My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 47



"Apa kau sudah bangun?" Tidak Ristan dengan suara desahannya


"Bagaimana aku tidak bagun. Coba lihat apa yang kau lakukan" Jawab Jasmine tersenyum sembari merampas selimut yang menutupi tubuhnya bagian atas


"Aku sedang menengok anakku" Ucap Ristan menambah kecepatannya


"Menengok sih menengok. Tapi, jangan keseringan" Jawab Jasmine mendesah


"Tapi kau suka kan sayang?" Tanya Ristan segera ******* bibir Jasmine


"Hm" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala


"Bagus" Bisik Ristan di telinga Jasmine


"Geli tau" Ucap Jasmine dengan tangan menelusuri tubuh Ristan yang berada di atas tubuhnya yang sedang beraksi


Keduanya membuang nafasnya begitu kasar saat diantara keduanya sudah mencapai puncak dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Jasmine menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Sedangkan Ristan segera masuk ke dalam selimut tersebut.


Jasmine memejamkan kedua mata miliknya dan mulai berimajinasi.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ristan segera menyibak selimut tersebut


"Apa" Jawab Jasmine terkejut


"Jangan berbohong kepada ku. Apa kau belum merasa puas. Aku akan melakukannya lagi" Ucap Ristan segera mengunci tubuh Jasmine


"Sudah cukup olahraga kita hari ini" Jawab Jasmine beranjak dari tempat tidur


"Baiklah. Ayo, kita mandi bersama-sama dan menghemat waktu!" Ajak Ristan langsung mengendong Jasmine


"Bukan menghemat waktu. Tapi, molor" Jawab Jasmine dengan bibir moncong mengenai wajah Ristan


"Tau aja yang di inginkan suami" Ucap Ristan tersenyum


"Mesum" Jawab Jasmine ketus


Saat Ristan menurunkan tubuh, Jasmine dapat melihat jelas punggung Ristan dalam pantulan cermin tersebut.


"Luka apa ini?" Tanya Jasmine membalikkan tubuh Ristan dan terkejut


"Bukan apa-apa" Jawab Ristan mengusap kepala Jasmine


"Kenapa punggung mu bisa seperti itu?" Tanya Jasmine yang tidak mengerti


"Apa kau lupa? Apa yang sudah kita lakukan semalam. Bahkan kau meraung-raung mencakar punggungku" Jawab Ristan menjelaskannya dan mengingat Jasmine kejadian semalam


"Maaf" Ucap Jasmine tersipu malu


"Aku sangat puas dengan pelayanan mu tadi malam. Rupanya ada perkembangan juga yang selama ini sudah aku ajarkan kepada mu" Jawab Ristan sembari mengelus wajah Jasmine


"Oh ya" Ucap Jasmine memalingkan wajahnya dengan sedikit tertawa


Mereka akhirnya mandi bersama dengan alasan mempersingkat waktu.


Setelah selesai berdandan dan melakukan sarapan pagi. Kini Ristan berpamitan kepada Jasmine untuk pergi ke kantor.


"Selamat pagi Tuan" Sapa Alif dengan menundukkan kepala


"Pagi lif. Bagaimana kabar mu hari ini?" Tanya Ristan dengan senyuman di wajahnya


"Ba... Baik Tuan" Jawab Alif terbata-bata sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Apa Tuan baik-baik saja?" Tanya Alif melihat wajah Ristan begitu intens


Sedangkan Jasmine memelototi wajah Alif dengan memberikan sebuah kode bahwa Ristan gila.


"Apa gila" Ucap Alif terkejut langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan miliknya


"Apa yang kau ucapkan kepada ku? Apa kau sedang mengataiku?" Tanya Ristan mencengkeram kuat lengan Alif


"Tidak Tuan. Aku hanya terkejut melihat Nyonya" Jawab Alif menjelaskannya


"Ada apa sayang?" Tanya Ristan kepada Jasmine


"Tidak" Jawab Jasmine sedikit tertawa


"Sayang" Panggil Ristan lirih kepada Jasmine


"Ayo, pergilah ke kantor! Kalian nanti akan terlambat" Ucap Jasmine dengan tersenyum


"Jaga dirimu baik-baik dan telepon aku" Jawab Ristan berjalan namun pandangannya masih tertuju kepada Jasmine


"Aw..." Pekiknya kesakitan dengan mengusap jidatnya


"Makanya kalau jalan itu lihat ke depan. Bukan melihat ke belakang" Ucap Jasmine segera menghampiri Ristan dan mengusap jidat Ristan


"Aku terpesona dengan wajah cantik mu" Jawab Ristan melihat wajah Jasmine dengan mata berbinar-binar


"Hoek"


"Alif... Kalau kau ingin muntah pergi sana. Menjijikkan sekali" Ucap Ristan kesal


"Maaf Tuan" Jawab Alif berdiri tegak dengan pandangan lurus


"Ayo, pergilah ke kantor dan aku akan pergi ke rumah ku" Ucap Jasmine keceplosan


"Oh jadi seperti itu. Kau menyuruhku pergi ke kantor cepat-cepat dengan alasan kau akan keluar dari rumah ini" Jawab Ristan lirih dengan tersenyum kaku


"Hi" Ucap Jasmine meringis


"Kau tidak boleh pergi ke mana-mana dan tetaplah di rumah" Bentak Ristan kepada Jasmine


"Sayang. Aku hanya pergi ke rumah ku masa tidak boleh" Ucap Jasmine terkejut


"Bu... Bu Atul" Teriak Ristan memanggil nama Bu Atul


"Iya Tuan" Jawab Bu Atul yang sudah berdiri di hadapan Ristan


"Jika Nyonya akan pergi ke rumah miliknya. Maka Bu Atul harus ikuti Nyonya kemanapun dia pergi!" Perintah Ristan begitu tegas


"Ristan aku tidak ingin terus-terusan melihat wajah Bu Atul. Aku bosan" Jawab Jasmine menagis


"Kenapa dengan wajah Bu Atul?" Tanya Ristan yang tidak mengerti


"Aku merasa mual ketika berdekatan dengan Bu Atul" Jawab Jasmine menjelaskannya


"Jangan berbicara seperti itu kepada Bu Atul. Jangan berbohong Jasmine Noir" Bentak Ristan marah


"Terserah kau saja" Jawab Jasmine ketus dan segera masuk ke dalam rumah


"Tunggu" Cegah Ristan


"Ada apa lagi?" Tanya Jasmine dengan wajah di tekuk


"Kau harus ikut aku ke kantor" Jawab Ristan segera mencium bibir Jasmine


"Ristan apa-apa, sih. Ada Bu Atul dan Alif juga" Ucap Jasmine segera mengelap bibirnya


"Kita menutup mata Nyonya" Jawab Bu Atul dan Alif secara bersamaan kemudian tertawa terbahak-bahak melihat ke arah wajah Jasmine dan Ristan


"Tidak lucu" Ucap Jasmine ketus dengan mengikuti langkah Ristan


Alif fokus menyetir mobil yang membawa Ristan dan Jasmine ke kantor. Sedangkan mereka sedari tadi tertawa dan berbicara begitu lirih.


Sesuai dengan pendengar Alif, Jasmine terus mengatakan kata geli. Entahlah apa yang mereka lakukan di kursi belakang karena kepala Alif tidak bisa menoleh sedikitpun kearah kebelakang.


"Ayo, cepat!" Perintah Ristan kepada Jasmine begitu lirih


"Kenapa harus sekarang, sih. Nanti saja" Ucap Jasmine langsung membungkam mulut Ristan


"Aku sudah tidak sabar" Jawab Ristan sembari mengendus aroma rambut Jasmine yang begitu wangi


"Sayang... Bersabarlah" Ucap Jasmine mendorong tubuh Ristan agar sedikit menjauh darinya


Ristan tertawa melihat kearah wajah Jasmine dan dirinya segera merapikan pakaian miliknya yang sedikit berantakan. Begitu juga dengan Jasmine dirinya mengeluarkan lipstik miliknya dan menancapkan lagi di bibir tipisnya.


"Sudah cantik" Puji Ristan


"Terimakasih Uncle Ristan" Ucap Jasmine tertawa


"Nyonya. Apa Nyonya yakin akan pergi ke kantor?" Tanya Alif dengan segera


"Apa maksudmu, Lif?" Tanya Ristan menepuk pundak Alif


"Aku hanya merasa kasihan kepada Nyonya. Nyonya terlihat begitu kecapean Tuan" Jawab Alif menjelaskannya begitu lirih dan hati-hati


"Jangan terlalu menghawatirkan Nyonya. Kan ada aku suaminya yang akan menjaganya dua puluh empat jam" Ucap Ristan menyombongkan diri


"Hoek" Kini Jasmine rasanya yang ingin muntah mendengarkan ucapan Ristan


"Hahaha" Alif malah tertawa mendengar ucapan Ristan