My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 31



Jasmine bangun lebih awal di karenakan Ristan sudah beraksi di bawah sana yang sedang menikmati miliknya. Jasmine mendesah tidak karuan saat milik Ristan kembali masuk ke dalam miliknya dan rasanya sulit untuk diungkapkan.


"Apa kau menyukainya sayang ku?" Tanya Ristan tersenyum lebar menambah kecepatannya dan sebentar lagi mereka akan segera menyelesaikannya


Tak hanya diam saja, kini Jasmine berusaha ******* bibir Ristan. Jasmine terlihat agresif dan Ristan terdiam mendapat serangan dari Jasmine.


"Mari, kita akhiri pergumulan hari ini!" Ajak Ristan segera berdiri dari tempat tidur


"Kenapa?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya


"Aku harus pergi ke kantor dan kau juga harus ikut" Jawab Ristan sembari merapikan rambut Jasmine yang menutupi wajahnya


"Tidak bisa begitu" Ucap Jasmine begitu tegas


"Aku tahu kau masih ingin bercinta dengan ku. Nanti kita lanjutkan lagi dan aku akan mengajarimu dengan gaya yang lain" Jawab Ristan mendekatkan wajahnya ke wajah Jasmine hingga hidung mereka saling berdekatan


"Ck. Bukan itu maksudku, Om" Teriak Jasmine kesal


"Hah. Lagi-lagi kau memanggilku dengan sebutan Om. Apa kau pikir aku ini Om mu? Ingat Jasmine aku ini suami mu dan berbicaralah yang sopan kepada ku" Bentak Ristan marah


"Maaf" Jawab Jasmine lirih menundukkan kepala


"Sudahlah. Bisakah kau memanggilku dengan sebutan yang romantis?" Tanya Ristan segera duduk di samping Jasmine dan menggenggam erat kedua tangan Jasmine


"Hm" Gumamnya dengan anggukan kepala


"Panggil aku Daddy" Ucap Ristan tersenyum manis melihat wajah Jasmine


"Tidak mau" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya


"Terus..." Ucap Ristan langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah kamar mandi


"Aku akan memanggil mu Uncle Ristan" Jawab Jasmine segera berlari dan memeluk tubuh Ristan dari belakang


"Tidak ada romantis-romantisnya" Ucap Ristan mengendong Jasmine dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi


"Aku tidak ingin mandi" Teriak Jasmine saat Ristan mengguyurkan air tersebut ke tubuh Jasmine


"Diam. Biarkan aku yang memandikan mu" Ucap Ristan lirih mengusap tubuh Jasmine dengan memberikan sabun di seluruh tubuh itu


Acara mandi bersama telah selesai. Saatnya mereka pergi ke kantor bersama. Ristan dan Jasmine menuju ke dalam kantor Noir Grup. Ristan sangat berharap kepada Jasmine. Agar bisa memimpin perusahaan Noir Grup dengan sendirinya.


"Siapa wanita itu?" Tanya Karyawan yang sedang berbisik kepada temannya saat melihat ke arah wajah Jasmine


"Apa yang kalian lakukan? Ayo, beri salam kepada mereka" Bentak Alif kepada mereka


"Oh ya ampun" Jawabannya dengan lirih dan segera menundukkan kepala memberi hormat kepada mereka


"Selamat datang Nyonya Jasmine dan Tuan Ristan" Sapa Dery


"Iya" Jawab Ristan tersenyum melihat wajah Dery


"Biarkan aku mengantar kalian" Ucap Dery segera berjalan terlebih dahulu dan mereka mengikuti langkah Dery


"Uncle" Panggil Jasmine kepada Ristan


"Apa kau gugup?" Tanya Ristan kepada Jasmine


"Tidak" Jawab Jasmine meringis


Ristan dan Jasmine masuk ke dalam sebuah ruangan khusus. Melihat kedatangan Ristan dan Jasmine, mereka segera berdiri dan memberi hormat.


Ristan langsung membuka rapat tersebut dan menjelaskannya semuanya tentang Jasmine dan wasiat Ronald sebagai pemilik perusahaan sebelumnya.


Jasmine membuang nafasnya begitu kasar saat rapat itu telah selesai.


Melihat wajah Jasmine yang begitu murung. Ristan segera mencium bibir Jasmine dan duduk di samping Jasmine.


"Apa yang Uncle lakukan? Di sini masih ada Alif" Ucap Jasmine berbisik di telinga Ristan penuh dengan penekanan


"Alif akan menutup kedua matanya. Bukankah ucapan ku benar, Alif?" Tanya Ristan kepada Alif dengan tertawa


"Ck. Aku akan pergi ke toilet sebentar" Pamit Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya


"Aku akan ikut dengan mu" Jawab Ristan penuh penekanan


"Menjijikkan. Apa kau ingin masuk ke dalam toilet wanita?" Tanya Jasmine memelototi wajah Ristan


"Aku akan menunggu di luar" Jawab Ristan begitu santai


"Jangan bergerak dan diamlah di tempat mu" Teriak Jasmine kepada Ristan saat Ristan akan mendekat ke arah dirinya


Jasmine berlari ke arah luar ruangan tersebut. Dirinya mencari keberadaan toilet wanita dengan sendirinya.


Jasmine merasa lega dan segera keluar dari toilet wanita. Jasmine kembali berjalan menuju ke ruangan rapat.


"Jas..." Panggil seorang pria yang suaranya sangat dirinya kenal


"Darren" Jawab Jasmine terkejut melihat wajah Darren


"Maafkan aku" Ucap Darren menarik tangan Jasmine dan mulai meneteskan air mata miliknya


"Hm" Jawab Jasmine kaku dan mengibaskan tangan miliknya


"Bisakah kau menerima diriku lagi dan memulainya dari awal?" Tanya Darren kembali meraih tangan Jasmine dan menggenggam tangan tersebut begitu erat


"Aku..." Jawab Jasmine terbata-bata dengan memundurkan langkah kakinya


"Jas. Aku sangat merindukanmu" Ucap Darren langsung memeluk tubuh Jasmine


"Lepas. Aku tidak bisa bernafas" Teriak Jasmine memberontak dengan memukuli tubuh Darren


"Aku sangat mencintai mu. Maukah kau pergi dengan ku dan kita hidup di kota lain. Tanpa ada yang menganggu kita?" Tanya Darren mengurai pelukannya


"Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah ini baju Office Boy?" Tanya Jasmine balik dan tidak menjawab pertanyaan Darren terlebih dahulu


"Aku bekerja di perusahaan ini sebagai Office Boy" Jawab Darren lirih


"Bukankah kau anak orang kaya dan seharusnya kau berada di kampus untuk melanjutkan pendidikan mu?" Tanya Jasmine terkejut mendengar jawaban Darren


"Maaf selama ini aku berbohong kepada mu, kalau aku anak orang kaya" Jawab Darren menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Apa-apa ini. Aku sama sekali tidak mengerti yang kau ucapkan, Darren?" Tanya Jasmine seketika tubuhnya merasa lemas dan kepalanya terasa pusing


"Jasmine kau kenapa sayang?" Tanya Darren menopang tubuh Jasmine membawanya ke dalam pelukannya


"Ada apa ini" Teriak Ristan berlari menuju ke arah mereka dan langsung menarik tubuh Jasmine agar mendekat ke arah dirinya


"Biarkan aku membawa Jasmine ke rumah sakit" Ucap Darren menarik lengan Jasmine namun di cegah oleh Alif


"Apa yang kau ucapkan? Kau siapa" Bentak Ristan marah


"Biarkan aku bersama dengan Jasmine. Aku sangat mencintainya, jangan pisahkan kami" Teriak Darren histeris


"Sepertinya kau harus di rawat di rumah sakit jiwa. Jelas-jelas diriku suami Jasmine dan berhak atas hidup Jasmine" Jawab Ristan sinis melihat wajah Darren yang berlinang air mata


"Ayo, kita pergi!" Ajak Ristan dengan mengendong tubuh Jasmine


"Tunggu" Ucap Darren mencegahnya


"Alif kau urus anak ingusan itu. Jangan biarkan dia berkeliaran di perusahaan ini!" Perintah Ristan begitu tegas dan segera pergi


"Ikuti aku" Ucap Alif langsung menyeret paksa Darren dan menyelesaikannya sesuai perintah Tuanya


"Kenapa kau bisa bertemu dengan si ingusan itu?" Tanya Ristan setelah membawa Jasmine masuk ke dalam mobil dan mendudukkannya di kursi samping pengemudi


"Aku..." Jawab Jasmine lirih dan di detik berikutnya dirinya pingsan


"Jasmine" Teriak Ristan histeris dan segera membawa Jasmine pergi ke rumah sakit