My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 35



Janji yang harus di tepati pada malam ini. Pak Dirga sudah merancang dan mengatur pertemuan Fiana dengan Pak Tejo.


Pak Tejo merupakan rekan bisnis Pak Dirga yang akan membantu keuangan perusahaan milik Pak Dirga.


Bar Buffalo menjadi tempat pertemuan mereka. Dengan kacamata hitam besar yang hampir menutupi hidungnya dan mengenakan pakaian berwarna serba hitam. Fiana berjalan masuk ke dalam Bar tersebut. Sesekali dirinya melihat keadaan di sekitarnya.


"Fiana" Teriak seorang pria dalam kebisingan di bar Buffalo tersebut


Fiana terdiam dan menghentikan langkah kakinya. Tubuh Fiana terasa kaku, sedangkan perasaanya tidak bisa di gambarkan.


"Sial" Umpat Fiana dengan kedua tangan mengepal


"Fiana tunggu" Teriak lelaki itu mencegahnya


"Kenapa orang itu masih mengenali penyamaran ku. Siapa dia" Ucap Fiana terus berjalan tanpa melihat ke arah belakang


"Ck. Sial dia malah berjalan terus tanpa mendengarkan ucapan ku"


"Siapa yang kau lihat?" Tanya Marvel sembari menegak bir yang berada di tangannya


"Fiana" Jawab Jio


"Fiana" Ucap Marvel mengulanginya penuh dengan penekanan


"Untuk apa perempuan seperti Fiana datang ke Bar" Sambung Dion tertawa terbahak-bahak


"Dasar goblok. Untuk apa lagi kalau bukan bersenang-senang" Jawab Jio menoyor kepala Dion


"Dia wanita berkelas dan wanita kaya. Tempat seperti ini tidak cocok untuk seorang Fiana" Ucap Dion menjelaskannya


"Iya wanita berkelas dan kaya raya itu menurut penilaian mu" Jawab Jio ketus dan segera pergi berjalan menghampiri wanita ****** untuk dirinya goda


"Apa ucapan ku salah?" Tanya Dion kepada Marvel


"Pertanyaan mu itu sangatlah tidak penting. Nikmati saja pesta malam ini. Lihatlah uang kita masih banyak bukan" Jawab Marvel dengan memperlihatkan uang tersebut kepada Dion


"Apa maksudmu? Pergi sana dari hadapan ku!" Perintah Marvel menendang tubuh Dion begitu kuat hingga Dion terjungkal di atas lantai


Fiana terus berjalan mencari keberadaan kamar yang sudah di pesan.


"Kamar 110" Ucap Fiana segera mengetuk pintu tersebut


"Fiana Dirgantara. Akhirnya kita bertemu kembali setelah kau menolak diri ku untuk yang kedua kalinya" Ucap Pak Tejo setelah membuat pintu tersebut dengan senyuman manis di wajahnya


"Ck. Menjijikkan" Jawab Fiana menerobos masuk ke dalam


"Kau masih saja menyombongkan diri. Padahal harga diri mu sudah kau jual kepada lelaki hidung belang" Ucap Pak Tejo penuh penekanan dengan menatap intens wajah Fiana


Fiana terdiam dirinya segera melepas kacamata hitam miliknya dan wig rambut miliknya.


"Aku sangat menghawatirkan kondisi kejiwaan mu. Tega sekali Dirga melakukan hal ini kepada mu dan kenapa kau tidak pergi jauh dari keluarga mu?" Tanya Pak Tejo memeluk tubuh Fiana dari belakang


"Bukan urusanmu" Jawab Fiana ketus dengan mendorong tubuh Pak Tejo ke arah ranjang


"Aku bisa membawamu pergi dari Dirga, jika dirimu mau" Ucap Pak Tejo berusaha untuk duduk


"Tidak perlu" Jawab Fiana mendorong kembali tubuh Pak Tejo sembari melepas satu persatu pakaian miliknya


"Kenapa kau begitu agresif?" Tanya Pak Tejo memelototi wajah Fiana


"Jika kita cepat menyelesaikannya. Maka aku akan segera pergi dari tempat neraka ini" Jawab Fiana segera naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Pak Tejo


"Kasihan sekali aku melihat dirimu. Pasti sekarang Papa mu sedang berpesta dengan wanita ****** dan berada di tempat judi" Ucap Pak Tejo segera mencium bibir Fiana


"Jangan membahas dia lagi" Jawab Fiana lirih dan segera melayani Pak Tejo. Karena sedari tadi adik milik Pak Tejo sudah berdiri


Tanpa rasa jijik Fiana lagi-lagi bercinta dengan laki-laki yang sudah tua. Hal itu sudah menjadi rutinitasnya jika Pak Dirga yang menyuruhnya.