
Tepat jam satu siang Ristan pulang ke rumah miliknya. Hal itu menjadi pemandangan langka bagi para karyawan yang bekerja di rumah miliknya.
Ristan sengaja pulang lebih awal karena mendapat laporan dari Danu. Soal masalah Jasmine hari ini di sekolah.
"Tuan" Panggil Bu Atul terkejut melihat kedatangan Ristan
"Dimana Jasmine?" Tanya Ristan terus berjalan
"Ada di dalam kamarnya" Jawab Bu Atul menjelaskannya dan mengikuti langkah Ristan
"Apa dia sudah makan siang?" Tanya Ristan berjalan tergesa-gesa menuju ke kamar Jasmine
"Sudah" Jawab Bu Atul
"Bagus. Sebaiknya kau lanjutkan pekerjaanmu dan jangan ikut aku!" Ucap Ristan menghentikan langkah kakinya
"Maaf Tuan" Jawab Bu Atul menundukkan kepala dan berjalan mundur meniggalkan Ristan
Ristan menghela nafas begitu dalam dan segera masuk ke dalam kamar Jasmine.
"Kau sedang apa?" Tanya Ristan melihat Jasmine duduk di sana dan dirinya segera menghampirinya
"Belajar" Jawab Jasmine terus menulis mengerjakan tugas dari Bu Neti
"Anak pintar" Ucap Ristan mengelus kepala Jasmine dan segera duduk di samping Jasmine
"Apa kau akan pergi lagi?" Tanya Jasmine dengan segera
"Tidak. Kenapa?" Tanya Ristan balik sembari menatap layar ponsel miliknya
"Aku hanya bertanya saja" Jawab Jasmine menghela nafas begitu berat
"Apa tugasnya sulit?" Tanya Ristan segera berdiri dari tempat duduknya dan memeriksanya
"Tidak" Jawab Jasmine langsung menutup buku tersebut dan tersenyum kaku
"Kenapa dengan dirimu? Aku ingin melihatnya, apa kau benar-benar mengerjakannya atau tidak" Ucap Ristan mengambil buku tersebut dari tangan Jasmine
Jasmine terkejut saat melihat Ristan berhasil mengambil buku itu darinya.
"Bagus anak pintar" Puji Ristan kembali mengusap kepala Jasmine. Setelah membaca jawaban Jasmine
"Ehem" Jasmine berdehem dan segera berdiri dari tempat duduknya. Karena merasa risih dengan kehadiran Ristan, setelah apa yang mereka lakukan tadi pagi
"Sebentar lagi kau akan menghadapi ujian sekolah dan dirimu akan menamatkan SMA. Apa kau sudah memikirkan, akan kuliah di universitas mana?" Tanya Ristan yang masih duduk sembari membaca tulisan Jasmine
"Aku tidak ingin kuliah" Jawab Jasmine menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur
"Kenapa?" Tanya Ristan terkejut dengan ucapan Jasmine
"Pokoknya aku tidak ingin kuliah" Jawab Jasmine sembari berguling-guling di atas tempat tidur
"Kalau kau tidak ingin kuliah terus mau jadi apa?" Tanya Ristan segera berdiri dari tempat duduknya dan pindah duduk di pinggir tempat tidur Jasmine
"Aku ingin bebas tanpa memikirkan sesuatu" Jawab Jasmine segera bangun dan melihat wajah Ristan begitu intens
"Terus siapa yang akan meneruskan perusahaan mu. Kau harus ingat saat dirimu berusia dua puluh lima tahun. Aku akan mengembalikan perusahaan itu kepada mu" Ucap Ristan lirih dan hembusan nafasnya mengenai wajah Jasmine
"Aku tidak peduli. Kau saja yang meneruskannya" Jawab Jasmine segera berdiri dan berjalan mendekat ke arah jendela
"Baiklah jika mau mu seperti itu. Asal dirimu mau menjadi Nyonya Ristan" Ucap Ristan memeluk Jasmine dari arah belakang lalu mencium pipinya
"Hm. Apa" Jawab Jasmine terkejut melihat Ristan sudah pergi dari kamarnya
"Ada apa dengannya? Seharian dirinya terus mencium ku" Ucap Jasmine melipat kedua tangan miliknya dan berfikir keras memecahkan masalah tersebut
Dalam kondisi mabuk Anjani bertamu di rumah Ristan. Saat dirinya di larang masuk ke dalam oleh para anak buah Danu. Anjani membuat keributan di luar rumah.
"Kau harus datang besok karena Tuan Ristan sudah tidur" Teriak Danu kesal
"Aku harus bertemu Ristan. Ristan..." Ucap Anjani berteriak memanggil nama Ristan terus
"Jim. Kau seharusnya tahu diri, kalau kau sudah tahu Anjani mabuk. Kenapa malah membawanya ke sini" Ucap Danu marah kepada Jimi
"Kenapa kau malah menyalahkan ku?" Tanya Jimi yang tidak terima
"Sudahlah bawa pulang Anjani sana" Usir Danu kesal dan segera masuk ke dalam
"Ristan" Teriak Anjani begitu lantang
Ristan yang masih berada di ruang kerja mendengar teriakkan Anjani dan segera keluar dari dalam rumah.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Ristan menghampiri mereka yang masih berdiri di luar pagar
"Maaf Tuan. Anjani ini masuk ke dalam" Jawab Danu menundukkan kepala
"Anjani" Panggil Ristan segera membuka pagar tersebut
"Hoek" Anjani muntah dan muntah itu mengenai pakaian Ristan
"Apa dia sedang mabuk?" Tanya Ristan menautkan kedua alis miliknya melihat wajah Jimi
"Iya Tuan" Jawab Jimi menundukkan kepala dan segera memapah Anjani
"Sebaiknya kau antar dia pulang ke rumahnya. Sudah malam dan aku sangat sibuk" Ucap Ristan segera masuk ke dalam rumah miliknya
Ristan melepaskan pakaian miliknya dan membuangnya ke keranjang kotoran. Dirinya harus mandi lagi karena merasa jijik dengan muntahan Anjani.
Setelah memakai piyama milik dan akan naik ke atas tempat tidur. Ristan kembali teringat Jasmine dan dirinya segera berjalan menuju ke kamar Jasmine.
Di buka pintu kamar tersebut dan dilihatnya Jasmine sedang tidur. Ristan kembali menutup pintu itu dengan perlahan agar tidak menggangu tidur Jasmine.
Ristan masuk kembali ke dalam kamar miliknya dan segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sembari mengingat kejadian tadi pagi, Ristan tersenyum dengan sendirinya. Ristan menepuk kedua pipi miliknya agar tidak memikirkan Jasmine. Akhir-akhir ini pikirannya selalu tertuju kepada Jasmine. Membuat Ristan selalu gelisah saat jauh darinya.
"Apa yang sudah terjadi dengan ku" Ucap Ristan sembari meraih guling dan memeluknya begitu erat lalu menciumnya
"Apa aku... Tidak mungkin" Ucap Ristan memegang dada miliknya
"Tidak mungkin aku jatuh cinta kepada Jasmine" Ucap Ristan segera memejamkan kedua mata miliknya dan tidur
Ristan kembali terbangun karena tidak bisa tidur. Dirinya keluar dari dalam kamar miliknya dan menuju ke ruang makan. Ristan membuka kulkas tersebut untuk mengambil minuman bersoda dan segera duduk di sana.
"Tuan" Panggil Bu Atul terkejut melihat Ristan yang berada di ruang makan
"Bu Atul belum tidur?" Tanya Ristan memelototi wajah Bu Atul
"Hi..." Jawab Bu Atul meringis dan segera pergi menuju ke arah dapur di ikuti oleh Ristan
"Apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya Bu Atul dengan segera, setelah melihat Ristan mengikutinya
"Bu Atul kenapa malah ke dapur dan tidak tidur?" Tanya Ristan yang tidak mengerti
"Maaf Tuan. Perutku tidak bisa di ajak kompromi. Aku ingin memasak mie. Apa Tuan ingin makan mie?" Tanya Bu Atul balik
"Boleh juga itu. Ya sudah aku akan menunggu di ruang makan" Jawab Ristan segera pergi
Saat Bu Atul selesai memasak dan akan membawanya ke meja makan. Dirinya melihat Ristan tertidur di sana dan Bu Atul tidak berani membangunkan Ristan.
"Wah... Sepertinya rejeki ku, nih. Harus makan mie dua mangkok" Ucap Bu Atul kembali masuk ke dalam dapur dan segera menghabiskan mie tersebut