My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 8



Anjani mengadu ke Bu Hana karena dirinya terus merasa di abaikan oleh Ristan. Satu hari ini saja dirinya terus menelepon Ristan dan tidak ada satu pun panggilan yang di jawab.


Anjani mulai marah dan membanting barang-barang yang ada di sekitarnya. Kini dirinya yang berada di tempat pemotretan langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan.


"Anjani. Hei... Kau akan pergi ke mana?" Teriak Sandi yang merupakan sang fotografer


"Aku akan pergi" Jawab Anjani terus berjalan tanpa melihat ke arah belakang dengan melambaikan kedua tangan miliknya


"Maafkan Anjani. Sepertinya moodnya kurang bagus" Ucap Jimi menundukkan kepala seraya meminta maaf atas kelakuan Bosnya


"Kau ini hanya minta maaf dan tidak bisa berbuat apa-apa. Cepat pergi dan bujuk Majikan mu!" Perintah Sandi memelototi wajah Jimi


Jimi segera berlari mengejar Anjani, namun sangat di sayangkan dirinya kehilangan jejak Anjani. Beberapa orang yang melihat Anjani mereka menjawab Anjani pergi sendiri membawa mobil miliknya.


"Ah.. Sial" Teriak Jimi kesal dan segera mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi ponsel Anjani


"Di luar jangkauan" Gumam Jimi segera berlari menuju ke tempat parkir dan akan pergi ke rumah Anjani


Setelah dirinya mendapat hukuman lagi dari Ristan. Kini Jasmine mogok pergi ke sekolah. Dari pagi hingga hari mulai siang Jasmine masih berada di atas tempat tidur dengan mengotak-atik ponsel miliknya.


"Aku bosan" Teriak Jasmine mengacak-acak rambut miliknya sendiri


Jasmine kembali duduk di pinggir tempat tidur dengan men-scroll tik tok. Jasmine yang memiliki ide dirinya segera membuat video dan akan menguploadnya ke dalam aplikasi tik tok. Jasmine mulai mengambil video dan dirinya kini sudah beraksi, bergoyang di atas tempat tidur.


Di tempat lain, seseorang sedang tertawa keras. Saat kedua mata itu begitu intens melihat rekaman video cctv. Dengan diam-diam Ristan sudah memasang kamera cctv di dalam kamar Jasmine.


"Tuan" Panggil Alif menautkan kedua alis miliknya setelah melihat Ristan tertawa keras


"Iya. Ada apa?" Tanya Ristan yang matanya masih tertuju pada rekaman cctv


"Sepertinya Anda" Jawab Alif terbata-bata


"Lupakan. Ayo, kita pergi ke kantor!" Ajak Ristan segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi di ikuti oleh Alif


Saat dirinya menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Bu Atul. Ristan langsung berpamitan kepada Bu Atul agar menjaga Jasmine selama dirinya di luar rumah. Ristan juga menegaskan kepada Bu Atul. Jangan sampai Jasmine keluar rumah apalagi kelayakan bersama dengan teman-temannya.


Perut Jasmine mulai keroncong, awalnya Jasmine bisa menahannya. Namun setelah dirinya bergoyang-goyang hal itu menguras tenaga Jasmine. Dirinya menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur merasa lemas dan tidak bertenaga lagi.


Jasmine keluar dari kamar miliknya berjalan mengendap-ndap menuju ke arah ruang makan. Jasmine melihat keadaan di sekitarnya, setelah aman dirinya langsung duduk di kursi meja makan. Dan segera membuka tudung saji.


"Tidak ada makanan" Ucap Jasmine memelototi meja makan tersebut dan menagis


Jasmine menuju ke arah kulkas, dirinya melihat roti dan biskuit di dalam kulkas itu.


"Lumayan untuk mengganjal perut" Ucap Jasmine segera duduk di depan kulkas dan memakannya begitu rakus


"Nona Jasmine. Apa yang Nona lakukan?" Tanya Bu Atul melihat Jasmine


"Aku lapar" Jawab Jasmine dengan mulut yang masih dipenuhi biskuit


"Astaga, pelan-pelan makannya" Ucap Bu Atul segera duduk di samping Jasmine


"Sttt diam. Nanti Ristan memergokiku" Jawab Jasmine berbisik di telinga Bu Atul


"Tuan tidak akan memergoki, Nona. Karena Tuan Ristan sudah pergi ke kantor" Ucap Bu Atul berbisik di telinga Jasmine


"Apa? Kenapa Bu Atul tidak memberitahu ku dari tadi" Jawab Jasmine segera berdiri dan duduk di kursi


"Maaf" Ucap Bu Atul lirih dengan menundukkan kepala


"Aku sangat lapar. Kenapa Bu Atul tidak memasak?" Tanya Jasmine melihat wajah Bu Atul


"Maaf Non. Bahan persediaan di dapur habis" Jawab Bu Atul meringis


"Oh" Ucap Jasmine segera berdiri dan kembali ke dalam kamar miliknya


Bu Atul meninggalkan rumah dan sudah memberi arahan kepada para pengawal agar menjaga Jasmine saat dirinya pergi. Dengan sigap pengawal itu terus berjaga di depan sana.


"Tin... Tin..." Terdengar suara klakson mobil


Anjani segera keluar dari mobil dan berdiri di depan rumah Ristan. Pak Joko yang melihat kedatangan Anjani hanya mampu tersenyum dan menundukkan kepala.


Anjani menekan bel rumah tersebut, Anjani menekannya kembali namun tidak ada yang membuka pintu tersebut.


"Berisik..." Teriak Jasmine saat membuka pintu tersebut


"Kau" Ucap Anjani memelototi wajah Jasmine


"Kau" Jawab Jasmine menunjuk ke arah wajah Anjani


"Kenapa kau bisa membuka pintunya?" Tanya Anjani terbata-bata


"Karena aku tinggal di rumah ini" Jawab Jasmine dengan santai sembari melipat kedua tangan miliknya dan berdiri tegak di hadapan Anjani


"Tunggu dulu. Bukankah ini rumah Ristan dan kenapa kau bisa berada di sini" Ucap Anjani bingung


"Ya, benar ini rumah Ristan" Jawab Jasmine mengangkat pundaknya sembari menghela nafas begitu kasar


"Apa kau pembantu di rumah ini?" Tanya Anjani menautkan kedua alis miliknya


"Tidak" Jawab Jasmine singkat


"Terus apa yang kau lakukan di rumah pacarku. Bukankah kau perempuan SMA yang pernah aku lihat di restoran itu" Ucap Anjani mengingatnya lagi


"Iya benar" Jawab Jasmine berkacak pinggang di hadapan Anjani


"Minggir aku ingin menemui Ristan" Ucap Anjani mendorong tubuh Jasmine yang menghalangi jalannya


"Ristan tidak ada di rumah" Teriak Jasmine mengikuti Anjani masuk ke dalam rumah


"Sok tau. Kau itu cuma pembantu di rumah ini" Ucap Anjani menghentikan langkah kakinya dan melihat wajah Jasmine begitu intens


"Jaga ucapan mu. Sejak kapan aku menjadi pembantu di rumah ini" Teriak Jasmine marah


"Lihat saja penampilan mu seperti pembantu. Sudahlah kau pergi ke dapur sana buatkan aku minum!" Perintah Anjani kepada Jasmine


"Benar-benar perempuan tidak waras. Penampilan menarik begini di katakan pembantu" Jawab Jasmine memelototi wajah Anjani


"Kenapa. Kau tidak terima? Lihat saja nanti kalau aku menjadi Nyonya Ristan aku akan segera memecat mu" Ucap Anjani sedikit tertawa


"Nyonya Ristan. Hello... Jangan pernah bermimpi menjadi Nyonya Ristan. Karena Nyonya Ristan yang sesungguhnya sudah berdiri di hadapan mu" Jawab Jasmine tersenyum lebar melihat wajah Anjani


"Apa kau sedang bermimpi perempuan gila?" Tanya Anjani ketus


"Tidak" Jawab Jasmine langsung pergi naik ke lantai atas dan diikuti oleh Anjani


"Hei... Kau akan pergi ke mana?" Tanya Anjani berteriak dan terus mengikuti langkah Jasmine hingga masuk ke dalam kamar Jasmine


"Cepat keluar dari kamar ku!" Perintah Jasmine menunjuk ke arah pintu


"Kau yang seharusnya keluar dari kamar ini. Kau hanya pembantu di rumah ini" Teriak Anjani menjambak rambut Jasmine dan menariknya ke luar kamar


Ristan kembali pulang ke rumah miliknya di karenakan dirinya meninggal ponsel miliknya di ruang kerja. Ristan mendengar suara keributan dari lantai atas dan dirinya segera melihatnya.


"Anjani... Jasmine. Apa yang kalian lakukan?" Teriak Ristan segera melerainya


"Sayang kau dari mana saja. Perempuan itu sudah menyakiti ku" Jawab Anjani bergelayut manja di lengan Ristan


"Dia duluan yang menjambak rambut ku" Ucap Jasmine dengan suara lantang


"Ya. Kalian berdua sama-sama salah" Teriak Ristan memelototi mereka


"Apa kau tahu tadi dia berkata kalau dia adalah Nyonya Ristan. Kau tahu kan sayang aku ini Nyonya Ristan satu-satunya" Ucap Anjani mengadu kepada Ristan


"Apa" Jawab Ristan menautkan kedua alis miliknya sembari melihat wajah Jasmine. Sedangkan Jasmine memalingkan wajahnya ketika Ristan melihat dirinya


"Sayang kau harus memberi pelajaran kepada pembantu mu itu" Ucap Anjani mengelus tangan Ristan


"Hm. Yang dia ucapkan itu benar, dia Jasmine dan aku sudah menikah dengannya. Dia Nyonya Ristan yang sesungguhnya" Jawab Ristan mendorong tubuh Anjani dan segera menarik tangan Jasmine agar mendekat ke arah dirinya


"Ristan" Teriak Anjani marah sembari memukul lengan Ristan


"Alif. Tolong usir perempuan ini dari rumah ku!" Perintah Ristan berteriak dan dengan sigap Alif segera membawa Anjani keluar


"Ristan" Teriak Anjani sekuat mungkin saat melihat Ristan dan Jasmine masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar tersebut