
"Apa kau yakin akan pergi ke kantor?" Tanya Ristan yang menghawatirkan keadaan Jasmani dan dirinya tidak bisa melepaskan tangan Jasmine dari genggamannya
"Iya aku sangat yakin" Jawab Jasmine tersenyum manis kepada Ristan
"Aku tidak bisa mengantar mu ke kantor. Karena hari ini aku ada janji dengan Pak Romi" Ucap Ristan lirih sembari mengusap wajah Jasmine
"Tidak masalah. Ada Pak Budi yang akan mengantarku pergi ke kantor" Jawab Jasmine segera berjalan namun masih di ikuti oleh Riasan
"Dan sebaiknya kau ikut Nyonya ke kantor. Aku akan pergi dengan pengawal yang lainnya!" Perintah Ristan penuh penekanan
"Sayang... Uncle please" Ucap Jasmine menghentikan langkah kakinya dan kesal mendengar perintah Ristan
"Aku sangat menghawatirkan mu. Biarkan Danu yang menjagamu atau Alif saja yang ikut dengan mu" Jawab Ristan begitu lantang
"Sudahlah aku akan mengendarai mobil sendiri dan kalian semua di rumah saja" Teriak Jasmine berlari menuju ke arah mobil yang sudah di persiapkan
"Sayang jangan lakukan itu" Teriak Ristan mengejar Jasmine dan menghalanginya saat akan masuk ke dalam mobil tersebut
Ristan menarik lengan Jasmine dan membukakan pintu belakang untuk Jasmine. Ristan tersenyum kaku saat Jasmine sudah duduk di kursi belakang pengemudi.
"Kabari aku jika sudah sampai di kantor" Ucap Ristan segera ******* bibir Jasmine, lalu tersenyum dan langsung menutup pintu mobil tersebut
"Pak tolong jangan Jasmine dan terus awasi dia!" Perintah Ristan kepada Pak Budi
"Baik Pak" Ucap Pak Budi menundukkan kepala dan segera masuk ke dalam mobil tersebut
"Beruntung sekali Nyonya memiliki suami seperti Tuan Ristan" Ucap Pak Budi lirih namun masih di dengar oleh Jasmine
"Ya" Jawab Jasmine menautkan kedua alis miliknya sembari menatap layar ponsel miliknya
Ristan masih berdiri mematung melihat kepergian mobil tersebut yang membawa Jasmine pergi ke kantor.
Beberapa menit kemudian, Jasmine sudah sampai di kantor perusahaan Noir Grup. Jasmine di sambut hangat oleh para karyawannya. Mereka antusias melihat kedatangan Jasmine.
"Nyonya perkenalkan namaku Dery yang akan membantu Nyonya" Ucap Dery menundukkan kepala dan berjalan mengikuti langkah kaki Jasmine
"Ya aku masih mengingat mu" Jawab Jasmine terus berjalan menuju ke arah ruang miliknya
Dery mengantar Jasmine hingga di depan pintu ruangan tersebut.
"Selama bekerja, Nyonya. Hubungi aku jika membutuhkan sesuatu" Ucap Dery tersenyum lebar dan berjalan mundur saat Jasmine akan masuk ke dalam ruangan miliknya
"Baiklah" Jawab Jasmine segera masuk ke dalam
Jasmine melihat keadaan di sekelilingnya. Jasmine melihat jelas ruangan itu tertata dengan rapi dan bersih. Ruangan itu dulunya milik Pak Ronald yang merupakan Papa Jasmine.
"Aku sangat merindukan kalian. Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan ku" Ucap Jasmine tidak terasa meneteskan air mata miliknya
"Tok... Tok... Tok" Suara pintu di ketuk dari luar
"Masuk" Tanpa basa-basi Jasmine mempersilahkan untuk masuk
"Jas..." Panggilannya dengan suara lirih
"Kau. Darren" Ucap Jasmine terkejut segera meletakkan foto tersebut dan menghapus air mata miliknya
"Ya ini aku Darren mantan pacar mu" Jawab Darren berjalan menghampiri Jasmine dengan membawa nampan mengantarkan minum kepada Jasmine
"Sepertinya aku tidak memesan minuman?" Tanya Jasmine memundurkan langkah kakinya
"Aku datang dengan sendirinya. Dengan cara seperti ini aku bisa masuk ke dalam ruangan milikmu" Jawab Darren menjelaskannya
"Apa yang kau lakukan dengan datang ke ruangan ku?" Tanya Jasmine terbata-bata
"Aku sangat merindukanmu. Maukah kita mengulanginya lagi seperti saat kita masih berpacaran?" Tanya Darren sembari meletakkan teh hangat itu di atas meja kerja milik Jasmine
"Bukankah seharusnya kau tidak bekerja di kantor ini. Kau sudah di pecat dari kantor ini kan" Ucap Jasmine memelototi wajah Darren
"Aku memiliki berbagai cara agar bisa lebih dekat dengan mu" Jawab Darren tersenyum dan menghampiri Jasmine
"Sial" Umpat Ristan dalam hati yang masih berada di ruang rapat
Ristan dengan sengaja memasang cctv di ruang kerja Jasmine. Ristan tidak bisa hanya berdiam diri saja setelah melihat Jasmine dan Darren berada di satu ruangan yang sama.
Ristan langsung berlari meninggalkan ruang rapat dan menancapkan gas menuju ke kantor perusahaan Noir Grup.
"Dasar bedebah tidak tahu diri" Umpat Ristan mendobrak ruangan tersebut dan segera melayangkan pukul kepada Darren
"A..." Teriak Jasmine histeris saat melihat hal itu terjadi di depan mata miliknya
"Kau menyingkir lah! Aku akan memberi pelajaran kepada si bodoh ini!" Perintah Ristan dengan mata melotot
"Ristan. Maksud ku Uncle sayang jangan lakukan itu kepada Darren" Ucap Jasmine mencegahnya
"Apa kau masih mencintai pria ini?" Tanya Ristan menunjuk ke arah wajah Darren
"Maksud ku tidak seperti itu" Jawab Jasmine terbata-bata dengan tubuh gemetar
"Apa kau lupa siapa dirimu sekarang? Kau Istri Ristan Imanuel dan kau tidak berhak membela pria brengsek ini" Bentak Ristan kepada Jasmine dan segera menghajar Darren hingga babak belur