My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 16



Setelah dirinya sadar dan mengingat kembali kejadian semalam. Anjani marah kepada Ristan yang mengabaikan dirinya.


Beberapa hari ini Anjani selalu berkeliaran di luar. Tanpa mempedulikan lagi pekerjaannya sebagai model. Padahal dirinya sudah menandatangani kontrak iklan sabun mandi dengan perusahaan Nail Grup. Hal itu membuat Pak Daniel murka melihat sikap Anjani yang tidak profesional.


Sedangkan Jimi sebagai asisten Anjani berusaha keras mencari alasan dan menjelaskan kepada mereka yang telah mengontrak Anjani. Agar menunda pemotretan iklan tersebut di sebabkan Anjani sedang sakit.


Jimi keluar dari rumah Anjani dengan tergesa-gesa karena dirinya tidak menemukan Anjani.


"Sial. Kemana perginya Anjani" Umpat Jimi marah dan segera menendang pot bunga yang ada di pekarangan rumah Anjani


Jimi langsung menghubungi nomor telepon Anjani. Setelah melakukan panggilan, ponsel Anjani berada di luar jangkauan.


"Awas saja kalau aku sampai bertemu dengannya. Aku akan mengikat kedua kaki dan tanganmu" Ucap Jimi tersenyum licik dan segera pergi dari rumah Anjani


Di tempat lain


Seseorang tengah menerobos masuk ke dalam ruangan Ristan. Wanita itu menendang kursi yang berada di hadapannya. Ristan memelototi wajah wanita itu dengan tatapan tidak suka. Sedangkan Rusli dan Denis berdiri di ambang pintu setelah Ristan memelototi mereka.


"Cepat usir wanita ini dan jangan biarkan dia masuk ke dalam kantor milik ku! Perintah Ristan menunjuk ke arah wajah Anjani


"Apa maksudmu?" Tanya Anjani marah dan berjalan menghampiri Ristan


"Jangan membuat keributan di kantor ku" Jawab Ristan segera duduk di kursi kebesarannya dengan memijat kepalanya yang terasa pening


"Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau tidak mengangkat teleponku? Setelah kau pergi bersama Jasmine dan meninggalkan ku di restoran?" Tanya Anjani tersenyum manis sembari berjalan menghampiri Ristan yang tengah duduk di kursi


"Maaf. Aku sudah melupakan mu karena Jasmine lebih membutuhkanku" Jawab Ristan memalingkan wajahnya


"Jasmine lagi - Jasmine lagi" Ucap Anjani menggelengkan kepalanya mendengar nama Jasmine


"Kita sudah tidak ada hubungan lagi. Jadi, tolong jangan ganggu aku! Aku sedang sibuk dan pergilah!" Usir Ristan kembali menatap komputer miliknya


"Ck. Sebelum ada Jasmine di antara kita, hubungan kita baik-baik saja. Tapi, kenapa setelah muncul perempuan yang bernama Jasmine kau malah menjauh dari ku. Apa kau menyukai Jasmine?" Tanya Anjani sembari menghela nafasnya begitu kasar


"Tidak" Jawab Ristan singkat


"Jangan berbohong. Apa hebatnya Jasmine di bandingkan dengan ku?" Tanya Anjani membusungkan dadanya


"Sudahlah aku tidak ingin berbicara lagi dengan mu" Jawab Ristan malas


"Kalau kau mengabaikan ku, aku akan menyebarkan foto dan video kita di media sosial. Agar mereka tahu kalau kau laki-laki bejat" Ancam Anjani tersenyum licik melihat kearah wajah Ristan


"Apa maksudmu? Apa kau sedang mengancam ku?" Tanya Ristan segera berdiri dari tempat duduknya


"Ya. Bisa di bilang begitu" Jawab Anjani terang-terangan


"Dasar perempuan gila" Umpat Ristan menarik lengan Anjani dengan paksa dan membawanya keluar dari ruangannya


Anjani ngotot dan akan masuk kembali keruangan tersebut. Namun Ristan lebih dulu menutup pintu itu dan segera menguncinya.


"Sebaiknya Nona pergi saja dari kantor ini" Ucap Denis dengan menundukkan kepala


"Apa maksudmu? Bukannya membantu ku, malah kau ikut mengusirku juga" Jawab Anjani ketus dan segera menginjak kaki Denis dengan heels yang dirinya kenakan


"A..." Teriak Denis kesakitan sembari memegang kakinya


"Wow. Hah..." Ucap Rusli melihat kepergian Anjar dengan tertawa terbahak-bahak


Selang beberapa jam Anjani masih berada didalam mobil miliknya yang terparkir di perusahaan Nuel Grup.


Anjani segera mengaktifkan ponsel miliknya dan mulai men-scroll mencari foto dirinya dan Ristan. Anjani masih menyimpan foto tersebut, saat dirinya dan Ristan tengah terbaring di atas tempat tidur. Yang memperlihatkan tubuhnya bagian atas.


Foto itu dirinya ambil saat Ristan tengah mabuk dan tidak sadarkan diri. Dengan sigap Anjani melepas pakaian Ristan dan dirinya langsung memotretnya. Kejadian itu bermula pada malam tahun baru, saat mereka berlibur ke Singapura.


Anjani langsung mengunggahnya dengan akun yang lainnya. Seketika media sosial di hebohkan foto fulgar tersebut. Dalam keterangan foto tersebut Anjani menuliskan. CEO perusahaan Nuel Grup mengencani seorang artis model papan atas bernama Anjani Basuki.


Prakkk


Ristan melempar semua benda yang ada di atas meja miliknya. Setelah menatap ponsel miliknya. Di karenakan ada nomor tidak di kenal mengirim pesan singkat kepadanya.


"Tuan" Panggil Alif masuk ke dalam ruangan Ristan


"Apa yang sedang kau lakukan? Sampai-sampai kau...?" Tanya Ristan terpotong dan tidak di teruskan sembari memelototi wajah Alif


"Maaf" Jawab Alif menundukkan kepala


"Cepat bereskan semua kekacauan ini!" Perintah Ristan memijat kepalanya yang terasa pusing dan dirinya segera duduk


"Baik Tuan" Jawab Alif berjalan mundur dan segera pergi menyelesaikan masalah tersebut


Anjani tertawa terbahak-bahak sembari membaca komentar para netizen. Anjani tidak peduli lagi soal karirnya. Yang terpenting hatinya sekarang merasa puas. Anjani langsung menyalakan mesin mobil miliknya dan segera pergi dari perusahaan Nuel Grup, tanpa rasa bersalah.


"Hei... Bukankah ini wajah orang yang pernah mengantar Jasmine ke sekolah" Ucap Meri sedikit berteriak sembari melihat ponsel miliknya


"Coba lihat" Jawab Marvel meraih ponsel tersebut dari tangan Meri


Marvel membaca berita itu dengan seksama.


"CEO Nuel Grup" Ucap Marvel memelototi foto tersebut


"Wah... Jadi selama ini Jasmine berkencan dengan CEO" Ucap Meri dengan mata berbinar-binar


"Jangan tertipu dengan foto ini! Bisa saja foto ini editan dan belum tentu itu wajah asli CEO Nuel Grup" Jawab Marvel ketus dengan menyodorkan ponsel tersebut kepada Meri


"Bilang aja syirik" Ucap Meri tersenyum kaku dan segera pergi


Meri yang akan berjalan ke luar kelas. Tanpa sengaja dirinya menabrak Jasmine.


"Jasmine" Teriak Meri histeris dan segera memeluknya begitu erat


"Ada apa ini?" Tanya Jasmine mengerutkan keningnya


"Di mana kau bertemu CEO Ristan Imanuel?" Tanya Meri balik dengan memelototi wajah Jasmine


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan" Jawab Jasmine kembali berjalan dan duduk di kursinya


"Jas. Kau tidak bisa berbohong dari ku. Lihatlah foto laki-laki ini! Bukankah dia pernah mengantar mu ke sekolah waktu itu" Ucap Meri menyodorkan ponsel miliknya. Agar Jasmine bisa melihat wajah dalam foto tersebut


"Apa?" Jawab Jasmine terkejut


"Kenapa kau terkejut? Kau cemburu,ya?" Tanya Meri dengan tertawa


"Tidak mungkin" Jawab Jasmine mengusap wajahnya begitu kasar dan langsung melihat kembali berita tersebut melalui ponsel miliknya


"Jangan sedih. Aku rasa hatimu tidak akan terluka setelah melihat foto itu. Tapi, aku tidak percaya kau berkencan dengan CEO. Di mana kau bertemu dengan CEO Ristan?" Tanya Meri yang ingin tahu dan melihat wajah Jasmine begitu intens


"Minggir!" Ucap Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi menuju ke toilet di ikuti oleh Meri


Jasmine berada di dalam toilet tersebut hampir tiga puluh menit. Sedangkan Meri yang menunggunya sedari tadi, dia lebih memilih kembali ke dalam kelas dengan wajah di tekuk.


"Ada yang tahu keberadaan Jasmine sekarang di mana?" Tanya Vita berteriak saat masuk ke dalam kelas


"Jasmine di toilet" Jawab Meri


Vita langsung berlari menuju ke toilet perempuan. Satu persatu pintu toilet di buka dan tidak menemukan Jasmine. Vita merasa khawatir dengan keadaan Jasmine. Saat dirinya akan kembali ke kelas, Vita berpapasan Jasmine di depan ruang perpustakaan.


"Kau dari mana saja?" Tanya Vita yang segera memeluk tubuh Jasmine


Jasmine menagis dalam pelukan Vita.


"Ada apa?" Tanya Vita yang lebih memilih pura-pura diam dan tidak menanyakan soal berita itu kepada Jasmine


"Perutku sakit sekali dan aku tidak tahan lagi" Jawab Jasmine dengan tubuh lemas


"Apa kau sakit?" Tanya Vita memapah Jasmine dan mengajaknya duduk di kursi yang berada tidak jauh darinya


Jasmine mengikutinya


"Apa kau sudah makan?" Tanya Vita melihat Jasmine sembari mengusap wajahnya


"Belum" Jawab Jasmine singkat


"Ayo, kita ke kantin!" Ajak Vita kembali memapah Jasmine


Brukk


Jasmine jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Vita segera meminta bantuan kepada teman-temannya untuk membawa Jasmine ke ruang UKS. Dirinya berada di samping Jasmine, namun sudah satu jam lamanya Jasmine pingsan dan tidak sadarkan diri.


Bu Neti selaku wali kelas Jasmine. Memberi arahan agar Jasmine segera di bawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Dokter langsung menangani Jasmine. Dokter mengatakan Jasmine sedang terkena penyakit maag dan asam lambung akut.


Jasmine membuka kedua mata miliknya dan melihat di sekitarnya.


"Di mana aku?" Tanya Jasmine


"Jas..." Panggil Vita segera membuka kedua mata miliknya


"Aku sedang di mana ini?" Tanya Jasmine melihat disekitarnya


"Kau di rumah sakit. Tadi kau pingsan di sekolah dan di larikan ke rumah sakit. Aku sangat menghawatirkan mu! Dokter mengatakan kau memiliki penyakit maag dan asam lambung akut" Jawab Vita menjelaskannya


Jasmine terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Dirinya terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan tangan di infus.