
Sesampainya di kamar hotel, Jasmine menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan merentangkan kedua tangan miliknya. Ristan tersenyum melihat wajah Jasmine dan dirinya segera berbaring di samping Jasmine dengan tangan melingkar di bagian perut Jasmine.
"Geli" Teriak Jasmine geli saat Ristan menggelitik pinggangnya
"Apa sekarang kau senang?" Tanya Ristan dengan mencubit kedua pipi Jasmine
"Tidak" Jawab Jasmine ketus berusaha bangun
"Astaga kau ini. Apa yang tidak membuat dirimu senang?" Tanya Ristan menautkan kedua alis miliknya
"Aku ingin pulang, Ristan" Jawab Jasmine merengek
"Ya sudahlah. Aku akan pergi sebentar" Pamit Ristan melangkahkan kakinya dan berjalan menunduk
"Tunggu. Kau akan pergi ke mana?" Tanya Jasmine meraih tangan Ristan mencegah kepergian Ristan
"Sebenarnya aku datang ke Bali untuk menemui klien ku dan sekalian kita berbulan madu" Jawab Ristan tersenyum manis kepada Jasmine
"Ck. Kau ini" Ucap Jasmine memalingkan wajahnya
"Tetaplah di kamar ini dan tunggu aku kembali. Aku tidak akan lama, setelah itu kita akan membuat dede bayi" Jawab Ristan meraih kedua tangan Jasmine dan memohon
"Aku akan pergi ke luar sebentar untuk jalan-jalan" Ucap Jasmine mengibaskan tangannya
"Kau tidak boleh pergi ke mana-mana, Sayang" Jawab Ristan langsung ******* bibir Jasmine dan membawanya ke tempat tidur
"Hm" Ucap Jasmine yang akan berbicara lagi namun dirinya tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Lantaran lidah Ristan terus berbelit di dalam sana
"Ristan" Teriak Jasmine marah dan membuang nafasnya begitu kasar. Setelah Ristan melepaskan *******-nya.
Tangan Ristan masih membelai bibir Jasmine yang berwarna merah jambu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jasmine langsung mencekal lengan Ristan
"Aku ingin merasakannya lagi" Jawab Riset memanyunkan bibirnya agar lebih mendekat ke arah bibir Jasmine
"Apa kau lupa?" Tanya Jasmine mendorong tubuh Ristan
"Apa?" Tanya Ristan yang tidak mengerti
"Bukankah kau harus bertemu dengan klien mu. Pergi sana!" Usir Jasmine dengan berkacak pinggang di hadapan Ristan
"Mereka bisa menungguku" Jawab Ristan berjalan mendekat ke arah Jasmine
Jasmine kembali mematung, saat tangan Ristan mulai menggerayangi bagian tubuh sensitifnya. Rasanya Jasmani ingin segera berlari. Namun tubuhnya berkata lain, seolah-olah tubuhnya ingin terus menerima rangsangan itu.
Kedua tangan Jasmine mengepal kuat dan mulutnya hampir mendesah. Saat tangan Ristan berada di bawah sana sedang mengelus miliknya dari luar penutup kain.
"Kring..." Ponsel Ristan berbunyi untuk yang kesekian kalinya
Ristan mendengus kesal saat mendengarkan bunyi tersebut dan dirinya segera mengakhiri permainannya.
"Ada apa?" Tanya Ristan dalam telepon tersebut
"Maaf Tuan. Pak James sudah menunggu Anda tiga puluh menit yang lalu" Jawab Alif
"Ya sebentar. Aku akan keluar" Ucap Ristan mengakhiri pembicaraannya
Ristan kembali memasukkan ponsel miliknya di dalam saku celana. Sembari melihat ke arah wajah Jasmine begitu intens.
Ristan membantu merapikan pakaian Jasmine yang terlihat berantakan karena ulahnya.
"Aku akan pergi dan tunggu aku di sini" Pamit Ristan dengan mencium kedua pipi Jasmine
"Ck. Membosankan" Ucap Jasmine lirih namun masih di dengar oleh Ristan
"Di luar ada Danu dan jangan macam-macam" Jawab Ristan melangkahkan kakinya dan kembali melihat ke arah wajah Jasmine
Beberapa jam kemudian
Jasmine merasa bosan hanya dengan berbaring di atas tempat tidur sembari men-scroll ponsel miliknya.
Jasmine membuat kekacauan di dalam kamar tersebut. Danu yang mendengar suara aneh dirinya segera membuka pintu kamar tersebut dan melihat apa yang terjadi di dalam sana.
"Nona. Apa yang sudah terjadi?" Tanya Danu membulatkan kedua bola mata miliknya
"Iya aku akan pergi ke sana" Ucap Jasmine yang masih berbicara dalam teleponnya
"Maaf. Nona sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Danu yang masih berdiri di ambang pintu
"Ristan menyuruh ku untuk menemui dirinya" Jawab Jasmine menunjuk ke arah ponsel miliknya
"Apa kau tidak percaya dengan ku? Ini berbicaralah sendiri dengan Tuan mu" Jawab Jasmine menyodorkan ponsel miliknya kepada Danu
"Tidak" Ucap Danu memundurkan langkah kakinya
"Apa maksudmu?" Tanya Jasmine segera melangkahkan kakinya dan masih melihat ke arah wajah Danu dengan perasaan kesal
"Ya sudah. Nona boleh pergi" Jawab Danu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
Danu melihat kepergian Jasmine dan di detik berikutnya dirinya segera mengikuti langkah kaki Jasmine.
"Apa kau sedang mengikuti ku?" Tanya Jasmine menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah belakang
"Tapikan Nona..." Jawab Danu lirih
"Tidak ada tapi-tapi. Aku sudah tahu di mana mereka sedang rapat dan jangan ikut aku" Ucap Jasmine lantang dengan memberikan kedua kepalan tangan kepada Danu
Danu menundukkan kepalanya dan berdiri mematung melihat kepergian Jasmine.
Jasmine tertawa terbahak-bahak saat dirinya berhasil membodohi Danu. Kini dirinya berada di tepi laut dan sedang melihat pemandangan yang begitu indah.
Jasmine kembali berjalan-jalan dan menuju ke salah satu restoran. Jasmine langsung memesan makanan dan menyantapnya.
"Hm" Suara seseorang sedang berdehem
Jasmine tidak menghiraukannya
"Apa aku boleh duduk di sini?" Tanya Darren dengan membawa nampan yang berisi makanan miliknya
"Darren" Jawab Jasmine memelototi wajah Darren dan tidak percaya
"Kau sedang apa di tempat ini?" Tanya Darren berbasa-basi
"Aku" Jawab Jasmine menunjuk ke arah dirinya sendiri
"Iya" Ucap Darren tersenyum
"Kau sendiri sedang apa? Apa kau mengikuti ku?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya
"Apa yang kau ucapkan" Jawab Darren tertawa terbahak-bahak
"Ck. Aneh" Ucap Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya
"Tunggu" Jawab Darren mencegah kepergian Jasmine
"Ada apa lagi?" Tanya Jasmine kembali duduk
"Selamat atas pernikahan mu" Jawab Darren lirih dengan menundukkan kepala miliknya
"Hm" Gumam Jasmine yang masih melihat layar ponsel miliknya
"Apa kau bahagia setelah menikah dengan Ristan?" Tanya Darren yang ingin tahu
"Iya aku sangat bahagia dan kita sedang berbulan madu saat ini" Jawab Jasmine menjelaskannya
"Jangan berbohong dari ku, Jas" Ucap Darren meraih tangan Jasmine
"Aku tahu pasti kau terpaksa menikah dengan Om itu" Jawab Darren melihat wajah Jasmine begitu intens
"Terpaksa. Apa maksudmu? Sudahlah jangan ikut campur soal urusan ku dan kita sudah tidak ada hubungan lagi bukan" Ucap Jasmine mengibaskan tangan miliknya
"Maaf" Jawab Darren tersenyum manis kepada Jasmine
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Jasmine kembali
"Aku sedang berlibur" Jawab Darren yang masih tersenyum
"Dengan siapa?" Tanya Jasmine melihat keadaan di sekitarnya
"Sendiri" Jawab Darren
Tiga puluh menit kemudian mereka masih terlihat ngobrol dan keduanya saling bercanda tawa.
"Sedang apa kau di sini. Bukankah aku menyuruh mu menunggu di kamar?" Tanya Ristan yang sudah berdiri di samping Jasmine
"Ristan" Panggil Jasmine terbata-bata segera berdiri dari tempat duduknya
"Ayo, kita pergi!" Ajak Ristan menarik paksa Jasmine agar mengikuti langkah kakinya
"Tunggu" Teriak Darren mengejar mereka, namun di hadang beberapa pengawal Ristan