My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 28



Kedatangan Ristan dan Jasmine membuat Bu Hana terkejut. Lantaran beberapa hari ini mereka tidak memberikan kabar kepada Bu Hana soal bulan madu mereka.


"Sayang kau dari mana saja dan kenapa tidak menjawab telepon Ibu?" Tanya Bu Hana memeluk tubuh Ristan begitu erat


"Maaf. Aku dan Jasmine tidak ada waktu untuk memegang ponsel" Jawab Ristan dengan pandangan menatap wajah Jasmine


"Kenapa begitu? Apa kau sudah melupakan Ibu mu yang sudah membesarkan mu?" Tanya Bu Hana melepaskan pelukannya dan sedikit kecewa


"Maksud ku bukankah setiap itu, Bu. Tapi, aku dan Jasmine sedang membuat dede bayi untuk Ibu" Jawab Ristan santai dengan tangan menggenggam erat tangan Jasmine


"Benarkah seperti itu. Astaga kalian ini. Kenapa tidak mengatakan langsung kalau kalian pergi bulan madu" Ucap Bu Hana memeluk Jasmine


Jasmine memelototi wajah Ristan saat dirinya di peluk Bu Hana.


"Apa benar di sini ada Ristan junior?" Tanya Bu Hana mengelus perut Jasmine dan melihat wajah Jasmine begitu intens


"Belum ada, Tan" Jawab Jasmine meringis


"Tan. Siapa Tan?" Tanya Bu Hana lirih dengan melirik ke arah wajah Ristan


"Tan. Iya Tante" Jawab Jasmine sedikit tertawa


"Jas... Apa kau lupa, Nak? Kalau kau sudah menikah dengan Ristan dan untuk apa masih memanggil ku dengan sebutan Tante. Panggil saja Ibu seperti Ristan memanggil ku" Ucap Bu Hana tersenyum manis


"Oh iya" Jawab Jasmine tersenyum kaku


"Apa kau masih kesal kepada ku karena sikap ku yang selama ini sudah..." Ucap Bu Hana lirih dan menundukkan kepala


"Tidak seperti itu, Bu. Aku tidak bermaksud untuk melukai hati Ibu" Jawab Jasmine segera memeluk Bu Hana


"Hm" Suara Ristan berdehem


"Biarkan Jasmine beristirahat" Jawab Ristan meraih tangan Jasmine dan membawanya masuk ke dalam kamar


"Apa kau tipe laki-laki pencemburu?" Tanya Bu Hana berteriak dan kesal kepada Ristan


"Tidak" Jawab Ristan sedikit berteriak dan terus berjalan menuju ke arah kamar miliknya


Jasmine duduk di pinggir tempat tidur. Sedangkan Ristan mengangkat ponsel miliknya dan berjalan sedikit menjauh dari Jasmine.


Jasmine terlihat murung melihat ke arah Ristan yang tengah berbicara di sana.


"Kenapa harus menjauh dari ku? Apa dia tidak bisa mengangkat teleponnya dan berbicara di dekat ku. Ck" Ucap Jasmine kesal segera merebahkan tubuh di atas tempat tidur


Setelah selesai menerima telepon Ristan kembali menghampiri Jasmine yang tengah berbaring di atas tempat tidur. Ristan duduk di pinggir tempat tidur tersebut dan memandangi wajah Jasmine.


"Siapa yang menelepon mu?" Tanya Jasmine ketus


"Alif" Jawab Ristan yang masih menatap layar ponsel miliknya di karenakan ada notifikasi pesan singkat yang sudah masuk ke dalam ponsel miliknya


"Ya sudahlah pergi sana" Usir Jasmine membalikkan tubuhnya


"Kenapa kau malah mengusirku?" Tanya Ristan menautkan kedua alis miliknya


"Apa kau tidak dengar ucapan ku? Pergi dari kamar ini" Ucap Jasmine penuh penekanan


"Iya baiklah aku akan pergi ke ruang kerja. Tapi, ingat nanti malam kau harus ikut dengan ku ke pesta perusahaan temanku" Jawab Ristan lirih dengan mengusap kepala Jasmine dan segera pergi


"Pesta" Ucap Jasmine lirih


"Iya pesta. Kau tidak boleh menolak dan nanti akan ada Ratu yang akan membantu dirimu berdandan" Jawab Ristan kembali berjalan mendekat ke arah tempat tidur dan segera mencium bibir Jasmine yang di rasanya sangat candu