
"Menyebalkan" Ucap Jasmine duduk lemas di kursi belakang
"Bagaimana bisa kau diam saja saat Fiana menyiram air ke wajahmu?" Tanya Ristan sembari mengelap wajah Jasmine dengan tissue
"Jangan bertanya kepada ku lagi. Aku tidak ingin mendengar nama Fiana" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya dan melihat ke arah luar jendela mobil tersebut
"Sepertinya suasana hati mu sedang tidak baik" Ucap Ristan langsung memeluk tubuh Jasmine dari samping dan menyenderkan kepalanya di bahu Jasmine
Keduanya saling terdiam hingga mobil itu sampai di rumah.
"Kenapa kalian sudah pulang?" Tanya Bu Hana saat keluar dari rumah tersebut
Jasmine segera masuk ke dalam dan tidak menangapi ucapan Bu Hana.
"Ris... Apa yang sudah terjadi?" Tanya Bu Hana mencegah Ristan yang akan masuk ke dalam
"Entahlah, Bu" Jawab Ristan menaikkan kedua bahunya dan pura-pura tidak mengerti
"Ibu dan Bapak akan pergi untuk makanan malam. Jadi, jangan tunggu kami pulang" Pamit Bu Hana menepuk pundak Ristan dan segera pergi
"Hm" Jawab Ristan dengan anggukan kepala
Ristan membuka pintu kamar miliknya dengan sangat perlahan. Dirinya dapat melihat jelas Jasmine tengah terbaring di atas tempat tidur dan masih mengenakan dress pestanya dengan sepatu heels.
Ristan berjalan menghampiri Jasmine dan dirinya langsung membantu Jasmine untuk membuka sepatu heels tersebut.
"Istirahatlah" Ucap Ristan mengusap kepala Jasmine dan menyelimuti tubuhnya
Jasmine terdiam dan masih melihat Ristan keluar dari kamar itu.
Ristan lebih memilih duduk di ruang kerja miliknya. Dan menuggu hingga Jasmine tertidur.
Dengan sigap Ristan menjelaskan secara perlahan semuanya tentang Fiana kepada Tama.
"Sungguh aku tidak mengerti dengan hubungan Fiana dan Darren. Karena aku tidak pernah ingin tahu soal urusan tunangan ku" Jawab Tama melalui sambungan telepon
"Apa maksudmu, Tam?" Tanya Ristan
"Kita di jodohkan karena bisnis perusahaan. Dan asal kau tahu Fiana itu masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Sangat lucu bukan ketika orang seperti diriku ini berpasangan dengan anak yang masih ingusan" Jawab Tama dengan tertawa
"Iya bener dia masih anak SMA. Hanya itu yang ingin aku katakan. Ya sudahlah jangan menganggu tidur ku" Ucap Ristan dengan malas
"Ck. Kau ini. Kapan kita akan bertemu lagi?" Tanya Tama
"Entahlah aku tidak ingin bertemu lagi dengan mu. Karena saat ini aku sedang sibuk membuat Ristan junior" Jawab Ristan blak-blakan
"Ternyata kau seorang pedofil" Ucap Tama tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Ristan
"Terus kau sendiri apa? Bujang lapuk" Jawab Ristan segera mengakhiri pembicaraannya dan meletakkan kembali ponsel miliknya di atas meja kerja miliknya
Ristan memijat kepalanya yang terasa pening dan dirinya segera berdiri dari tempat duduknya berjalan menuju ke kamar miliknya.
Ristan tersenyum melihat Jasmine yang tengah tertidur pulas, sembari mengelus wajah sang istri yang dilihatnya sangat cantik. Dengan sangat perlahan Ristan membuka dress yang Jasmine kenakan.
"Kenapa kau bisa tidur pulas dengan dress ini?" Tanya Ristan lirih dan terus menurunkan dress itu hingga lolos
"Bagus" Ucap Ristan tersenyum lebar membuang dress tersebut ke sembarang arah dan meninggalkan pakaian dalam Jasmine
Ristan langsung merebahkan tubuhnya di samping Jasmine dengan dada telanjang. Ristan meletakkan kepala Jasmine di bahu miliknya yang terlentang. Dengan begitu dirinya bisa memeluk Jasmine dalam tidurnya.