
"Tama. Apa yang kau lakukan di rumah ku?" Tanya Ristan saat berpapasan dengan Tama di depan rumah miliknya
"Apa yang terjadi dengan istri mu?" Tanya Tama balik tanpa menjawab pertanyaan Ristan terlebih dahulu
"Iya. Kami baru saja pulang dari rumah sakit. Beberapa hari ini Jasmine di rawat di rumah sakit" Jawab Ristan yang masih berdiri dan menopang tubuh Jasmine
"Aw..." Pekiknya kesakitan dengan memegang perutnya
"Biarkan aku yang mengantar Nona Jasmine ke dalam kamar" Ucap Bu Atul segera memapah Jasmine dan membawanya ke kamar
"Terimakasih, Bu." Jawab Ristan yang masih melihat wajah Jasmine
Tama terdiam dan memperhatikan Ristan.
"Kenapa kau tidak mengabari diriku terlebih dahulu. Jika kau datang mendadak seperti ini. Pasti kau tidak akan bertemu dengan ku" Ucap Ristan menepuk pundak Tama dan sedikit tertawa
"Tidak masalah. Aku sengaja memberimu kejutan dengan datang bertamu di rumah mu" Jawab Tama merangkul tubuh Ristan
"Ayo, ke sana dan kita berbicara di taman!" Ajak Ristan berjalan terlebih dahulu
"Aku sudah memutuskan pertunangan ku dengan Fiana. Berkat dirimu juga, aku bisa lolos dan memutuskan hubungan dengan perusahaan Pak Dirga" Jawab Tama menjelaskannya
"Aku dengar perusahaan Pak Dirga sudah berada di ujung tanduk" Ucap Ristan membuang nafasnya begitu kasar
"Ya begitulah yang sudah kau ketahui" Jawab Tama sembari membuang nafasnya begitu kasar
Satu jam kemudian, Tama berpamitan pulang kepada Ristan.
"Tolong sampaikan salam ku kepada Jasmine dan semoga lekas sembuh. Lain kali aku akan datang ke mari" Ucap Tama sedikit tersenyum dan segera pergi
"Iya baiklah hati-hati di jalan" Jawab Ristan mengikuti langkah Tama dan mengantarnya sampai di depan rumah miliknya
Setelah melihat kepergian mobil Tama. Ristan masuk ke dalam rumah miliknya menuju ke arah kamar. Ristan membuka pintu tersebut secara perlahan dan di sana sudah ada Jasmine tengah duduk menyandar tubuhnya di tempat tidur.
"Apa Tama sudah pergi?" Tanya Jasmine melihat ke arah wajah Ristan sembari meletakkan ponsel miliknya di atas meja
"Kenapa dia datang ke mari?" Tanya Jasmine yang ingin tahu
"Biasalah" Jawab Ristan dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Apa yang sudah kalian bicarakan?" Tanya Jasmine begitu intens melihat wajah Ristan dengan tatapan tajam
"Ya apalagi kalau bukan soal perusahaan" Jawab Ristan menghela nafasnya begitu kasar
"Jangan berbohong kepada ku" Ucap Jasmine memelototi Ristan
"Kenapa sayang. Hm?" Tanya Ristan mengusap wajah Jasmine begitu lembut
"Pasti kalian membahas perempuan" Jawab Jasmine ketus dengan menepis tangan Ristan
"Apa kau cemburu jika aku berbicara soal perempuan dengan laki-laki lain?" Tanya Ristan mendekatkan wajahnya ke wajah Jasmine
"Tidak" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya
"Jangan berbohong kepada ku Sayang" Ucap Ristan segera mencium bibir Jasmine
"Pergi sana aku tidak ingin melihat wajah mu lagi!" Usir Jasmine dan dirinya segera membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Ristan
"Astaga kau ini. Aku hanya berbicara sebentar saja dengan Tama, kau sudah cemburu. Hanya dirimu satu-satunya wanita yang ada dalam hati Jasmine Noir" Ucap Ristan menjelaskannya kepada Jasmine dengan memeluk tubuh wanita itu
"Benarkah seperti itu?" Tanya Jasmine segera membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Ristan
"Iya" Jawab Ristan tersenyum
"Awas saja kalau Uncle memiliki wanita lain" Ucap Jasmine memukul dada Ristan
"Awas kenapa?" Tanya Ristan langsung memeluk tubuh Jasmine dan pada akhirnya mereka tidur siang bersama