
Hari yang di nanti seluruh siswa siswi kelas 3 SMA Tunas Kelapa telah tiba.
Dalam urusan pendidikan Jasmani mampu menempati juara pertama dalam kelulusan tersebut. Semua itu berkat didikan Ristan, Ristan mampu mengubah cara belajar Jasmine. Hingga nilai raport dan nilai ujiannya menjadi baik.
Mereka akan mengadakan acara party kelulusan sekolah di hotel Adipati. Alunan musik yang menggema di seluruh ruangan tersebut membuat siswa siswi kelas 3 SMA Tunas Kelapa tertawa bergembira.
Dalam acara tersebut ada beberapa siswa yang datang bersama dengan pacarnya. Ada pula yang datang sendiri atau bersama dengan teman-temannya.
Di luar hotel
Seseorang menggunakan dress berwarna hitam dengan belahan dada yang sedikit turun kebawah. Perempuan itu segera turun dari mobil miliknya dan masih di kawal.
"Pakailah jas milikku. Aku tidak ingin kau menjadi pusat perhatian mereka" Ucap Ristan segera melepas jas miliknya dan memberikannya kepada Jasmine
"Apa maksudmu?" Tanya Jasmine memelototi wajah Ristan dengan tatapan tidak suka
"Sudah pakai saja dan jangan banyak berbicara" Jawab Ristan sembari memakaikan jas miliknya untuk menutupi tubuh Jasmine bagian atas
"Astaga. Om-om ini apaan, sih. Kau mengacaukan ku saja" Ucap Jasmine kesal dengan bibir manyun
"Kenapa dengan bibir mu? Apa kau sengaja ingin menggodaku atau kau ingin aku mencium mu" Bisik Ristan di telinga Jasmine
Seketika tubuh Jasmine merinding mendengar ucapan Ristan.Dan dirinya tersenyum kaku lalu pergi meninggalkan Ristan yang masih berdiri di sana.
"Jas..." Panggil Dion yang merupakan teman seangkatan namun beda kelas
"Hai. Apa kau baru datang?" Tanya Jasmine tersenyum kepada Dion
"Iya. Kau datang dengan siapa?" Tanya Dion balik melihat ke arah para pengawal tersebut dan juga Ristan
"Dengan mereka" Jawab Jasmine kaku dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
Jasmine dan Dion masih berbicara di depan hotel tersebut.
"Astaga. Mereka sedang apa sih sebenarnya" Ucap Ristan memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka
"Tuan. Apa sebaiknya kita pergi saja?" Tanya Danu yang sudah berdiri di samping dirinya
Ristan geram melihat Dion memegang tangan Jasmine. Di tambah pula Jasmine terlihat tertawa lepas saat bersama dengan Dion.
"Tuan kau akan pergi ke mana?" Tanya Danu melihat Ristan berjalan menghampiri Jasmine
"Ehem..." Suara Ristan berdehem yang membuat mereka terdiam menatap wajah Ristan
Sedangkan Danu melihat Ristan dari arah kejauhan.
"Nanti kau pulang jam berapa?" Tanya Ristan kepada Jasmine. Namun pandangan matanya tertuju kepada Dion
"Jam sepuluh malam kita sudah pulang" Jawab Jasmine menjelaskannya
"Itu sudah larut malam. Sebaiknya kau pulang jam sembilan saja" Ucap Ristan memelototi wajah Jasmine
"Ya. Terserah kau saja" Jawab Jasmine menghela nafasnya begitu dalam
"Siapa dia?" Tanya Dion yang ingin tahu
"Dia bukan siapa-siapa" Jawab Jasmine sembari tertawa melihat wajah Ristan
"Oh..." Ucap Dion lirih dan menatap wajah Ristan
"Apa kau tidak mengenaliku anak muda?" Tanya Ristan membusungkan dadanya berjalan mendekati Dion
"Tidak. Sepertinya kau bukan anak SMA Tunas Kelapa" Jawab Dion santai
"Benar sekali jawaban mu" Sambung Jasmine tertawa sembari menepuk pundak Dion
"Perkenalkan namaku Ristan Imanuel CEO Nuel Grup" Ucap Ristan mengulurkan tangan miliknya dan tersenyum manis
"Apa-apaan sih ganggu aja! Dion sebaiknya kita masuk ke dalam. Sepertinya sudah di mulai acaranya!" Ajak Jasmine menarik tangan Dion dan membawanya masuk ke dalam hotel tersebut. Sedangkan mata Dion masih melihat wajah Ristan yang berdiri di sana dengan kedua tangan mengepal
"A... Sial" Umpat Ristan marah dengan mengacak-acak rambut miliknya sendiri
"Tuan. Sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini" Ucap Danu kepada Ristan
"Ck. Aku tidak akan pergi meninggalkan Jasmine di tempat ini sendirian. Kau pergilah masuk ke dalam dan tetap awasi Jasmine. Aku akan menunggu di mobil, kabari aku jika ada yang mencurigakan!" Perintah Ristan menepuk pundak Danu dan segera berlari menuju ke arah mobil miliknya
"Ada apa dengan Tuan Ristan" Ucap Danu menggelengkan kepala dan segera masuk ke dalam hotel tersebut
Dari arah kejauhan Danu masih mengawasi Jasmine.
Jasmine masih bergabung dan berbicara dengan teman-teman Dion. Selang beberapa menit kemudian Dion pergi ke toilet.
Dion berjalan tergesa-gesa saat melewati lorong toilet tersebut. Dan segera membuka pesan singkat yang telah masuk ke dalam ponsel miliknya. Dion langsung membaca pesan tersebut dan kembali berjalan menuju ke toilet.
"Bagaimana?" Tanya Marvel dengan segera setelah melihat wajah Dion masuk ke dalam toilet tersebut
"Aman" Jawab Dion tersenyum licik
"Siap Bos" Jawab Dion mengambil barang itu dari tangan Marvel dan segera menyimpannya di saku celana miliknya
"Jangan sampai gagal. Aku tunggu di kamar 102" Ucap Marvel menepuk pundak Dion dan segera pergi
Beberapa menit kemudian Dion keluar dari toilet pria. Dion berjalan menuju ke tempat makan. Saat dirinya berpapasan dengan seorang pelayan. Dion segera mengambil minuman yang di bawa pelayanan tersebut dan membawanya ke suatu tempat.
Dion melihat di sekitarnya, setelah aman dirinya langsung menuangkan bubuk itu ke dalam minuman tersebut dan segera mengaduknya agar tercampur.
Dion kembali menghampiri Jasmine yang tengah duduk di sana sedang berbicara dengan Meri dan teman-teman yang lainnya. Sedangkan Vita dan Syifa asyik berada di lantai dansa bersama pasangannya.
"Hei... Kau dari mana saja?" Tanya Meri kepada Dion
"Dari toilet. Kenapa? Apa kau merindukanku setelah aku pergi beberapa menit?" Tanya Dion segera duduk di samping Meri dan merangkulnya
"Apa yang kau bawa?" Tanya Meri meraih gelas yang ada di tangan Dion
"Ini bukan untuk mu" Bentak Dion memelototi wajah Meri
"Lalu untuk siapa?" Tanya Meri kesal
"Minuman ini spesial untuk Jasmine" Jawab Dion memberikan gelas itu kepada Jasmine
"Astaga kau ini. Aku kan pacarmu" Ucap Meri langsung berdiri dari tempat duduknya
"Hei... Tenanglah sayang. Kau minum jus ini saja. Ini kan minuman kesukaan mu" Jawab Dion menarik lengan Meri agar duduk kembali di tempatnya
"Ya sudah. Nanti aku akan meminumnya" Ucap Meri segera pergi
"Sayang. Kau akan pergi ke mana?" Tanya Dion berteriak
"Dansa" Jawab Meri terus berjalan
"Aku juga akan pergi ke sana menyapa teman-teman ku yang lain" Ucap Jasmine tersenyum kaku
"Hei... Minumlah minumannya dan jangan pergi" Jawab Dion mengulurkan gelas tersebut dan Jasmine segera menerima gelasnya lalu meminumnya
Dalam hati Dion merasa senang karena rencananya berhasil. Dion kembali tersenyum manis melihat ke arah wajah Jasmine.
"Ayo, habiskan!" Perintah Dion dengan mata memelototi gelas tersebut
Glekk
Seketika minuman yang ada di gelas Jasmine habis.
"Aku akan pergi ke sana sebentar" Ucap Dion berdiri dari tempat duduknya
"Dion..." Panggil Jasmine begitu lirih
"Ya. Ada apa?" Tanya Dion yang masih berdiri di hadapan Jasmine
"Kenapa kelapa ku tiba-tiba pusing?" Tanya Jasmine yang tidak mengerti
"Apa?" Tanya Dion pura-pura tidak mengerti dan memandangi wajah Jasmine begitu intens
"Tubuhku rasanya panas sekali" Jawab Jasmine lirih
"Mungkin kau sakit. Sebaiknya kita pergi ke rumah sakit!" Ajak Dion segera memapah Jasmine
"Tidak" Jawab Jasmine mendorong tubuh Dion
"Vita... Syifa... Kalian di mana? Tolong aku" Ucap Jasmine
"Mereka tidak ada di sini. Aku akan menolong mu" Jawab Dion segera memapah Jasmine dan segera meninggalkan tempat itu, tanpa sepengetahuan yang lainnya
Meri kembali ketempat itu setelah dari lantai dansa. Dirinya tidak menemukan Dion dan Jasmine.
Saat sampai di kamar 102 Marvel segera membuka pintu tersebut. Setelah pintu itu di ketuk dari luar. Marvel tersenyum lebar dan membantu mereka membaringkan tubuh Jasmine di atas tempat tidur.
Mereka tertawa terbahak-bahak setelah melihat tubuh Jasmine dan obat itu sudah bereaksi.
"Bagaimana ini? Sepertinya dia sudah terangsang?" Tanya Jio yang merupakan salah satu geng mereka
"Aku yang akan melakukannya terlebih dahulu. Setelah itu baru kalian bergiliran" Jawab Marvel menjelaskannya
"Tidak bisa begitu. Bisa jadi kau yang menikmati perawan Jasmine" Bantah Jio marah
"Kau ini. Jelas-jelas Jasmine wanita ******. Masih saja kau berpikir perawan" Ucap Marvel menoyor kepala Jio
"Benar juga. Mana mungkin Jasmine masih perawan. Ya. Sudah biarkan Marvel duluan" Sambung Dion segera melepas pakaian miliknya
Sedangkan Jio duduk di samping Jasmine dengan tangan mengelus wajah Jasmine.
Saat Marvel akan naik ke atas ranjang. Pintu itu berhasil di dobrak dan memperlihatkan beberapa pengawal Ristan tengah berdiri di ambang pintu. Ristan segera masuk ke dalam , lalu menggendong Jasmine yang tidak sadarkan diri.
Sedangkan para anak buah Danu langsung menangkap Marvel, Dion, dan Jio. Danu membawa mereka ke markas atas perintah Ristan dan memberikan pelajaran yang setimpal kepada para bajingan itu.