My Wild Wife

My Wild Wife
mimpi itu lagi?



"arghhhh..... "teriak Aruna, terlihat jam di samping nya menunjukkan pukul 02:30 wib


sekelebat bayangan itu muncul kembali, bayangan dimana kehilangan papa, mama,


bayangan yang terus muncul di benaknya dimana mama tergeletak bersimbah darah tepat di depannya, Aruna tidak tau mengapa bayangan itu terus menerus menghantui nya hingga dewasa saat ini berumur 23 tahun bayangan itu selalu datang , Aruna kembali terisak sambil memangku kedua kakinya, membenamkan kepala di antara kedua lututnya, memeluk tubuh dengan erat ,kenapa bayangan itu muncul kembali? sekelebat bayangan itu teringat begitu jelas di benak nya....


air matabya luruh seketika, ia menangis dalam diam hingga tertidur dengan posisi duduk memangku kedua lututnya.


hingga alaram jam di samping Aruna berbunyi yang membuatnya terbangun diraih jam di atas nakas terlihat pukul 04:50, ia segera beranjak dan melaksanakan kewajiban nya, mengambil wudhu dan melaksanakan sholat nya


"kumohon berikan mama dan papa kebahagiaan , ketenangan di sana"


"aku bersyukur tinggal bersama Tante ana yang sekarang ku panggil bunda, orang yang merawat ku selama ini 17 tahun terakhir, menyangiku tanpa membedakan ku dengan kedua anaknya, tidak hanya bunda om Niko yang sekarang ku panggil papa sama baiknya dengan bunda mereka benar benar malaikat penolong bagiku, mereka menyekolahkanku, kuliah, fasilitas , semua nya sama tak ada perbedaan, aku dimata mereka sama seperti anaknya dan begitu juga kedua saudaraku yang memeperlakukanku dengan amat sangat baik


siapa lagi jika bukan ellena dan kak Ray" tanpa sadar ia menumpahkan keluh kesah nya dalam doa


hingga terdengar ketukan pintu, sambil seseorang memanggil nama Aruna..."runa, sayang udah bangun?"


panggil ana sang bunda dibalik pintu kamar


"iya bunda.." sahut Aruna


ia pun membuka pintu, terlihat bunda berdiri dengan celemek yang masih melekat di tubuhnya..


"bunda, udah masak? kenapa nggak bangunin aruna,?"


tanya Aruna


"iya kalian kan mau siap-siap ngelamar kerja, bunda nggak tega bangunin ,buat bantu bunda..."ujar ana tersenyum


"lain kali bunda bangunin aruna biar Aruna bantu" ucap Aruna cemberut, karena memang Aruna sangat suka memasak dengan catatan tidak bersama ell


"iya -iya buruan mandi ell aja udah siap siap dari tadi, pasti sekarang di meja makan.."


"huh.. sudah ku duga, gadis itu jika soal makanan pasti tidak pernah lupa .."ujar Aruna


"jika tidak makan yang utama bukan ell namanya ...."tambah ana


yang membuat Aruna dan ana tertawa...


"sudah-sudah ayo bersiap nanti terlambat.." nasehat ana


"siap bunda" ucap Aruna sambil mencium pipi ana


"kebiasaan ..."ucap ana geleng-geleng kepala


"morning kiss... "Aruna terkekeh geli


ana menyentuh pipi Aruna sembari mengamati wajah Aruna, menelisik ada yang tampak berbeda


"runa okey?runa nggak tidur tadi malam?" tanya ana melihat wajah Aruna tampak sembab dengan lingkar mata yang hitam seperti mata panda.


"runa nggak papa kok bun, tadi malam runa nggak tidur karena marathon Drakor...hehe" ucap Aruna cengengesan menutupi kebohongan nya.


"runa nggak lagi bohong kan?" tanya ana menelisik kebohongan di wajah Aruna


"e-enggak kok, runa nggak bohong"


"bunda harap begitu, karena runa tahu bunda nggak suka kebohongan" tutur ana berharap anaknya tersebut terdiam dan menunduk


"iya bunda, runa nggak bohong kok"


"ya udah kalau gitu, bunda ke meja makan dulu, siap-siap gih" perintah ana yang dijawab anggukan oleh Aruna


"maafin, runa bunda" monolog Aruna menunduk menatap punggung ana yang berlalu


15 menit kemudian


Aruna telah selesai bersiap,ia memang bukan tipe orang yang lama jika mandi dan berdandan , 15 menurutnya sudah lebih dari cukup,, berbeda jika ell yang mandi dan berdandan bisa sampai 50 menit, ell adalah tipe orang yang ribet soal penampilan tetapi aku hanya masa bodo ,tidak heran jika ell mempunyai puluhan mantan, lebay? tentu tidak karena memang benar adanya gadis itu mempunyai sejuta pesona, orang-orang pasti berfikir ell murahan, kalian salah besar!, karena ell sangat pemilih dan selektif dalam memilih pacar, saat kecil hingga kuliah kami tidak di biarkan bebas oleh papa , diawasi dari jauh dengan bodyguard yang sengaja disediakan Nicolas , meski dari jauh itu sangat mengganggu, tapi bagaimana lagi itu peraturan mutlak dari Nicolas, tapi sekarang tidak lagi setelah lulus kuliah Aruna dan ell diperbolehkan untuk tidak memakai bodyguard lagi walaupun dengan banyak peraturan dari papa dan bunda.


setelah memakai setelan rok dibawah lutut , Kemeja putih dan tak lupa rambut ku kuncir kuda, serta make up tipis yang selalu menjadi ciri khas Aruna.


Aruna pun beralalu menuju meja makan..


dimeja makan telah ada ana, Nicolas dan ell.


elle menatap intens Aruna ...


"apa? "tanya Aruna


"na lu bedakan kan, pake lipstik kan?"tanya ell


dengan wajah herannya...


"gw ngelamar kerja bukan ngelamar suami" ucap Aruna dengan bibir mengerucut tak terima di ejek seperti itu oleh ell


"lagian nggak make up aja cantik apalagi make up bisa bisa aku yang dilamar"sombong ku...


yang hanya dibalas tatapan malas ell


bunda dan papa hanya menggeleng melihat perdebatan Aruna dan ell sudah biasa melihat tingkah kami yang kekanakan....


"ayo makan "ajak Nicolas sang papa


setelah makan papa membuka suara....


"kalian mau ngelamar kerja dimana?" tanya papa


papa, menyuruh kami untuk mencari kantor yang lebih bagus,dan tidak memperbolehkan kami bekerja di kantor papa , alasannya hanya bukan basic kami di bidang industri, kami hanya menurut , apa yang papa katakan mungkin itu yang terbaik bagi kami tanpa bertanya lebih jauh lagi...


"kalo aku sih lihat lingkungan dan kantor nya pa"... ucap ell sok bijak


"aalllh , paling lihat tampang boss nya" ucap Aruna menimpali


aku sudah tau isi otak gadis itu, otak nya sangat mudah terbaca...


"runa ngomong suka benar..".ucap ell dengan menatap geram kepadaku


bagaimana tidak geram, bisa" ell diceramahi habis habisan oleh Nicolas


"jika bekerja itu harus fokus yang dilihat bukan boss nya" ucap Nicolas menyindir ell


"iya pa , iya..." cemberut ell


Aruna dan ana hanya terkekeh melihat ell


Aruna dan ell pun pamit lebih dahulu...


kepada papa dan bunda, runa sama ell, berangkat ya doa'in biar keterima ucap ku dan ell sambil mencium tangan mama dan papa..


"hati hati.. "ucap bunda mencium dahi Aruna dan ell bergantian..


"dahhh pa, Bun assalamualaikum" pamit Aruna dan ell seraya mencium kedua pipi bunda dan papa..


"waalaikum'salam" jawab papa dan bunda bersamaan


Aruna dan ell pun berlalu...


happy reading....


jangan lupa like, coment and vote....


visual Aruna dewasa....




ellena Anastasia Nicolas




Vera eraxa Anjani