My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 18



"Kau sudah sehat?" Tanya Pak Rafi saat berada di ruang makan dan melihat Jasmine tengah sarapan di sana


"Sudah" Jawab Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya dan menundukkan kepala


"Duduklah dan kita sarapan bersama!" Perintah Pak Rafi tersenyum melihat ke arah wajah Jasmine sembari mengambil makanan


"Iya" Jawab Jasmine duduk kembali dan membalas senyuman Pak Rafi begitu kaku


"Apa kau senang tinggal di rumah ini?" Tanya Pak Rafi menghentikan makannya


Uhukk


Jasmine terkejut mendengar pertanyaannya Pak Rafi.


"Astaga kau tersedak" Ucap Pak Rafi langsung mengambil air minum untuk Jasmine


"Aku bisa melakukannya sendiri" Jawab Jasmine melihat Pak Rafi dengan sigap mengambil air minum untuknya


"Santai saja. Aku tidak seperti istri ku" Ucap Pak Rafi tersenyum lebar sembari menyodorkan gelas tersebut yang berisi air


"Hah..." Jawab Jasmine terkejut mendengar ucapan Pak Rafi dengan menghembuskan nafasnya begitu lega dan segera meminum air tersebut


"Di mana mereka? Lama sekali datang ke sini' Ucap Pak Rafi melihat ke arah pintu


"Aku pamit dulu!" Ucap Jasmine berdiri dari tempat duduknya dan segera pergi


Sedangkan Pak Rafi hanya menganggukkan kepala melihat kepergian Jasmine. Saat Jasmine melangkahkan kakinya menuju ke luar ruang tamu. Dirinya melihat jelas Ristan dan Bu Hana sedang berdiri di sana dan mereka berbicara sangat serius.


"Nanti kita bicara lagi, Bu" Ucap Ristan segera berjalan menghampiri Jasmine


"Ristan" Panggil Bu Hana dengan berteriak. Namun tidak di hiraukan lagi oleh Ristan. Bu Hana berjalan dan langsung menghampiri mereka


"Apa kau akan pergi ke sekolah?" Tanya Ristan meraih kedua tangan Jasmine


"Iya. Aku harus pergi" Jawab Jasmine menundukkan kepala


"Dengarkan ucapan guru mu dan jangan bandel" Ucap Ristan mencubit pipi Jasmine begitu gemas dan tersenyum manis kepada Jasmine


"Iya" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala setelah di perhatikan Bu Hana


"Di luar ada Danu yang akan mengantarmu ke sekolah. Pergilah dan kabari aku, setelah kau sampai di sekolah" Ucap Ristan penuh penekanan sembari mengusap kepala Jasmine


"Aku pergi dulu!" Pamit Jasmine segera berjalan


Ristan tersenyum dengan sendirinya melihat Jasmine pergi dari hadapannya.


Saat dirinya melewati Bu Hana, Jasmine menghentikan langkah kakinya dan mengulurkan tangannya.


"Bu..." Panggil Jasmine lirih


Sedangkan Bu Hana masih fokus melihat Ristan yang memelototi Bu Hana. Dengan segera Bu Hana meraih tangan Jasmine dan tersenyum kaku.


Setelah mencium tangan Bu Hana, Jasmine melangkahkan kakinya menuju ke arah luar rumah.


"Nona Jasmine" Panggil Danu dengan melambaikan kedua tangan miliknya dan mereka segera pergi ke sekolah


Bu Hana menarik tangan Ristan dan mengajaknya menuju ke ruang makan.


"Kalian dari mana saja? Sampai aku sudah selesai sarapan?" Tanya Pak Rafi marah


"Maaf" Jawab Bu Hana mengelus punggung suaminya dan segera duduk di sampingnya


"Ris..." Panggil Pak Rafi


"Iya, Pa" Jawab Ristan melihat ke arah wajah Pak Rafi


"Apa kau menyukai Jasmine?" Tanya Pak Rafi yang ingin tahu


"Apa maksudmu bertanya seperti itu kepada Ristan. Mana mungkin Ristan menyukai gadis ingusan seperti Jasmine" Jawab Bu Hana memelototi wajah suaminya


"Aku sedang berbicara dengan Ristan dan kau diam saja. Jangan ikut campur urusan ku" Bentak Pak Rafi kesal


"Ck. Pertanyaan mu sangat aneh" Jawab Bu Hana ketus dengan menjatuhkan sendoknya


"Aku tidak menyukai Jasmine, Pa. Aku hanya ingin menjaga Jasmine seperti janji ku kepada almarhum Ronald, meminta diriku untuk menjaga anaknya" Ucap Ristan menghela nafasnya begitu kasar


"Apa kau yakin?" Tanya Pak Rafi begitu intens melihat wajah Ristan


"Seperti anak sendiri" Sambung Bu Hana mengulanginya dan tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Ristan


"Aku sangat setuju kalau kau memiliki hubungan spesial dengan Jasmine. Papa akan mendukung mu" Ucap Pak Rafi sembari menepuk pundak Ristan dan segera berdiri dari tempat duduknya


"Jangan dengarkan ucapan Bapak mu. Bagaimana bisa kau menyetujui Ristan dan Jasmine. Jelas-jelas umur mereka saja sangat jauh. Kau benar, Nak! Kalau kau menganggap Jasmine sebagai anak mu dan aku setuju soal itu" Sambung Bu Hana tersenyum manis melihat wajah Ristan


"Apa salahnya jika mereka saling mencintai dan menikah" Ucap Pak Rafi berkacak pinggang di hadapan mereka


"Apa kau ingin mendengar mereka mencaci-maki Ristan dengan menyebutnya pedofil. Masih banyak perempuan di luar sana yang pantas untuk mu dan Ibu akan mencarikannya untuk mu" Jawab Bu Hana menggenggam erat tangan Ristan


Ristan terdiam mendengar pembicaraan di antara mereka.


"Kau Ibunya. Tapi, kau tidak peka dengan anakmu. Aku yang baru tinggal di rumah ini beberapa jam saja sudah melihat jelas dengan kedua mata milik ku. Kalau Ristan itu suka dengan Jasmine" Ucap Pak Rafi penuh penekanan dan memelototi wajah Bu Hana


"Apa benar kau menyukai Jasmine?" Tanya Bu Hana kepada Ristan


"Tidak" Jawab Ristan menggelengkan kepala


"Itu dengar ucapan anak mu" Ucap Bu Hana tertawa terbahak-bahak


"Terserah. Kita lihat saja nanti" Jawab Pak Rafi segera pergi


"Jangan terlalu di pikirkan cepat atau lambat. Kau akan segera bertemu dengan jodohmu. Ibu ingin kau segera menikah dan memiliki anak. Lihatlah teman-teman mu mereka semua sudah menikah dan memiliki anak" Ucap Bu Hana segera memeluk Ristan dengan mata berkaca-kaca


"Aku pergi dulu" Pamit Ristan sembari mendorong tubuh Bu Hana


"Ibu tidak habis pikir soal Anjani. Berani sekali dia melakukan hal menjijikkan di belakang mu. Untung saja kau mengetahuinya" Ucap Bu Hana membuang nafasnya begitu kasar


"Itulah, Bu. Makanya jangan menilai orang dari luarnya saja" Jawab Ristan terus berjalan


"Ristan..." Teriak Anjani dari luar pagar dengan melambaikan kedua tangan miliknya saat melihat wajah Ristan


"Ada apa lagi?" Tanya Ristan kepada Alif yang tengah membukakan pintu mobil untuknya


"Anjani, ingin bertemu dengan Tuan dan ingin berbicara soal hubungannya" Jawab Alif menundukkan kepala


"Dasar wanita tidak tahu diri" Ucap Ristan segera masuk ke dalam mobil itu dan langsung menutupnya


Anjani masih berteriak memanggil nama Ristan. Saat mobil itu melewati dirinya begitu saja. Anjani segera mengejar mobil Ristan dan mengikutinya sampai di kantor.


Dengan sigap Rusli dan Denis berdiri tegak menghadang Anjani, yang ingin masuk ke dalam kantor tersebut. Bahkan para anak buah Danu yang berjaga di sekitarnya. Segera menyeret paksa Anjani agar meninggalkan kantor tersebut.


"Sial. Aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua" Teriak Anjani histeris dan segera pergi


Para anak buah Danu masih berdiri tegak. Sembari merapikan pakaian miliknya dan melihat kepergian Anjani.


"Astaga. Bukankah itu Anjani! Tega sekali dia mengkhianati Tuan Ristan" Bisik para karyawan Nuel Grup yang sedang bergosip melihat wajah Anjani yang begitu berantakan


Berita itu balik menjatuhkan nama baik Anjani. Setelah, Anjani kembali meng-upload foto dan video tentang dirinya dan Ristan. Kini Ristan tidak main-main menangani masalah perusahaan Bapaknya dan harga dirinya.


Banyak perusahaan yang sudah mengontrak Anjani. Mereka langsung berbondong-bondong membatalkan kontrak secara sepihak, di karenakan mereka tidak ingin terkena masalah. Lantaran urusan pribadi Anjani yang nantinya akan berdampak pada perusahaan mereka.


Sesampainya di rumah Anjani menjatuhkan tubuhnya di kursi ruang tamu, sembari memijat kepalanya yang terasa pusing.


Sedangkan kedua orang tua Anjani, segera mengemasi pakaian miliknya dan pakaian Anjani. Mereka berencana akan pulang ke Paris, dengan mengajak Anjani sekalian. Mengingat Anjani sedang mengandung dan mereka tidak ingin meninggalkan Anjani di Indonesia sendiri.


Awalnya Anjani ngotot tidak ingin pergi bersama kedua orang tuanya. Namun demi kebaikan dirinya dan juga calon anaknya. Akhirnya Anjani menyetujuinya. Bahkan kedua orang tua Anjani melarang keras. Anjani bertemu dengan Jimi, dikarenakan Jimi tidak selevel dengan keluarga mereka.


Mereka juga sadar kalau mereka kalah dari Ristan. Dan pada akhirnya sebelum mereka pergi ke Paris. Kedua orang tua Anjani dan Anjani meminta maaf kepada Ristan.


"Kalian masih beruntung" Jawab Ristan berdiri membelakangi mereka


"Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan maafkan Anjani" Ucap Pak Basuki memohon, setelah Anjani membuat kekacauan lagi


"Cepat pergi dari hadapan ku" Usir Ristan memelototi wajah mereka


"Kita akan pulang ke Paris" Sambung Mama Agnes


Pak Basuki segera menarik lengan Anjani agar mengikuti langkah kakinya. Anjani terus melihat ke arah Ristan. Sedangkan Ristan memalingkan wajahnya.


"Ayo, Anjani kita harus pergi!" Ucap Mama Agnes sembari mendorong tubuh Anjani


Anjani menangis dan segera berjalan mengikuti langkah mereka.