
"Apa kau tidak suka mengandung anakku?" Tanya Ristan yang akan tidur malam
Jasmine terdiam pura-pura tidur mendengar ucapan Ristan.
"Sayang. Apa kau mendengarkan ucapan ku?" Tanya Ristan sembari mengelus punggung Jasmine
Stt
"Kenapa?" Bisik Ristan di telinga Jasmine dengan memeluk tubuh itu dari arah belakang
"Jangan ganggu aku. Aku ingin beristirahat" Jawab Jasmine membalikkan tubuhnya melihat wajah Ristan begitu intens
Melihat perubahan sikap Jasmine, Ristan merasa gelisah di tambah pula sang adik sudah on di bawah sana.
Ristan mendekatkan bibirnya ke bibir Jasmine. Seketika Jasmine langsung ******* bibir Ristan dengan memejamkan kedua mata miliknya.
"Apa yang kau lakukan sayang?" Tanya Ristan segera duduk memelototi wajah Jasmine yang tengah memejamkan kedua mata miliknya
Jasmine tersenyum meraih tangan Ristan, namun matanya masih terpejam.
"Tidak bisa begini" Teriak Ristan frustasi menjatuhkan tubuhnya di samping Jasmine
"Sayang. Ayolah kita bikin dede bayi" Ajak Ristan dengan menggoyangkan tubuh Jasmine
"Hm" Gumamnya
"Sayang... Apa kau tidak merasa kasihan kepada ku? Pegang pedangku ini, dia ingin segera di mainkan" Ucap Ristan di telinga Jasmine hingga hembusan nafasnya membuat bulu kuduk Jasmine berdiri
Ristan menuntun tangan Jasmine untuk memegang pedang miliknya. Ristan menaik turunkan tangan Jasmine di bawah sana.
"Ah..." Desahannya keenakan
"Hoek..." Jasmine segera berlari menuju ke arah kamar mandi
"Sayang apa kau baik-baik saja?" Tanya Ristan mengelus punggung Jasmine
"Iya" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala dan kembali berjalan menuju ke arah ranjang
"Tidurlah!" Perintah Ristan membantu membaringkan tubuh Jasmine. Tak lupa juga dirinya menyelimuti tubuh itu
"Uncle" Panggil Jasmine menarik tangan Ristan
"Ya" Jawab Ristan lirih membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jasmine
"Aku akan pergi ke ruang kerja. Kau tidurlah" Jawab Ristan tersenyum lebar
"Jangan pergi! Tetaplah di sini temani aku tidur!" Ucap Jasmine kembali menarik tangan Ristan dan segera bangun
"Ya aku akan menjagamu" Jawab Ristan tersenyum melihat wajah Jasmine dan sembari naik ke atas ranjang. Tanpa memalingkan wajahnya melihat ke arah wajah Jasmine
Ristan merentangkan kedua tangan miliknya. Dengan begitu Jasmine segera memeluk tubuh Ristan.
"Apa kau masih merasa mual?" Tanya Ristan dengan mengelus perut Jasmine yang masih rata
"Mulutku rasanya pahit" Jawab Jasmine lirih
"Apa kau ingin makan yang manis-manis?" Tanya Ristan semakin mempererat pelukannya
"Hm" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala melihat wajah Ristan begitu intens
Seketika Ristan ******* bibir Jasmine begitu rakus.
"Apa rasanya masih terasa pahit?" Tanya Ristan mengedipkan salah satu mata miliknya
"Masih" Jawab Jasmine singkat
"Bagus" Ucap Ristan lirih dan tersenyum dengan sendirinya
Ristan kembali ******* bibir Jasmine dan Jasmine membalas lumatkan tersebut. Ristan berhasil membuat Jasmine bergairah kembali untuk melakukan sesuatu yang lebih.
"Jangan lakukan itu" Cegah Jasmine saat adik kesayangannya Ristan akan masuk
"Kenapa?" Tanya Ristan menautkan kedua alis miliknya dan lemas
"Aku takut terjadi sesuatu dengan calon bayi ku" Jawab Jasmine menjelaskannya
"Tidak apa-apa. Aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati" Ucap Ristan lirih
"Apa kau yakin dengan ucapan mu?" Tanya Jasmine menelisik wajah Ristan
"Ya. Kalau kau tidak percaya dengan ucapan ku. Maka besok kita akan menemui Dokter Cika kembali" Jawab Ristan tersenyum melihat wajah Jasmine
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.