
Atas perintah sang Dokter Jasmine masih di rawat di rumah sakit. Hari ini Ristan tidak pergi ke kantor. Lantaran dirinya menjaga Jasmine yang tengah terbaring lemah dengan tangan di infus.
"Nak, pergi dan pulanglah untuk membersihkan tubuh mu. Biarkan Ibu yang menjaga Jasmine" Ucap Bu Hana mengusap punggung Ristan
"Lihatlah, Bu. Dari semalam dia belum membuka kedua matanya" Jawab Ristan khawatir dengan keadaan Jasmine dan tangan itu terus saling menggenggam
"Iya Ibu tahu. Tapi, kau juga harus menjaga kondisi mu juga" Ucap Bu Hana yang masih berdiri sembari mengelus pundak Ristan
"Baiklah aku akan pergi ke rumah. Ibu duduk di sini! Jangan tinggalkan Jasmine walau semenit pun" Perintah Ristan penuh penekanan
"Apa kau tidak percaya kepada Ibumu?" Tanya Bu Hana menautkan kedua alis miliknya
"Hi" Jawab Ristan meringis dan segera pergi
Selang beberapa menit kemudian setelah Ristan pergi. Jasmine membuat kedua mata miliknya.
"Jas..." Panggil Bu Hana dengan lirih
"Ibu. Dimana aku sekarang?" Tanya Jasmine melihat keadaan di sekitarnya
"Kau di rumah sakit, Nak" Jawab Bu Hana sembari memegang wajah Jasmine dan tersenyum lebar
"Aku sakit apa, Bu?" Tanya Jasmine yang tidak mengerti
"Istirahatlah dan jangan banyak berbicara. Ibu akan memanggil dokter" Jawab Bu Hana keluar dari ruangan tersebut
"Syukurlah kau sudah sadar. Dia hanya merasa syok, kita lihat perkembangannya terlebih dahulu. Jika keadaan Nyonya Jasmine sudah pulih boleh pulang hari ini" Ucap Dokter tersebut menjelaskannya
Di tempat lain
Hari mulai sore, menadahkan jam pulang sekolah untuk para siswa siswi SMA Tunas Kelapa. Mereka berhamburan meninggalkan sekolah tersebut dan berjalan menuju ke arah luar pagar sekolah.
Fiana berjalan menuju ke depan pintu gerbang. Sedangkan para sahabatnya yang lain sudah pulang lebih dulu karena mereka ada acara dengan keluarganya.
Wajah Fiana terlihat murung saat melihat segerombolan laki-laki yang sedang melihat ke arah dirinya.
"Brengsek" Umpat Fiana segera berlari. Namun di hadang oleh mereka
"Kau akan lari ke mana?" Tanya Marvel yang merupakan pimpinan geng tersebut
"Biarkan aku pergi. Urusan kita sudah selesai" Jawab Fiana dengan tubuh gemetar
"Ck. Enak saja kau mengatakan urusan kita sudah selesai" Bentak Marvel dengan tertawa terbahak-bahak
"Apa mau mu?" Tanya Fiana membusungkan dadanya
"Beri kami uang" Jawab Marvel mengambil tas Fiana dengan cara paksa
"Kembalikan tas ku atau aku akan berteriak" Ancaman Fiana memelototi wajah Marvel
"Dasar brengsek" Umpat Fiana segera menendang adik Marvel
"Aw..." Pekiknya kesakitan
Sedangkan Fiana langsung berlari menjauh dari mereka.
"Cepat tangkap wanita gila itu!" Perintah Marvel kepada Dion dan juga Jio
"Baik Bos" Ucapnya secara bersamaan
Setelah mereka berhasil menangkap Fiana. Mereka bergegas menuju ke arah belakang sekolah dengan menyeret paksa Fiana.
"Jangan sakiti aku" Ucap Fiana dengan memohon
"Apa sekarang kau takut?" Tanya Marvel melihat wajah Fiana begitu intens
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari ku?" Tanya Fiana dengan tubuh gemetar
"Karena dirimu sekarang kita tidak di terima di kampus manapun. Aku butuh uang untuk hidup" Jawab Marvel menjelaskannya
"Kau bisa bekerja bukan?" Tanya Fiana memelototi wajah Marvel
"Tidak semudah itu bahkan masyarakat tidak sudi menerima kita sebagai karyawan" Jawab Marvel mengepalkan kedua tangan miliknya. Sedangkan Dion dan Jio masih memegangi tangan Fiana
"Jangan membohongi ku. Aku tidak akan tertipu dengan ucapan omong kosong mu" Ucap Fiana tersenyum licik
"Ck. Dasar wanita murahan. Berani sekali kau berbicara seperti itu kepada ku. Cepat beri aku uang sepuluh juta dan setelah itu aku tidak akan menganggu dirimu lagi" Bentak Marvel dengan menjambak rambut Fiana
"Aku sudah membayar mu dengan sangat mahal. Namun kau tidak bisa menyelesaikan tugas itu dengan benar dan sekarang kenapa kau malah memeras ku. Kau pikir aku ini gudang uang" Ucap Fiana marah
"Aku tidak peduli dengan ucapan mu. Beri aku uang sepuluh juta atau aku akan menjual dirimu ke lelaki hidung belang" Jawab Marvel mengelus pipi Fiana dan sedikit tertawa
"Jangan lakukan itu kepada ku" Ucap Fiana menangis sesenggukan
"Maka dari itu cepat beri aku uang" Teriak Marvel di depan wajah Fiana
"Aku akan memberikan uang kepada mu. Tolong lepaskan aku!" Ucap Fiana dengan memohon
"Lepaskan!" Perintah Marvel kepada Dion dan Jio
Dengan tangan gemetar, Fiana menyalakan ponsel miliknya dan segera mentransfer uang ke rekening Marvel.
"Lihat aku sudah mentransfer" Ucap Fiana menyodorkan ponsel miliknya kepada Marvel
"Bagus. Anak pintar" Jawab Marvel tertawa terbahak-bahak dan segera meninggalkan Fiana dan di ikuti oleh Dion dan Jio
"Hah" Fiana membuang nafasnya begitu kasar melihat kepergian mereka dan dirinya segera berlari meninggalkan sekolah