My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 21



"Bagaimana pun juga kalian sudah tidur satu ranjang dan hampir melakukannya. Kau harus nikahi Jasmine" Ucap Pak Rafi begitu tegas


"Tidak bisa begitu, Raf" Jawab Bu Hana lirih


Sedangkan Ristan yang berada di samping Jasmine. Dirinya menggenggam erat tangan Jasmine.


"Ris, kau tidak bersalah dan tidak perlu menikahi Jasmine" Ucap Bu Hana mengelus punggung Ristan dan segera pergi dari kamar Jasmine di ikuti Pak Rafi


"Jas. Kau sudah sadar" Ucap Ristan membantu Jasmine untuk duduk


"Aku merasa malu kepada dirimu atas kejadian semalam" Jawab Jasmine kembali menagis


"Kau tidak bersalah. Yang salah teman-teman mu yang brengsek itu" Ucap Ristan segera menghapus air mata Jasmine


"Tolong tinggalkan aku sendiri" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya


"Baiklah aku akan menunggu mu di luar" Ucap Ristan segera berdiri dan mengusap kepala Jasmine lalu pergi


Jasmine melihat kepergian Ristan dengan menagis.


Satu hari penuh Jasmine mengurung diri di dalam kamar. Ristan yang berada di luar, sedari tadi terus membujuk Jasmine agar keluar dari dalam kamar tersebut.


"Jangan hiraukan aku" Teriak Jasmine sembari membanting barang yang ada di atas meja rias


Satu cara yang Ristan lakukan yaitu mendobrak pintu kamar Jasmine


"Jasmine..." Teriak Ristan langsung mengambil pecahan kaca yang berada di tangan Jasmine


"Apa kau akan bunuh diri?" Tanya Ristan memeluk tubuh Jasmine begitu erat dan menagis


"Lepaskan aku. Aku tidak bisa bernafas Ristan" Jawab Jasmine mendorong tubuh Ristan


"Apa kau ingin melukai tubuh mu dengan pecahan kaca ini?" Tanya Ristan yang masih memeluk tubuh Jasmine


"Tidak" Jawab Jasmine lirih dan menunduk


"Jangan berbohong kepada ku. Kau tidak boleh bunuh diri sebelum kau menikah dengan ku" Ucap Ristan melepaskan pelukannya dan segera ******* bibir Jasmine


"Ada apa ini?" Tanya Bu Hana berlari menuju ke kamar Jasmine setelah mendengar keributan dan terpaku melihat pemandangan yang ada di dalam kamar tersebut


"Ibu..." Ucap Ristan melepaskan ciumannya


"Astaga kalian ini. Sangat menyebalkan" Jawab Bu Hana menarik telinga Ristan dan membawanya keluar dari kamar Jasmine


"Bu lepaskan, sakit. Bisa-bisa telinga ku putus nanti" Teriak Ristan marah


"Kau tetaplah di kamar mu dan jangan keluar!" Perintah Bu Hana mendorong tubuh Ristan masuk ke dalam kamar Ristan dan langsung mengunci pintu tersebut


Dua hari kemudian


Pagi hari setelah dirinya bangun dari tidur. Ristan segera pergi menuju ke kamar Jasmine. Pintu itu terus di ketuk dari luar. Namun tidak ada jawabnya, saat Ristan memegang gagang pintu tersebut dan ternyata pintu itu tidak terkunci.


Ristan terkejut tidak mendapatkan Jasmine di kamarnya. Bahkan ponsel Jasmine berada di luar jangkauan. Ristan menghawatirkan keadaan Jasmani dan dirinya segera memerintahkan para anak buahnya mencari keberadaan Jasmine.


Hari mulai malam dan Jasmine belum pulang ke rumah.


Ristan teringat kembali satu tempat yang dirinya belum kunjungi. Dirinya segera berlari dan menyalakan mesin mobil miliknya.


"Ristan... Kau akan pergi ke mana, Nak?" Tanya Bu Hana berteriak saat mobil Ristan meninggalkan rumah


Ristan masuk ke dalam rumah itu dan mencari keberadaan Jasmine.


"Jasmine..." Teriak Ristan yang berada di lantai bawah


"Tuan" Panggil Bu Yuni menghampiri Ristan


"Jasmine. Di mana, Bu?" Tanya Ristan melihat di sekitarnya


"Nona Jasmine ada di dalam kamarnya" Jawab Bu Yuni menjelaskannya


Ristan berlari menuju ke lantai atas dan diikuti Bu Yuni.


Ristan melihat Jasmine sudah tidur pulas di atas ranjang. Dirinya berjalan perlahan dan naik ke atas ranjang.


"Jas" Panggil Ristan lirih sembari mengusap wajah Jasmine


"Hah... Apa kau sakit" Ucap Ristan terkejut saat menyentuh tubuh Jasmine begitu panas


"Nona Jasmine sedang demam dan aku sudah memberikannya obat" Jawab Bu Yuni berjalan mundur dan segera pergi dari kamar Jasmine


"Jadi kau sakit" Ucap Ristan lirih mengusap kepala dan wajah Jasmine yang sedang tidur


Ristan yang merasa ngantuk dirinya segera berdiri dan pindah ke kursi yang tidak jauh dari ranjang tersebut.


"Jas. Apa kau mimpi buruk" Ucap Ristan lirih kembali menghampiri Jasmine dan duduk di samping Jasmine dengan tangan menggenggam erat


"Mama. Papa... Kalian akan pergi ke mana? Tunggu aku" Ucap Jasmine kembali mengigau


"Jas. Aku ada di sini yang akan selalu menjagamu" Ucap Ristan berbaring di samping tubuh Jasmani lalu memeluk tubuh Jasmine begitu erat


Keesokan harinya


"A..." Teriak Jasmine histeris saat melihat seseorang berada di samping dirinya dengan tangan melingkar di bagian perutnya


"Hm. Apa kau sudah bangun" Ucap Ristan dengan suara beratnya


"Ristan. Apa yang kau lakukan di kamar ku?" Tanya Jasmine dengan tubuhnya yang masih kaku


"Semalam aku menjagamu" Jawab Ristan dengan tangan mengelus bagian perut Jasmine


"Jangan macam-macam dengan ku. Cepat singkirkan tangan mu!" Perintah Jasmine begitu tegas


"Tidak mau" Jawab Ristan lirih


"Ristan" Ucap Jasmine lirih dan segera mendorong tubuh Ristan agar menjauh darinya


"Aw..." Pekiknya kesakitan saat tubuh Ristan jatuh dari atas ranjang


"Cepat keluar dari dalam kamar ku!" Perintah Jasmine memelototi wajah Ristan dengan menunjuk ke arah pintu


"Aku masih mengantuk dan jangan ganggu aku" Jawab Ristan menjatuhkan tubuhnya kembali di atas ranjang


"Dasar om-om mesum" Umpat Jasmine kesal


"Tapi kau kan" Jawab Ristan meraih tangan Jasmine dan membawanya ke dalam pelukannya


"Lepas. Aku ingin pergi ke toilet" Ucap Jasmine memberontak


"Kau tidak boleh pergi ke mana-mana" Jawab Ristan menindih tubuh Jasmine dan melihat wajah Jasmine begitu intens


"Apa yang kau inginkan? Jangan membuatku takut. Ristan..." Ucap Jasmine berteriak kuat saat tangan Ristan membuka piyama Jasmine


"Aku menginginkan mu. Jangan pergi jauh dariku, apalagi pergi tanpa berpamitan kepada ku" Jawab Ristan lirih langsung ******* bibir Jasmine


Jasmine memberontak menerima ciuman dari Ristan.


Buggh


Jasmine menendang adik kesayangan Ristan. Dan dirinya segera berdiri dan merapikan piyamanya.


"Dasar om-om mesum" Umpat Jasmine lirih meninggalkan Ristan yang masih berada di dalam kamar miliknya


"Aku akan menjadikan mu wanita satu-satunya yang ada di dalam hati ku" Ucap Ristan meraih tangan Jasmine dan menghempaskan tubuh Jasmine di atas ranjang


Jasmine terkejut melihat ke arah wajah Ristan.


"Aku tidak akan menyakitimu, Sayang" Ucap Ristan mencium bibir Jasmine begitu lembut dan menuntun


Tubuh Jasmine menerima rangsangan itu dan terdiam.


"Jangan lakukan itu kepada ku" Ucap Jasmine menagis melihat Ristan yang sudah tidak memakai apa-apa dan memperlihatkan miliknya


"Apa kau tidak menyukai ku?" Tanya Ristan yang berdiri mematung melihat ke arah wajah Jasmine


"Aku tidak mencintaimu. Kau Pria sudah berumur dan tidak menarik bagiku" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya


"Apa salahnya dengan pria yang sudah berumur. Toh, aku masih perjaka dan kaya raya" Ucap Ristan kembali naik ke atas ranjang dengan tangan mengelus wajah Jasmine


"Aku tidak tertarik dengan mu" Jawab Jasmine lirih dengan tubuh gemetar


"Aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku" Ucap Ristan berbisik di telinga Jasmine dan mengendus aroma tubuh Jasmine


"Ristan. Tolong hentikan!" Perintah Jasmine lirih dengan mendorong tubuh Ristan


Ristan memeluk erat tubuh Jasmine dan tangan miliknya masuk ke dalam celana Jasmine. Jasmine mendesah saat tangan Ristan bermain di area miliknya.


"Aku tidak ingin melakukannya dengan mu" Ucap Jasmine terbata-bata dengan meremas rambut Ristan dan memejamkan kedua mata miliknya


Saat Ristan sudah sampai di puncak, dirinya meminta Jasmine merenggangkan otot pahanya dan Ristan segera membuka kedua paha Jasmine. Lalu menggesekkan miliknya di atas milik Jasmine. Tanpa memasukkan benda keras itu kedalam milik Jasmine.


Ristan tersenyum lebar melihat ke arah wajah Jasmine.


"Dasar brengsek" Umpat Jasmine memalingkan wajahnya