
Jasmine diam-diam pergi dari rumah dan dirinya pergi menyetir mobil dengan sendirinya.
"Jasmine Noir" Teriak Ristan berlari menuju ke arah luar kamar
"Tuan" Panggil Bu Atul dengan gelagapan
"Di... Di mana Jasmine?" Tanya Ristan sembari memijat kepalanya dengan rasa kesal
"Nona Jasmine baru saja keluar dan dirinya mengendarai mobil sendiri tanpa supir" Jawab Bu Atul menjelaskannya
"Apa" Ucap Ristan terkejut berlari menuju ke arah luar rumah
"Berani sekali dirinya pergi tanpa seizin ku" Ucap Ristan berdecak kesal
"Tuan. Ada apa ini?" Tanya Alif segera berdiri menghampiri Ristan yang tengah berdiri di depan rumah
"Ada apa kau ke sini?" Tanya Ristan balik dengan mata melotot
"Ada yang harus aku laporkan kepada Tuan" Jawab Alif menundukkan kepala
"Itu tidak penting" Ucap Ristan sembari mengigit kuku miliknya dan berjalan mondar-mandir di hadapan Alif
"Tapikan Tuan" Jawab Alif lirih
"Kembali ke kantor dan laporkan melalui email!" Perintah Ristan segera pergi dan menyalakan mesin mobil miliknya
"Bu Atul. Ada apa dengan Tuan Ristan?" Tanya Alif yang masih berdiri mematung melihat ke arah wajah Bu Atul penuh selidik
"Itu Nona Jasmine pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Tuan Ristan" Jawab Bu Atul menjelaskannya dan segera masuk ke dalam rumah
"Oh ya ampun" Ucap Alif menepuk jidatnya sendiri dan tertawa terbahak-bahak
"Apa ada yang lucu?" Tanya Bu Atul berbisik di telinga Alif dengan mata melotot
"Hm" Seketika Alif berdehem dan bersikap seperti tidak terjadi sesuatu
"Aku akan pergi" Ucap Alif kepada Bu Atul
"Ya. Pergilah" Jawab Bu Atul tersenyum kaku melihat kepergian Alif yang merupakan asisten Tuan Ristan
Ristan masih berada di dalam mobil miliknya. Menelusuri jalanan itu sembari melihat ke arah luar jendela mobil tersebut.
"Kau sekarang ada di mana Jasmine? Jangan membuatku cemas memikirkan mu" Ucap Ristan sangat frustasi
Ristan menepikan mobilnya, dirinya langsung menekan nomor ponsel Danu.
"Cepat cari keberadaan Jasmine sekarang dan bawa dia pulang sekarang juga!" Perintah Ristan penuh penekanan dan segera mengakhiri pembicaraannya
"Tuan" Terikat Danu histeris
"Cobaan apa lagi ini" Ucap Danu membuang nafasnya begitu kasar
"Dia menyuruhku untuk libur sementara waktu. Tapi, kenapa dia malah menyuruhku mencari keberadaan Nona Jasmine. Sungguh sial nasibku ini! Nesti maafkan aku kita batalkan kencan hari ini" Ucap Danu lirih dan segera menancapkan gasnya mencari keberadaan Jasmine
Seorang wanita cantik tengah menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi universitas Indonesia.
"Siapa dia?" Tanya mereka yang masih memperhatikan Jasmine
"Entahlah aku juga tidak mengenali dia" Jawabannya dengan lirih
"Kau itu sangat payah" Ucapnya dengan menoyor kepala temannya
Kaki itu terus melangkah dan mencari keberadaan para sahabat lamanya yang saat ini sangat susah untuk dirinya hubungi.
Suara tertawa Vita yang cukup keras. Membuat Jasmine menghentikan langkah kakinya dan segera berjalan menghampiri Vita.
"Rupanya kalian di sini" Ucap Jasmine tersenyum lebar
"Jas..." Panggil Vita dengan terbata-bata
"Sekarang kalian bisa tertawa puas sedangkan aku yang setiap saat menelepon kalian. Tapi, kalian tidak mengangkatnya. Bahkan kau tidak pernah membalas pesan singkat ku. Kenapa?" Tanya Jasmine sedikit berteriak
"Jas..." Ucap Syifa segera memeluk Jasmine begitu erat
"Kenapa kalian melupakan ku?" Tanya Jasmine terisak
"Maafkan aku. Aku mengabaikan mu karena kita banyak tugas kuliah" Jawab Syifa melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Jasmine
"Ck" Vita berdecak memalingkan wajahnya
Syifa membuang nafasnya begitu kasar melihat ke arah wajah Vita.
"Cepat pergi! Kita ada kelas" Ucap Vita meraih tangan Syifa dan mereka segera pergi
"Tunggu" Cegah Jasmine meraih tangan Syifa
"Ada apa lagi?" Tanya Vita menghempas tangan Syifa dan berjalan membusungkan dadanya ke arah Jasmine
"Vit. Ada apa dengan mu? Apa kau marah pada ku?" Tanya Jasmine balik dan tidak mengerti
"Ya aku sangat marah kepada mu. Karena kita tidak selevel. Pergi sana dan kita akhiri persahabatan ini" Jawab Vita dengan nafas menggebu-gebu
"Kalau aku salah tolong maafkan aku. Tapi, apa salah ku dan kenapa kalian menghindar dari ku. Aku sangat kesepian, asal kalian tahu kalian lah satu-satunya orang yang aku miliki saat ini" Ucap Jasmine terisak
"Jas..." Panggil Syifa lirih yang akan berjalan menuju ke arah Jasmine namun di cegah oleh Vita
"Kita tidak butuh kalian! Hiduplah bahagia bersama dengan suami tercintamu yang bergelimpangan harta itu" Ucap Vita sedikit berteriak
"Nona sebaiknya Anda ikuti kami pulang" Ucap Danu yang sudah berada di samping Jasmine
"Kau. Kenapa kau ikut campur urusan ku?" Tanya Jasmine marah
"Ini perintah dari Tuan Ristan" Jawab Danu menundukkan kepala
"Ck. Bisakah kau tidak menyebut nama Ristan" Ucap Jasmine dengan berteriak
"Tuan putri sebaiknya ada di rumah saja dan jangan berpergian ke tempat seperti ini. So, sangat menyedihkan" Sambung Vita segera pergi dengan mengajak Syifa
"Tunggu" Teriak Jasmine yang masih berdiri di tempatnya. Karena tangan miliknya di cengkram erat oleh seseorang
"Kau harus pulang" Ucapnya segera mengendong tubuh Jasmine seperti mengangkut beras di pundaknya
"Turunkan aku Tuan Ristan brengsek" Teriak Jasmine sembari memukul punggung Ristan
"Diam! Nanti kau akan jatuh" Ucap Ristan terus berjalan dan menjadi pusat perhatian
"Oh... Rupanya wanita itu istri dari CEO Nuel Grup" Ucap para mahasiswi yang sedang melihatnya
"Pantas saja dia sangat cantik" Jawab yang lainnya tersenyum dengan sendirinya dan masih melihat ke arah mereka