My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 13



Di sekolah Jasmine membuat keributan dan berkelahi dengan geng kuaci. Jasmine yang melihat Fiana segera menghampirinya.


"Jadi kau satu sekolah dengan ku" Ucap Jasmine berkacak pinggang di hadapan mereka


"Kak Jasmine" Panggil salah satu di antara mereka yang mengenal Jasmine


"Ck. Berani sekali kau memacari Darren" Teriak Jasmine begitu kuat dengan tangan mengepal


Semua orang tertuju kepada mereka karena teriakan Jasmine.


"Fi... Apa kau kenal Kak Jasmine?" Tanya Yolanda yang merupakan teman Fiana


"Kau masih saja marah kepada ku" Ucap Fiana memelototi wajah Jasmine


"Jangan pernah dekati Darren" Teriak Jasmine sembari menoyor kepala Fiana


"Apa maksudnya, Fi? Aku benar-benar tidak mengerti" Sambung Yolanda menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Kau itu sudah menjadi mantan Darren. Sebaiknya kau harus sadar diri" Ucap Fiana tersenyum licik


"Seharusnya aku tidak melihat mu pagi ini. Muak sekali melihat wajah mu" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya


"Ada apa dengan mereka" Bisik para siswa yang lainnya sedang berkerumun melihat ke arah Jasmine dan Fiana


"Kau harus mengikhlaskan Darren. Darren sangat kecewa kepada mu lantaran dirimu mengencani Om-om mesum" Ucap Fiana dengan tertawa


"Jaga ucapan mu dan kau tidak pantas berbicara seperti itu kepada ku" Jawab Jasmine menunjuk wajah Fiana


"Astaga. Apa benar Jasmine berpacaran dengan Om-om" Bisik para siswa yang lainnya tercengang mendengar ucapan Fiana


"Apa kau sudah jatuh miskin? Apa kau sudah tidak memiliki uang? Ups... Kedua orang tua mu kan sudah mati. Mungkin kau membutuhkan banyak uang untuk menyambung hidup mu" Ucap Fiana dengan tertawa terbahak-bahak


"Dasar kurang ajar" Jawab Jasmine segera menjambak rambut Fiana


Yolanda dan geng kuaci terdiam melihat Jasmine dan Fiana saling menjambak rambut.


Bahkan para siswa yang lain ada yang mem-videonya. Suara sorakan para siswa membuat mereka semakin bersemangat untuk saling berkelahi.


"Ada apa ini? Minggir" Teriak Vita berjalan membelah kerumunan tersebut dan di ikuti oleh Syifa


"Jasmine" Teriak Syifa dan Vita histeris


"Hei. Kenapa kalian semua diam saja dan tidak melerai mereka?" Tanya Vita dengan suara lantang


"Jas... Ada apa ini?" Tanya Syifa segera menghampiri Jasmine yang masih berkelahi


"Perempuan ini sudah merebut Darren dari ku" Jawab Jasmine dengan nafas menggebu-gebu


"Apa" Ucap Vita dan Syifa terkejut


"Maksudnya Darren selingkuh?" Tanya Syifa dengan mata melotot


"Iya" Jawab Jasmine berhenti sejenak menjambak rambut Fiana


"Tidak mungkin" Sambung Vita lirih dan tidak percaya


"Apa kalian akan diam saja seperti patung. Cepat bantu aku!" Perintah Jasmine berteriak dan terjadilah perkelahian antara geng kuaci dan geng montok


Di ruang Bk,


Masing-masing wali kelas mereka, menelepon orang tua mereka. Karena sudah membuat keributan di sekolah.


Setelah menerima telepon dari wali kelas Jasmine. Dirinya segera berlari meninggalkan kantor. Sedangkan Alif yang tidak mengerti, dirinya terdiam melihat Ristan pergi dan tidak mengejarnya.


"Akan aku tanyakan nanti" Ucap Alif lirih dan segera kembali ke ruangan miliknya


Beberapa jam kemudian, mereka berenam keluar dari ruangan bk dengan wajah di tekuk. Dengan penampilan yang terlihat acak-acakan.


Ristan menarik lengan Jasmine begitu erat, berjalan menjauh dari mereka. Ristan memarahi Jasmine atas kebodohan yang dirinya lakukan.


"Bisa-bisanya kau membuat diri ku malu" Ucap Ristan mengusap wajahnya begitu kasar melihat ke arah wajah Jasmine


"Maaf" Jawab Jasmine dengan menundukkan kepala


"Kau pikir laki-laki di dunia ini apa hanya Darren saja" Ucap Ristan sedikit menurunkan suaranya


"Masih banyak laki-laki hebat di luar sana yang mau dengan mu. Jangan berpikir pendek, lihatlah aku! Aku juga tidak kalah hebat dan menarik dari mereka" Ucap Ristan sembari memegang wajah Jasmine agar melihat ke arah wajahnya


"Ck. Kau sudah tua dan tidak menarik" Jawab Jasmine tersenyum kaku


"Kau masih berani berbicara seperti itu kepada ku?" Tanya Ristan melihat wajah Jasmine begitu intens


"Aku takut, Om" Jawab Jasmine langsung menangis


"Sudah diam" Bentak Ristan segera memeluk Jasmine begitu erat dan meninggalkannya sendiri


"Jangan galak-galak, Om" Ucap Vita dan Syifa lirih secara bersamaan


"Nanti kau akan di jemput, Alif. Jangan kelayapan!" Teriak Ristan terus berjalan lurus


"Alif... Alif terus" Teriak Jasmine menagis sesenggukan


"Kau pikir aku tidak bisa pulang sendiri" Ucap Jasmine menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai


"Sudah jangan menagis. Ada aku dan Vita yang selalu berada di samping mu" Ucap Syifa segera menghamburkan pelukannya kepada Jasmine dan di ikuti Vita langsung memeluk mereka dan tertawa


Hari mulai siang, satu persatu para siswa SMA tunas kelapa meniggalkan sekolah.


Jasmine masih berdiri di depan sekolah dengan menenteng tas sekolahnya menuggu kedatangan Alif.


"Maaf terlambat" Ucap Alif menghampiri Jasmine


Jasmine segera masuk ke dalam mobil, dengan sigap Alif segera membuka pintu mobil tersebut.


"Antar kan aku ke restoran black!" Perintah Jasmine begitu lirih


"Baik Nona. Tapi..." Jawab Alif terpotong


"Kita pergi diam-diam" Ucap Jasmine menjelaskannya


"Bagaimana dengan Tuan Ristan?" Tanya Alif yang tidak mengerti


"Kau harus menutup mulut mu itu dan jangan terlalu patuh dengan perintahnya" Jawab Jasmine menepuk pundak Alif yang tengah menyetir


Jasmine dan Alif masuk ke dalam restoran tersebut dan segera memesan es krim.


"Duduk!" Perintah Jasmine menepuk tempat duduk yang berada di sampingnya


"Tidak Nona" Jawab Alif menundukkan kepala


"Kau itu merusak pemandangan saja dengan berdiri mematung" Ucap Jasmine menarik lengan Alif agar duduk di samping dirinya


"Nona. Tuan akan marah" Jawab Alif segera berdiri dari tempat duduknya


"Di sini tidak ada Ristan" Ucap Jasmine tertawa melihat tingkah laku Alif yang begitu kaku


"Maaf" Jawab Alif lirih


"Duduk dan makanlah es krim ini! Jangan berbicara!" Perintah Jasmine sembari menyodorkan es krim tersebut kepada Alif


"Terimakasih" Ucap Alif tersenyum dan segera memakannya


Lagi-lagi Jasmine bertemu geng kuaci di restoran tersebut. Fiana menghentikan langkah kakinya saat melihat wajah Jasmine dan langsung menghampiri.


"Lihat! Sekarang dia berkencan dengan laki-laki lain" Ucap Fiana tersenyum kaku melihat wajah Jasmine


"Kak Jasmine. Kakak sedang bersama dengan siapa?" Tanya Yolanda membulatkan kedua bola mata miliknya melihat ke arah wajah Alif


"Dia pengawal ku" Jawab Jasmine dengan segera


"Pengawal. Hello... Apa kau sedang mimpi Tuan Putri" Ucap Fiana tertawa geli mendengar ucapan Jasmine


"Yang di katakan Nona Jasmine benar. Kalau aku pengawal Nona Jasmine" Sambung Alif menjelaskan kepada mereka dan segera berdiri dari tempat duduknya


"Kau di bayar berapa? Apa dia memiliki uang? Jangan-jangan kau di bayar dengan tubuhnya" Jawab Fiana memelototi wajah Alif


"Plak" Jasmine menampar wajah Fiana


"Orang seperti mu tidak akan pernah tahu apa-apa" Jawab Jasmine segera pergi dari tempat itu dengan mengandeng tangan Alif