
Jasmine masih berada di atas ranjang miliknya sembari men-scroll ponsel miliknya. Sedangkan Ristan yang berada di dalam kamar mandi. Masih membersihkan adik kesayangannya dan menuntaskannya sendiri.
Beberapa menit kemudian
Ristan keluar dari kamar mandi, melihat ke arah Jasmine.
"Apa lihat-lihat?" Tanya Jasmine memelototi wajah Ristan dengan tatapan tidak suka
"Kenapa masih telanjang? Apa kau kurang puas?" Tanya Ristan segera naik ke atas ranjang
"Jangan mendekat dan tetaplah di tempat mu!" Teriak Jasmine langsung memakai piyama miliknya dan berlari ke arah luar kamar
"Astaga. Dia sangat pemalu dan wajahnya memerah" Ucap Ristan tersenyum berjalan menyusul Jasmine
Jasmine tengah berada di ruang makan, setelah dirinya melihat kedatangan Ristan masuk ke dalam ruang makan tersebut. Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya.
"Duduk, temani aku sarapan!" Perintah Ristan menarik lengan Jasmine agar duduk di samping dirinya
"Aku sudah kenyang" Jawab Jasmine mengibaskan tangan Ristan
"Ayolah sayang! Apa kau mau kita terus di dalam kamar saja" Ucap Ristan tersenyum lebar melihat wajah Jasmine
"Cepat habiskan sarapan mu dan pergi dari rumah ku" Jawab Jasmine menjatuhkan tubuhnya di kursi itu dengan lemas
"A..." Ristan membuka mulutnya dengan lebar
"Apa?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya dan tidak mengerti
"Suapi aku. A..." Jawab Ristan membuka mulutnya kembali
"Makan sendiri. Kau kan punya tangan" Ucap Jasmine memalingkan wajahnya
"Aku tidak mau. Kau harus menyuapi ku" Jawab Ristan menjatuhkan kepalanya di pundak Jasmine
"Jangan manja. Ingat umur kau itu sudah tua, Om" Ucap Jasmine mendorong tubuh Ristan agar menjauh darinya
"Mama-mama cuapin aku!" Perintah Ristan berbicara seperti anak kecil sembari memegang tangan Jasmine
"Ih... Menggelikan sekali" Jawab Jasmine yang merasa ingin muntah
"Ayo, habiskan makanannya anak bayi" Ucap Jasmine segera menyuapi Ristan dan tersenyum kaku
"Aku mau lauk itu" Jawab Ristan menunjuk ikan goreng
"Anak pintar" Ucap Jasmine menoyor kepala Ristan sembari menyuapinya lagi
"Tidak ada waktu untuk mengurus diri mu. Cepat habiskan dan segera pulang ke rumah mu!" Ucap Jasmine berkacak pinggang di hadapan Ristan dan segera pergi
"Kau harus ikut dengan ku, Nyonya Ristan" Ucap Ristan menarik lengan Jasmine dan membawanya duduk di pangkuannya
Jasmine terdiam melihat wajah Ristan begitu dekat dan detak jantungnya berdetak kencang.
"Sayang" Panggil Ristan dengan suara beratnya
Jasmine memejamkan kedua mata miliknya. Saat nafas Ristan bisa dirinya rasakan.
Ristan tersenyum melihat Jasmine memejamkan kedua matanya. Ristan segera menggendong Jasmine masuk ke dalam kamar.
"Beristirahatlah! Aku akan pulang dan bekerja" Ucap Ristan membaringkan tubuh Jasmine di atas ranjang dengan mengelus wajah Jasmine yang terlihat begitu pucat
"Tunggu" Jawab Jasmine mencegah kepergian Ristan
"Ada apa lagi?" Tanya Ristan
"Tidak. Lupakan" Jawab Jasmine kembali membaringkan tubuhnya dan segera menyelimuti tubuhnya
"Ada apa?" Tanya Ristan berjalan dan duduk di samping Jasmine
"Apa kau akan datang ke mari setelah pulang dari kantor?" Tanya Jasmine terbata-bata
"Iya" Jawab Ristan melihat wajah Jasmine begitu intens
"Ya sudah pergilah" Ucap Jasmine segera membelakangi tubuh Ristan
"Apa kau ingin aku tetap di sini?" Tanya Ristan berbisik di telinga Jasmine dan tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Jasmine
"Cup" Ristan mencium kepala Jasmine dan segera pergi
Ristan menutup pintu kamar tersebut dengan secara perlahan. Setelah itu dirinya menuju ke lantai bawah dan segera pulang ke rumah miliknya.
"Kau dari mana?" Tanya Bu Hana berkacak pinggang di depan pintu rumah Ristan
"Dari rumah teman" Jawab Ristan berbohong
"Oh ya. Benarkah seperti itu, jangan berbohong kepada Ibu" Ucap Bu Hana tersenyum kaku
"Sudahlah, Bu. Ini masih pagi dan jangan mencari masalah" Jawab Ristan menerobos masuk ke dalam rumah tersebut
"Ristan" Teriak Bu Hana marah yang masih berdiri di tempatnya melihat kepergian Ristan dengan menggelengkan kepala