My Wild Wife

My Wild Wife
pertolongan



kedua pria tersebut berjalan terseok-seok


menuju motornya


Zee hanya tersenyum sinis menatap kedua preman tersebut gaya dan kemampuan nya sama sekali tidak sinkron pikir zee.


Zee beralih menatap seorang gadis yang terkapar di tanah tak lain adalah Aruna.


Zee mengakat Aruna ala bridal style dan membaringkan nya di belakang kursi kemudi tapi sebelum itu ia sedikit terpaku menatap Aruna dari dekat. ada yang lain dengan wajah itu tapi Zee langsung tersadar menggelengkan kepalanya.


"huh merepotkan kan saja ... "gumamnya


saat melangkah Zee melihat sebuah buku


album dan tas yang tergeletak di


tepi jalan tepat di samping Aruna yang pingsan tadi.


zee, mengambil album dan handphone tersebut melemparkan nya di samping kursi kemudi. ya sungguh lemparan menganggap barang tersebut tak ada harganya.


Zee pun masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan jalanan sepi tersebut...


didalam mobil Zee sesekali melirik Aruna yang belum juga sadar...


"kemana harus ku antar gadis ini? "gumam zee bingung, dan mengambil handphone didalam saku jasnya


"dimana kau?".... tanyanya langsung pada seseorang di ponselnya


"saya sedang di rumah utama tuan, melaporkan perkembangan perusahaan pada tuan besar"...ucap seseorang di sebrang sana


yang tak lain adalah aL sekretaris pribadi zee


"ah, sialll "umpatnya, lalu mematikan sambungan telepon, dan beralih menelfon seseorang


''ke apartemen ku sekarang'' titah nya seperti nada memerintah dan mematikan sambungan telepon


lalu menjalankan mobil menuju apartemennya tak ada pilihan lain selain apartemen nya jika saja Al ada pasti Zee telah memerintahkan Al mengantar gadis yang tak tahu asal-usul nya ini...


beberapa menit kemudian...


hingga tibalah di sebuah apartemen yang cukup mewah. apartemen bagi kaum elit dan hanya beberapa lantai dan tiap lantai hanya satu apartemen bisa dibayangkan harga apartemen itu tapi tak ada yang tidak mungkin bagi keluarga Klaus bukan?.


Zee turun lalu menggendong Aruna ala bridal style menuju apartemen nya walaupun ia sempat berkata bahwa tubuh Aruna cukup berat tetapi ia tampak biasa saja mengangkat tubuh Aruna dengan enteng lagi-lagi perkataan dan tindakan Zee sama sekali tidak singkron.


tiba diapartemen Zee merebahkan Aruna di ranjang king size nya....


"berat sekali,bagaimana bisa tubuhnya yang kecil ini berat"....kesal Zee menatap Aruna dengan pandangan yang sulit di artikan


tak berselang lama bel berbunyi, ....


Zee langsung membukakan pintu apartemennya yang menampakkan pria dengan dengan balutan kemeja dan jas yang berada di tangannya dan jangan lupakan tas yang berisi peralatan medis di tangannya.


"laman sekali kau, berapa kecepatan mobilmu!?"


kesal Zee yang sangat tak suka menunggu dan si lawan bicara hanya bisa menatap Zee kesal tanpa berani menjawab.


Rian adalah sepupu dari Zee dan sean ,anak dari adik Jefferson (ayahnya Zee), Rian bisa dibilang cukup dekat dengan Zee, Rian tahu jika Zee tidak menyukai rumah sakit, karena sebuah trauma yang membuat Zee sangat membenci rumah sakit.


"siapa yang sakit?" tanya Rian menatap Zee tak seperti orang yang sedang sakit.


''ikut aku! dia ada dikamar...''ucap Zee


mengajak Rian menuju ranjang Aruna dan diikuti Rian dengan wajah malas dan masih ditekuk tampaknya ia benar-benar kesal


"wow, apa ini Zee? siapa dia? benar-benar mengejutkan! apa sekarang kau sudah sembuh?" Rian bertanya dengan rentetan pertanyaan dengan antusias. karena sepupunya itu benar-benar mengejutkan nya.


"diam dan tugas mu hanya memeriksa mereka" sarkas Zee tak menjawab satupun pertanyaan dari Rian


"bersantai?club?"....sinis Zee menatap Rian dengan senyum remeh


"ayolah Zee, kau begitu mengganggu..!."kesal Rian. sebenarnya ini bukan lagi jam kerjanya tetapi mau tak mau ia harus memenuhi panggilan mutlak dan tak bisa dibantah dari sang sepupu yang sangat menyebalkan dulu dan sekarang.


"kau dokter, tapi bermain di klub bersama banyak wanita, aku ragu jika kau benar-benar dokter"... sindir Zee tersenyum sinis


"diam kau!", kesal Rian sembari memeriksa


keadaan Aruna. Rian paling tidak suka jika Zee membahas profesi dan hobinya. ya meskipun hobi Rian memang ke klub yang penuh dengan wanita dan alkohol itu


"siapa dia?dimana kau menemukan nya?'' tanya Rian menatap Aruna yang terbaring dldiatas ranjang king size milik Zee tak biasanya sepupu nya itu membawa wanita dan bahkan ini kali pertama ada perempuan di kamar Zee


''zee kau ternyata licik juga ya, kau bahkan membawanya langsung keapartemen ,pasti om Jeff tidak tahu bukan?'' ucap Rian menaikkan sebelah alisnya menatap Zee


''huh,Zee menghela nafas kasar,


dia bukan siapa-siapa ku, aku menemukan di jalan x, dia diganggu preman jadi aku menolong nya''...ucap Zee menjelaskan tak ingin terjadi salah paham


"apakah aku bisa mempercayai itu?" ledek Rian yang dihadiahi tatapan tajam Zee


''kau kesana lagi? sendiri?''tanya Rian sendu


"hmm, jika tidak sendiri lalu dengan siapa lagi aku kesana?''


Rian pun menepuk pundak Zee...


''ajak aku jika kesana, jangan sendiri''...ucap Rian sendu


''bukankah kau sibuk di club mu itu?''balas Zee sinis


''hey, kau salah! aku sibuk di rumah sakit''....ralat Rian


'' ck rumah sakit, oh ya apa sakitnya''?tanya Zee menatap Aruna yang belum juga sadar dan nampak tenang di ranjang nan lembut itu


''ouh, dia hanya butuh istirahat dan jangan lupa memberinya makan saat dia sadar''....ucap Rian


''apa?hanya itu?kau serius memeriksanya?''


tanya Zee tidak percaya


''kau meragukan ku?disini aku dokternya! dia itu hanya pingsan karena terlambat makan, itu sudah umum bagi penderita maag yang cukup parah, kau hanya perlu memberi nya makan dan obat maag setelah sadar nanti''


...kesal Rian


''apa maag? jadi dia hanya pingsan karena maag?'' tanya Zee tak percaya


'' iya, memang nya kau mau dia sakit apa?gagal ginjal? jantung koroner?katarak? lumpuh?kalau begitu kau saja yang menjadi dokternya,'' kesal Rian ...


''kau berani membentak ku?'' sentak Zee marah padahal Rian hanya menaikkan sedikit nada bicaranya tetapi di mata Zee itu sudah seperti bentakan sungguh manusia yang langka


''iya, kau pengganggu! seharusnya aku telah bersenang-senang sekarang tapi kau menghancurkan nya'' bukannya takut Rian balik menatang sepertinya ia benar-benar kesal


''pergi''..usir Zee


''jadi setelah urusan mu selesai, kau mengusir ku?''


''ya,'' ucap Zee mendorong Rian keluar dari apartemen


''awas khilaf, tapi dia cantik ju-"


belum sempat Rian menyelesaikan kalimatnya Zee lebih dulu menutup pintu...


''kurang ajar sekali dia, gerutu Rian'' dan berlalu meninggalkan apartemen


happy reading....