
Keesokan harinya
Saat Ristan membuka kedua mata miliknya. Dirinya tidak mendapatkan Jasmine. Ristan berlari melihat ke kamar mandi.
"Jasmine" Teriak Ristan saat keluar dari kamar miliknya
"Tuan" Panggil Bu Atul terkejut mendengar teriakkan Ristan
"Di mana Istri ku?" Tanya Ristan dengan mencengkeram kuat kedua pundak Bu Atul
"Nyonya Jasmine sedang sarapan, Tuan" Jawab Bu Atul tersenyum kaku
"Jasmine..." Teriak Ristan saat masuk ke dalam ruang makan dengan memundurkan langkah kakinya
"Ada apa kau mencari ku, Tuan Ristan Imanuel CEO Nuel Grup?" Tanya Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya menatap sang suami yang berdiri di ambang pintu
"Aku mencari mu dan ternyata kau di sini" Jawab Ristan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Sayang kau akan pergi ke mana?" Tanya Ristan segera menghampiri Jasmine
"Aku akan pergi berolahraga" Jawab Jasmine terus berjalan
"Izinkan aku menemanimu sayang ku, manis ku. Aww" Ucap Ristan tersenyum lebar dan berjalan di samping Jasmine
"Apa kau yakin?" Tanya Jasmine dengan tertawa
"Iya aku sangat yakin" Jawab Ristan mengandeng tangan Jasmine
"Sangat menjijikkan. Lihatlah pipimu, terlihat jelas ada pulau di sana" Ucap Jasmine menggelengkan kepalanya melihat wajah Ristan dan segera melepaskan tangan Ristan
"Apa maksudmu?" Tanya Ristan yang tidak mengerti
"Ileran. Cepat mandi sana, bau!" Jawab Jasmine terus berjalan sembari menutup hidung miliknya
"Sayang tunggu aku. Aku akan pergi cuci muka sebentar" Teriak Ristan yang tidak di hiraukan lagi oleh Jasmine
Ristan mengendus kesal saat masuk ke dalam kamar miliknya dan segera menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Jasmine di luar rumah sedang berolahraga. Dan masih dalam pengawasan Bu Atul.
"Bu Atul" Panggil Jasmine lirih dan terlihat kesal saat Bu Atul mengikuti gerakan dirinya
"Iya Nyonya" Jawab Bu Atul tersenyum dan segera menghampiri Jasmine agar lebih mendekat di samping Jasmine
"Nyonya akan pergi ke mana?" Tanya Bu Atul mengikuti langkah Jasmine
"Ke kamar" Jawab Jasmine ketus
"Lho bukankah kita baru saja melakukan pemanasan dan belum masuk ke intinya?" Tanya Bu Atul yang tidak mengerti
"Bu Atul olahraga aja sendiri. Aku akan berolahraga di dalam kamar saja" Jawab Jasmine sembari mengibaskan rambut miliknya dan tersenyum kaku melihat wajah Bu Atul
"Aku ikut Nyonya" Ucap Bu Atul tersenyum
"Apa kau yakin? So, di dalam kamar itu tidak hanya ada diriku saja. Tapi, ada Ristan" Jawab Jasmine penuh penekanan dengan mata melotot
"Ups. Maaf" Ucap Bu Atul tertawa dan segera pergi
"Ck. Bisa-bisa gila aku ini" Jawab Jasmine membuang nafasnya begitu kasar saat masuk ke dalam kamar miliknya
"Sayang maafkan Ibu. Sepertinya Ibu mu ini lupa meminum obat" Ucap Jasmine berbicara dengan calon bayinya sembari mengelus perutnya yang masih rata
Jasmine mengeluarkan obat tersebut dari dalam laci meja rias miliknya. Jasmine melihat keadaan di sekitarnya saat akan meminum obat tersebut.
"Apa dia masih berada di dalam kamar mandi?" Tanya Jasmine kepada dirinya sendiri sembari melihat ke arah pintu kamar mandi tersebut
Jasmine segera meminum obat tersebut dengan perasaan lega.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ristan melihat Jasmine memegang sesuatu yang sangat mencurigakan
"Sayang kau sudah selesai mandi, ya" Jawab Jasmine tersenyum manis kepada Ristan
"Jasmine apa yang ada di tangan mu itu?" Tanya Ristan melirik ke arah tangan Jasmine yang bersembunyi di balik tubuh Jasmine
"Apa yang kau tanyakan? Aku tidak mengerti" Jawab Jasmine tersenyum kaku
"Jasmine Noir. Apa kau sudah gila" Bentak Ristan marah melihat Jasmine
"Sayang" Ucap Jasmine lirih sembari mengusap lengan Ristan
"Jasmine Noir. Apa kau sengaja ingin mengugurkan kandungan mu?" Tanya Ristan memelototi wajah Jasmine
"Jasmine" Teriak Ristan merampas obat tersebut dari tangan Jasmine dan membuangnya ke sembarang arah
"Sampai terjadi sesuatu dengan kandungan mu. Kau harus bertanggung jawab Jasmine" Ucap Ristan menagis seketika tubuhnya terasa lemas dan terjatuh begitu saja di atas lantai
"Ristan" Panggil Jasmine lirih
Sttt
"Dari mana kau mendapatkan obat terlarang itu?" Tanya Ristan mencengkeram kuat lengan Jasmine hingga kesakitan
"Dari... Dari Cika" Jawab Jasmine terbata-bata
"Dasar wanita brengsek. Awas saja kau Cika ciki-ciki" Ucap Ristan segera meraih ponsel miliknya yang berada di atas meja dan segera menghubungi Cika
"Cika" Teriak Ristan dalam telepon tersebut
"Ristan. Ada apa?" Tanya Cika terkejut
"Obat apa yang sudah kau berikan kepada Jasmine? Apa kau sengaja bersekongkol dengan Jasmine untuk mengugurkan calon anakku?" Tanya Ristan dengan berteriak penuh emosi
"Apa maksudmu Ristan?" Tanya Cika yang tidak mengerti
"Jangan pura-pura tidak mengerti. Atau kita selesaikan saja di kantor polisi" Jawab Ristan begitu lantang
"Sayang. Cika tidak bersalah sayang. Jadi untuk apa harus di selesaikan di kantor polisi" Sambung Jasmine mencoba menenangkan Ristan
"Tidak bisa begitu, Sayang ku" Jawab Ristan lirih
"Jas... Sebenarnya ada apa sih dengan suamimu ini?" Tanya Cika saat mendengar ucapan Jasmine di karenakan Ristan mengeraskan suara telepon tersebut
"Obat yang kemarin itu. Ristan pikir obat penggugur kandungan" Sambung Jasmine dengan tertawa
"Apa kau pikir lucu" Ucap Ristan menoyor kepala Jasmine karena kesal
"Oh jadi itu. Iya benar itu obat penggugur kandungan" Jawab Cika tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan hal tersebut
"Brengsek lu, ya" Ucap Ristan kesal mengebrak meja
"Kau pikir aku ini orang bodoh. Jelas-jelas itu obat vitamin" Jawab Cika kembali tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh Jasmine
"Jangan main-main dengan ku, Cik. Sekarang juga aku akan pergi ke rumah sakit. Dan menyeret mu ke kantor polisi" Ucap Ristan penuh ancaman
"Takut" Jawab Cika segera mengakhiri pembicaraannya
"Cika ciki-ciki" Teriak Ristan marah saat Cika pemutusan sambungan telepon tersebut
"Sudahlah jangan terlalu berlebihan. Obat yang aku minum itu hanya vitamin. Vitamin sayang" Ucap Jasmine mengedipkan salah satu mata miliknya dan tertawa kembali
"Tidak lucu" Jawab Ristan ketus dengan bibir manyun
"Maaf" Ucap Jasmine segera memeluk Ristan
"Apa kau tidak berbohong kepada ku?" Tanya Ristan yang masih tidak percaya
"Untuk apa aku berbohong" Jawab Jasmine semakin mempererat pelukannya
"Apa kau mencintaiku?" Tanya Ristan begitu lirih
"Sangat mencintai mu Tuan Ristan Imanuel" Jawab Jasmine mengurai pelukannya
"Apa buktinya?" Tanya Ristan cemberut
"Ini. Aku sedang mengandung anak mu" Jawab Jasmine sedikit memajukan perutnya hingga mengenai perut Ristan
"Jasmine..." Panggil Ristan penuh dengan kemanjaan sembari bergelayut di lengan Jasmine
"Lebay" Jawab Jasmine segera memunguti vitamin tersebut yang berhamburan di atas lantai
"Biarkan Bu Atul yang akan membersihkannya. Soal vitamin, aku akan membelikannya lagi untuk mu" Ucap Ristan terbata-bata melihat ke arah wajah Jasmine
"Iya" Jawab Jasmine segera berdiri
"Terimakasih. Kau sudah mencintai ku dan tidak mengugurkan kandungan mu. Sekarang kau ingin apa. Ayo, katakan! Aku akan membelinya untuk mu?" Tanya Ristan tersenyum lebar melihat ke arah wajah Jasmine
"Aku ingin membeli pulau. Bagaimana?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya
"Jangankan pulau. Kalau kau ingin di planet mars akan ku turuti sayang ku" Ucap Ristan tertawa terbahak-bahak