
"Woi Cika ciki-ciki" Teriak seorang wanita begitu lantang
"Seperti ada yang memanggil nama ku" Ucap Cika menghentikan langkah kakinya
"Ada apa, Dok?" Tanya Risti
"Tidak ada apa-apa, Sus" Jawab Cika tersenyum kemudian berjalan kembali
"Cika ciki-ciki tunggu" Teriak Jasmine berlari menuju ke arah Cika dan menabrak tubuh Cika
"Kau" Ucap Cika mengepalkan kedua tangan miliknya kepada Jasmine
"Sorry" Jawab Jasmine meringis
"Ada apa?" Tanya Cika berkacak pinggang di hadapan Jasmine
"Tolong aku!" Jawab Jasmine dengan memohon
"Iya kenapa?" Tanya Cika menautkan kedua alisnya miliknya saat Jasmine merangkulnya. Mengajak Cika menjauh dari Suster Risti
"Dok. Kita harus melihat kondisi pasien di bangsal VIP" Ucap Risti mengikuti langkah mereka dari belakang
Stt
"Tapikan" Jawab Risti lirih saat melihat Jasmine menyuruh Risti agar tidak mengikutinya
"Sebentar" Ucap Cika tersenyum
Dan kini mereka sedang berbicara tidak jauh dari tempat Risti menunggunya.
"Cepat katakan" Ucap Cika kepada Jasmine dengan memalingkan wajahnya
"Aku ingin mengugurkan kandungan ku" Jawab Jasmine sedikit berbisik
"Apa" Ucap Cika terkejut
"Aduh Cik kau ini. Masih saja terkejut mendengar ucapan ku" Jawab Jasmine kesal melihat wajah Jasmine
"Apa Ristan sudah mengetahui hal ini?" Tanya Cika menautkan kedua alis miliknya
"Untuk apa Ristan harus tahu? Aku kan yang mengandung" Jawab Jasmine santai
"Sebaiknya kau berbicara terlebih dahulu kepada Ristan dan setelah itu kau bisa temui aku lagi" Ucap Cika segera pergi
"Tidak bisa begitu dong, Cik! Katanya kau akan membantu ku. Tapi, sekarang apa yang kau ucapkan" Jawab Jasmine mencegah kepergian Cika
"Jangan asal berbicara, ya. Bisa-bisa suami mu nanti akan memenjarakan ku setelah mengetahui tindakan yang telah kita buat" Ucap Cika mencengkeram lengan Jasmine dan meninggalkannya
"Cika ciki-ciki. Woi... Tunggu" Teriak Jasmine mengejarnya
"Banyak pasien yang harus aku periksa. Tolong pergi jika tidak ada urusan lagi" Usir Cika dengan membuang nafasnya begitu kasar
"Kau" Ucap Jasmine memelototi wajah Cika
"Sekarang aku harus bagaimana" Ucap Jasmine terisak dengan sendirinya
Jasmine tidak memedulikan orang lain yang sedang melihat dirinya sedang menagis. Jasmine berjalan keluar dari rumah sakit tersebut dan kembali pulang ke rumah.
"Kau dari mana saja?" Tanya Ristan berdiri di depan pintu rumah miliknya
Jasmine menundukkan kepalanya terdiam mendengar pertanyaan Ristan. Jasmine menerobos masuk ke dalam berjalan menuju ke arah taman belakang rumah diikuti oleh Ristan.
"Jas... Jawab pertanyaan ku dulu. Kau dari mana" Teriak Ristan marah
Sedangkan Jasmine menjatuhkan tubuhnya di kursi taman dengan lemas.
"Ada apa dengan dirimu?" Tanya Ristan yang masih berdiri di hadapan Jasmine
"Aku pergi jalan-jalan sebentar untuk mencari udara segar" Jawab Jasmine berbohong
"Jangan berbohong kepada ku" Bentak Ristan marah
"Apa aku tidak boleh pergi sebentar saja dari rumah ini. Aku merasa bosan berada di rumah terus" Teriak Jasmine dengan mengacak-acak rambut miliknya sendiri
"Jas... Ada apa dengan dirimu? Lagi-lagi kau berbohong kepada ku. Kau dari rumah sakit kan?" Tanya Ristan berjongkok di hadapan Jasmine dengan memegang erat kedua tangan Jasmine
Deg
"Kau bertemu dengan Cika di rumah sakit dan meminta dia untuk mengugurkan kandungan mu. Bukankah ucapan ku benar?" Tanya Ristan melihat wajah Jasmine begitu intens
"Tidak" Jawab Jasmine lirih
"Jangan berbohong kepada ku. Cika sendiri lah yang memberi tahu kepada ku" Teriak Ristan segera berdiri berjalan mondar-mandir di hadapan Jasmine dengan tangan mengepal
"Dasar tidak bisa di percaya" Umpat Jasmine lirih
"Apa yang kau ucapkan?" Tanya Ristan memelototi wajah Jasmine
"Aku tidak ingin berdebat dengan mu" Jawab Jasmine berjalan meninggalkan Ristan
"Jangan lakukan hal-hal yang membahayakan calon anakku" Ucap Ristan menarik lengan Jasmine
"Lepas" Jawab Jasmine lirih dengan memegang tangan Ristan
"Aku sangat menyayangi kalian berdua. Aku berjanji akan menjaga kalian berdua" Ucap Ristan tak terasa air mata miliknya menetes dengan sendirinya
"Aku belum siap memiliki anak. Aku ingin sendiri dulu, Ristan" Teriak Jasmine histeris menagis di dalam pelukan Ristan
"Jangan seperti ini" Ucap Ristan semakin mempererat pelukannya dengan mengusap kepala Jasmine
"Aku lelah. Aku ingin beristirahat" Jawab Jasmine mendorong tubuh Ristan dan segera pergi meninggalkan Ristan
Ristan mematung melihat kepergian Jasmine masuk ke dalam rumah.