
"hai... "ucap seseorang gadis
aku pun beralih menatap seorang anak perempuan yang sebaya denganku, dan bocah laki laki yang berdiri disampingnya
"aku elena, dan ini ray kakak ku memang dia tidak cantik, tapi dia cukup ganteng..." ucapnya lagi
yang di hadiahi toyoron oleh Ray..
"kakkkk ....."ucapnya sambil cemberut
aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka..
"Aruna, sayang ayo pulang sekarang kamu tinggal dimana?.."ucap Tante ana
"sekarang aruna tinggal dirumah, sendiri,Tante.. "ucapku
"sendiri? Aruna nggak tinggal sama nenek?" tanyanya
"iya Tante, nenek benci sama Aruna,, Tante apa benar Aruna anak pembawa sial? semua ninggalin Aruna, semua benci sama aruna, sekarang Aruna nggak punya siapa siapa Tante.."ucapku sambil menagis
Tante ana langsung memeluk ku..
"sayang.. Aruna bukan pembawa sial sayang,
semua ini musibah Aruna nggak salah apa-apa, Aruna harus kuat ada tante, ada om , ell, ada kak Ry..".ucap Tante ana
semua ada buat aruna jadi mulai sekarang Aruna nggak boleh sedih...ucap om Niko membuka suara, setelah lama terpaku menatapku penuh iba...
"iya jangan sedih aku mau jadi kakak kamu....." ucap ellena tersenyum
"hah.. apa?kakak?nggak salah?..."ucap ray mengernyitkan kan dahi
"emeng kenapa?" ucap ellena tanpa dosa
"dia sebaya dengan mu,, yang kakak itu aku.."ucap ray sombong
"Aruna mau tinggal sama Tante?.."tanya Tante ana
"Aruna nggak mau Aruna mau dirumah Aruna Tante.." jawabku menggeleng
"Aruna nggak boleh sendirian di rumah, nanti Aruna kenapa-napa gimana?papa sama papa nanti sedih liat Aruna sendiri, Aruna nggak mau kan liat papa sama Mama sedih?." ucap Tante ana sendu...
"tapi apa mama, papa nggak sedih liat Aruna sendiri? "ucap ku sendu
"sayang.... Aruna nggak boleh gitu, papa sama Mama pasti sayang sama Aruna,, mereka ingin Aruna terus berjuang, jadi anak pintar dan mandiri, mereka percaya ,Aruna itu kuat aruna percaya kan sama papa? Tante, om, ell,kak Ray selalu ada buat aruna, jadi aruna
mau kan tinggal sama Tante.".ucap Tante ana
aku hanya mengangguk lemah..
"ell dan Ray baik, kalian bisa jadi saudara yang saling menyayangi.."ucap om Niko
"iya kak Ray nggak gigit kok, jadi kamu jangan takut ..."timpal ellena
"kenapa kakak lagi sih Ell..." kesal ray tak terima dijadikan candaan oleh ell
"aku cuma ngehibur , biar dia nggak sedih.."ucap ell tanpa dosa
"tapi Tante Aruna ingin tetap rumah.."lirih Aruna menunduk
"nanti kalo Aruna rindu rumah, runa bilang sama tante atau om kita akan antar runa
kerumah..."ucap Tante ana merayuku
lama-kelamaan aku pun menurut pada kedua orang tersebut
kami pun berlalu meninggalkan pemakaman.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
20 menit kemudian,....
kami sampai dirumah...
terlihat nenek, Tante Erika,om Edo(suami Tante erika), Vera, dan seorang yang ku kenal yaitu pak Irwan beliau adalah penacara papa , yang berdiri di halaman rumah
akupun langsung tersenyum ternyata nenek masih peduli terhadap ku..
akupun langsung berlari mendekati nenek
"nenek.... "teriakku,aku hanya senang karena ini kali pertama nenek kerumah..
hanya kulihat tatapan sinis nenek, dan muka mengejek Tante Erika dan om Edo
tunggu!! bukankah kemarin Tante Erika sangat baik kepada ku? kenapa sekarang begitu? batinku..
hati ku begitu pilu melihat nenek masih seperti itu..
nenek dengan sikap lembut kepada ku hanya mimpi, nyatanya tatapan penuh kebencian yang kulihat..
"maaf buk setidaknya ibuk menjaga sikap.".
ucap om Niko kesal dengan tingkah nenek yang tidak sama sekali menunjukkan rasa kasih sayang, bahkan rasa iba pun begitu mustahil bagi nenek padaku
"siapa kau berani menasehati ku..." balas nenek
"apa ibuk lupa aku Niko,,sahabat orang tua Aruna, ibuk masih sama seperti dulu... "lanjut om niko
"owhhh..kau orang yang merusak anak ku, aku tak mungkin lupa, jika bukan kau yang mengenalkan wanita murahan itu, anakku pasti selamat, kau menghancurkan nya ...." ucap nenek menatap tajam om Niko..
"saya hanya membantu rendra(ayah Aruna) untuk keluar dari kekangan ibunya, saya hanya kasihan dengan nya hidup seperti robot, dikendalikan oleh orang tua nya sendiri... "ujar om Niko tak kalah tajam.
"diam kau...!"bentak Tante Erika,
"jangan campuri urusan keluarga ku..
sekarang kalian pergi dari sini!" bentak Tante Erika
"kalian tidak berhak mengusir Aruna..
rumah ini milik nya.."tegas om Niko
"ha?Haha..... Tante Erika terbahak
apa? rumah ini milik nya? kakak ku tak kan pernah memberikan sepeserpun kepada anak pembawa sial ini!!..." ujar Tante Tika menatap ku tajam
"rumah, perusahaan dan semua aset atas nama ibuku dan yang pasti ibu mas rendra.."ucap Tante Erika tajam..
"apa maksudmu?" tanya om Niko
paket Irwan bisa dijelaskan..."ucap Tante erika dengan muka mengejek..
pak Irwan membuka suara...sambil memberikan beberapa berkas kepada om niko
"baik pak disini di jelaskan bahwa semua aset hak milik bapak rendra dan ibuk Dewi (mama Aruna) termasuk Gono gini ,sudah di atas namakan kepada orang tua dari bapak feri yaitu nyonya Anjani.."ujar pak Irwan
"mengapa bisa begitu? "tanya om Niko..
"bapak bisa melihat disini tanda tangan dari bapak rendra dan ibu Dewi,ini asli tanpa rekayasa sama sekali, bapak bisa lihat? "ujar pak Irwan..
"kalian benar benar licik..."ucap om Niko
nenek, Tante Erika ,om Edo hanya tersenyum mengejek...
"sekarang bawa saja anak pembawa sial dari wanita murahan itu..." ucap nenek tajam
"dia bukan anak pembawa sial!, dan satu lagi aku memang akan membawanya,, karena aku masih manusia bukan iblis seperti kalian!."emosi om Niko
"tutup mulut kotormu!! "ucap om Edo bersuara...
"dibandingkan aku, jelas kalian lebih kotor, dan kau?menunjuk om edo aku rasa sebentar lagi akan menjadi robot,, atau telah menjadi robot?" tajam om niko..
"kauuuuuu....!"
"Ayo," ajak om Niko kepada kami(aku,Tante ana, Ell, dan kak Ray)
"oh ya tunggu saja balasan kalian,, aku tidak yakin hanya diam saja..."ujar om Niko dan berlalu membawa kami pergi.
di mobil.......
"maafkan om, dan tante baru datang, selama ini om dan tante tinggal di Amerika, kami putus kontak dengan orang tua mu, kami tak bertemu lagi, hingga om mendengar berita ini, tetaplah bersama kami, om dan tante akan menjagamu dengan baik, dan maaf om tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan rumah dan perusahaan mama, papa.."ucap om Niko
aku hanya mampu berterima kasih
terima kasih ya Allah telah mendatangkan malaikat seperti om Niko dan tante ana
batinku...
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*
hingga aku tumbuh besar bersama om Niko dan tante ana yang sekarang ku panggil papa dan bunda, ellena yang sangat menyangiku, serta kak Ray yang menjaga ku seperti adiknya sendiri..
author.
ini tulisan pertama ku, maaf kalo ada tanda baca yang kurang sesuai , dan typo yang bertebaran, semoga kalian suka,
jangan lupa like & coment guys.....
happy reading,