
Keesokan harinya
Ristan berjalan tergesa-gesa menuju ke tempat parkir. Bahkan dirinya tidak menghiraukan ucapan Bu Hana yang mengajaknya sarapan pagi.
"Tuan. Anda akan pergi ke mana?" Tanya Alif mengikuti langkah Ristan hingga ke tempat parkiran
"Aku akan pergi ke rumah Jasmine" Jawab Ristan segera masuk ke dalam mobil
"Biarkan aku yang menyetir dan Tuan duduk di belakang!" Perintah Alif menundukkan tubuhnya
"Tidak perlu kau pergilah ke kantor dan kita bertemu di sana!" Perintah Ristan kepada Alif
"Baik Tuan" Ucap Alif menundukkan kepala sembari melihat kepergian Ristan
Ristan menuju ke rumah Jasmine, Ristan merasa bersalah kepada Jasmine setelah kejadian kemarin.
"Bu Yuni" Teriak Ristan berlari menghampiri Bu Yuni yang akan masuk ke dalam rumah
"Tuan Ristan" Ucap Bu Yuni membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Ristan
"Di mana Jasmine?" Tanya Ristan melihat sekitarnya
"Nona Jasmine sudah pergi ke sekolah" Jawab Bu Yuni dengan tersenyum
"Jam berapa ini? Masih pagi kok sudah berangkat ke sekolah" Ucap Ristan melihat jam tangan miliknya dan tercengang
"Maaf Tuan. Ini sudah jam setengah delapan. Bisa jadi Nona Jasmine sampai ke sekolah sudah terlambat" Jawab Bu Yuni meringis
"Astaga. Ternyata aku telat, padahal aku ingin mengantarnya ke sekolah" Ucap batin Ristan mengusap wajahnya begitu kasar
Bu Yuni masih berdiri di hadapan Ristan dan melihat ke arah wajah Ristan yang tengah terdiam.
"Ya sudah, Bu. Aku pergi dulu!" Pamit Ristan segera berlari menuju ke arah mobilnya
Bu Yuni melihat kepergian Ristan dengan menggelengkan kepalanya.
Disekolah, seseorang tengah memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi pelajaran hari ini. Jasmine yang duduk di belakang, dirinya tidak bisa fokus belajar. Lantaran pikirannya sedang kacau karena memikirkan Ristan.
"Kenapa aku terus memikirkan Ristan dan seharusnya aku merasa senang karena sudah bebas darinya" Ucap batin Jasmine dalam lamunannya
"Jas... Jasmine" Panggil Syifa lirih sembari menyenggol lengan Jasmine
"Eh ada apa?" Tanya Jasmine yang sadar dengan panggilan Syifa
"Apa kau sudah mengisi semua soal yang diberikan Bu Neti?" Tanya Sifat dengan mata melirik ke arah buku Jasmine
"Belum" Jawab Jasmine menggelengkan kepala
"Astaga kau ini payah sekali" Ucap Syifa segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah meja Bu Neti untuk mengumpulkan tugas tersebut
Satu persatu mereka segera keluar dari dalam kelas tersebut. Hanya tersisa Jasmine dan Bu Neti yang sedang memelototi Jasmine.
"Cepat selesaikan!" Jawab Bu Neti ketus
"Iya Bu" Ucap Jasmine lirih dan kembali mengerjakan tugas tersebut
Satu jam kemudian, Jasmine baru keluar dari kelasnya. Dengan wajah murung dirinya berjalan menuju ke tempat parkir.
"Hei... Kau ini lama sekali mengerjakan soal gampang seperti itu" Teriak Vita segera menghampiri Jasmine
"Kalian belum pulang" Ucap Jasmine dengan malas
"Aduh kau ini. Apa kau tidak melihat ponsel milik mu. Aku sudah mengirim pesan singkat untuk mu. Kalau kita akan tetap menunggu mu" Jawab Vita menjelaskannya
"Betul" Sambung Syifa tersenyum manis kepada Jasmine dan segera merangkulnya
"Ayo, kita pulang!" Ajak Jasmine segera masuk ke dalam mobil miliknya
"Eh tunggu dulu! Di mana Om supirnya?" Tanya Vita melihat di sekitarnya
"Aku supirnya. Cepat masuk atau aku akan meninggalkan kalian sendiri di sekolah" Jawab Jasmine tersenyum licik
Vita dan Syifa segera masuk ke dalam mobil tersebut dan mereka menunju ke rumah Jasmine. Vita tersenyum saat masuk ke dalam rumah Jasmine.
"Jadi, sekarang kau tinggal di rumah ini sendiri?" Tanya Syifa segera duduk di ruang tamu
"Ya begitulah. Tapi, ada Bu Yuni asisten rumah tangga yang masih menemaniku" Jawab Jasmine menghela nafasnya begitu dalam dan duduk di samping Syifa
"Sayang sekali rumah sebesar ini hanya kau dan Bu Yuni yang menempatinya" Sambung Vita yang masih berdiri di hadapan mereka
"Apa kalian ingin bermalam di rumah ku? Aku sangat kesepian" Ucap Jasmine lirih dan menunduk
"Aku sih mau-mau aja. Bagaimana dengan mu, Vit?" Tanya Syifa melihat ke arah wajah Vita
"Boleh juga tuh kita bermalam di rumah Jasmine" Jawab Vita segera menghamburkan pelukannya kepada Jasmine
Hari mulai malam, mereka sudah berada di alam mimpi. Setelah seharian mereka melakukan aktivitas.
Sedangkan di tempat lain seseorang masih bekerja dan menatap layar komputer miliknya. Hari ini Ristan pulang terlambat, di karenakan ada sedikit masalah di perusahaan Noir Grup. Dan Ristan harus segera menyelesaikan masalah itu.
Ristan melihat ponsel miliknya yang tengah tergeletak di atas meja kerja miliknya. Ristan kembali memikirkan Jasmine setelah seharian dirinya tidak bertemu Jasmine.
Ristan langsung menelepon Bu Yuni, menurut informasi yang di sampaikan oleh Bu Yuni. Jasmine tengah tertidur pulas bersama dengan teman-temannya.
Ristan menghela nafasnya begitu kasar dan segera berdiri dari tempat duduknya.
"Tuan" Ucap Alif gelagapan saat Ristan menepuk pundak Alif
"Kalau ngantuk pulang sana dan jangan tidur di sini" Ucap Ristan segera pergi dan di ikuti oleh Alif
"Maaf Tuan" Jawab Alif menundukkan kepala dan mengikuti langkah Ristan