan


"apa dia baru pergi?" Jeff menaikan sebelah alisnya


"sepertinya sebentar lagi tuan Zee dan sekretaris Al akan kembali, apa tuan ingin menunggu di dalam ruangan tuan zee?" tanya Dila dengan sopan


"mari saya antar tuan" tawar Dila


"tidak perlu, saya bisa sendiri silahkan lakukan pekerjaan lain" ucap tuan Jeff datar


dan berlalu meninggalkan Dila


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dirumah keluarga Nicolas...


"assalamualaikum" teriak ell dan langsung menuju kamarnya


ana pun keluar dan melihat ell yang berlari menuju kamar Aruna


"ell, kenapa lari-lari?" panggil ana


"'urgent bunda" teriak ell


ana pun langsung menuju kamar Aruna melihat apa yang dilakukan ell sehingga begitu terburu-buru


"runa!" teriak ell dan membuka pintu kamar Aruna


"apa sih Ell, teriak-teriak gitu!, bisa nggak sih biasa aja"ucap Aruna dan bangun dari ranjangnya


"mana paket dari kak ray?" tanya ell semangat


"ouhh paket itu, Aruna pun mengeluarkan dua kotak hadiah yang merupakan paket yang dikirim oleh Ray


"eh bunda, ada apa bun?"tanya Aruna pada ana yang masuk ke dalam kamarnya


"ell, tadi lari-larian ke kamar memang nya ada apa?"


"ell mau buka hadiah yang dikirim kak rey" girang ell


"lain kali jangan lari-larian nanti jatuh" nasihat ana


"iya nih ell, pake lari-larian segala" ucap Aruna yang ikut mengompori ana


"iya-iya" jawab ell


"lagian isinya apa, sampai buru-buru gitu?" tanya ana


"'ini mau buka " ell pun langsung membuka kotak hadiah tersebut


ell pun langsung membuka kotak hadiah tersebut


seketika wajah yang tadinya senang berubah menjadi begitu begitu masam


"kak reyyy......."teriak ell kesal


"kenap sih Ell?"tanya Aruna penasaran dan melihat isi dari kotak itu


seketika tawa nya memecah


"ha-hahaha"tawa Aruna tak berhenti


melihat isi hadiah itu


ell yang melihat nya hanya cemberut


"memangnya isi nya apa?" tanya ana yang dibuat ikut penasaran oleh tawa Aruna lalu melihat isi dari kotak itu


ana ikut tertawa tapi dengan tawa tertahan ternyata kotak itu berisi sebuah cangkir keramik tapi tidak itu yang membuat nya lucu tetapi gambar yang ada pada cangkir yaitu gambar seekor monyet dengan ekspresi yang begitu lucu


"bunda kenapa ketawa ngikutin aru aruna kesal ell


"ini gara-gara kak Rey kesal ell berapi-api


"mangkanya jangan terlalu senang, kamu lupa yang ngasih hadiah kak rey?"ledek ana


"na isi kotak lo apa?"tanya ell penasaran dengan isi dari kotak hadiah Aruna yang diberikan oleh Rey, apakah isi nya sama atau berbeda?


"gue juga nggak tau, kan belum sempat buka" ucap Aruna yang dibuat penasaran juga dengan isi dari hadiahnya


"buka gih, kepo nih apa sih isinya" ucap ell


"oke, mari kita buka" semangat Aruna


happy reading.....


jangan lupa, like, coment, and vote....