My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 6



Ristan mengurung Jasmine ke dalam kamar. Ristan menyuruh Jasmine merenungkan kesalahannya hari ini.


"Ristan. Buka pintunya" Teriak Jasmine dari dalam kamar tersebut


"Apa tindakan Tuan tidak berlebihan" Ucap Alif tetap setia berada di samping Ristan


"Dia salah dan itu pelajaran yang pantas dirinya terima" Jawab Ristan segera masuk ke dalam kamar miliknya dengan membanting pintu tersebut begitu kuat


Alif terkejut mengelus dada miliknya dan segera pergi meninggalkan Ristan.


Jasmine masih mondar-mandir di dalam kamar miliknya. Dirinya mencari cara agar bisa keluar dari kamar itu.


Malam telah tiba, Ristan kembali mendatangi kamar Jasmine. Dirinya melihat barang-barang berserakan di atas lantai. Jasmine menagis sesenggukan di pojok kamar dengan posisi jongkok.


"Hei... Ada apa dengan dirimu?" Tanya Ristan membantu Jasmine berdiri namun Jasmine menolaknya


"Aku ingin pulang ke rumah ku dan jangan siksa aku, Om" Jawab Jasmine menagis melihat wajah Ristan


"Dengarkan aku. Kau akan aman di rumah ini bersama dengan ku. Jadi, kumohon jangan menagis" Ucap Ristan jongkok di hadapan Jasmine dengan memegang wajah Jasmine


"Aku tidak suka dengan dirimu dan kau membatasi gerak ku" Jawab Jasmine segera berdiri dan berlari menuju ke luar kamar


"Jasmine kau akan pergi ke mana" Teriak Ristan mengejarnya


Jasmine keluar rumah dan meminta pengawal Ristan untuk mengantar dirinya pulang. Dengan sigap pengawal itu segera mengantar Jasmine.


Ristan melihat mobil itu pergi dari pekarangan rumahnya dan dirinya mengambil mobil yang lain dan segera mengejar Jasmine.


"Kau akan pergi ke mana, sih" Ucap Ristan mengusap wajahnya begitu kasar dengan pandangan lurus ke depan


Mobil itu terus berjalan dan menuju ke rumah Jasmine. Sesampainya di rumah, Jasmine memeluk Bu Yuni yang merupakan asisten rumah tangga. Pada saat itu Bu Yuni berdiri di depan rumah Jasmine dan akan menutup pintu rumah tersebut.


"Non. Apa Nona baik-baik saja?" Tanya Bu Yuni langsung memeluk Jasmine dan menenangkannya


"Kenapa hidup ku seperti ini, Bu?" Tanya Jasmine menagis di pelukan Bu Yuni


"Yang sabar, Non" Jawab Bu Yuni menghapus air mata Jasmine dan segera membawa Jasmine masuk ke dalam rumah


Ristan menghela nafasnya begitu dalam melihat Jasmine masuk ke dalam rumah bersama Bu Yuni. Dirinya kembali masuk ke dalam mobil miliknya dan menunggunya di dalam mobil.


Setelah memenangkan Jasmine, Bu Yuni kembali ke depan untuk mengunci semua pintu. Tanpa sengaja Bu Yuni melihat mobil Ristan dan dirinya segera keluar dan menghampiri Ristan.


"Bu..." Panggil Ristan segera keluar dari dalam mobil miliknya dan menyapa Bu Yuni


"Iya Tuan" Jawab Bu Yuni


"Jas... Jasmine" Ucap Ristan terbata-bata


"Nona Jasmine sudah tidur, Tuan" Jawab Bu Yuni lirih


"Kenapa dia sudah tidur? Bahkan dia belum makan malam" Ucap Ristan mengusap wajahnya begitu kasar


"Jangan terlalu di pikirkan. Aku akan menyuruh Jasmine makan saat dirinya bangun" Jawab Bu Yuni tersenyum


"Terimakasih Bu. Aku titip Jasmine malam ini" Ucap Ristan sembari menepuk pundak Bu Yuni


Ristan kembali mengendarai mobil miliknya menuju ke rumahnya. Tapi, entah kenapa pikir Ristan berfokus kepada Jasmine. Dan akhirnya Ristan memutar balik dan kembali menuju ke rumah Jasmine.


Keesokan harinya


Jasmine sudah bersiap dan akan segera pergi sekolah. Jasmine terkejut saat melintasi ruang tamu. Dirinya melihat jelas ada orang yang sedang tidur di sofa itu.


"Maling..." Teriak Jasmine sekuat mungkin dan panik sehingga dirinya memukul orang itu dengan sapu


"Woi di mana malingnya" Teriak Ristan gelagapan dan dirinya mendapat serangan dari Jasmine


"Jasmine hentikan. Lihat aku ini Ristan" Teriak Ristan mencengkeram kuat lengan Jasmine


"Ristan... Apa yang kau lakukan di rumah ku?" Tanya Jasmine menunjuk ke diri Ristan


"Apa lagi kalau bukan menjagamu. Dasar kau ini" Jawab Ristan marah sembari menjewer telinga Jasmine


"Ah... Lupakan" Ucap Jasmine langsung pergi meninggalkan Ristan


Jasmine masuk ke dalam mobil miliknya dan diikuti oleh Ristan. Jasmine memelototi wajah Ristan, saat Ristan duduk di kursi depan samping dirinya. Tanpa basa-basi Jasmine menancapkan gasnya dan mengendarai mobil itu dengan ugal-ugalan.


Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ristan. Dirinya hanya fokus ke depan dengan berpegang.


"Apa kau takut?" Tanya Jasmine geli melihat wajah Ristan


Ristan hanya memicingkan matanya melihat Jasmine dan seketika dirinya tertawa terbahak-bahak.


Sampai di depan sekolah, Jasmine langsung keluar dari mobil miliknya dan diikuti oleh Ristan.


"Nih kuncinya" Ucap Jasmine melempar kunci mobil miliknya kepada Ristan


"Jasmine..." Teriak Vita segera berlari menghampiri Jasmine


"Hai Baby" Sapa Jasmine tersenyum sembari melirik wajah Ristan


"Jadi kau di antar supir mu" Ucap Vita cemburu


"Kenapa?" Tanya Jasmine yang tidak mengerti


"Padahal aku ingin mengajak mu pergi ke restoran untuk merayakan ulang tahun Syifa" Jawab Vita lirih


"Oh tenang aja. Supir ku siap mengantar kemampuan kita pergi" Ucap Jasmine mengedipkan mata kepada Ristan


"Jadi, Om ganteng ini supir mu" Jawab Vita bergelayut manja di lengan Ristan


"Vit... Apa yang kau lakukan?" Tanya Jasmine jijik melihat Vita bergelayut manja di lengan Ristan


Ristan menghela nafasnya mendengar obrolan anak SMA. Dirinya mengibaskan tangan Vita dan langsung masuk ke dalam mobil. Ristan masih melihat ke arah mereka sedang berbicara.


Dari arah berlawanan datanglah Darren menghampiri mereka. Darren langsung meraih tangan Jasmine dan mencium punggung tangan itu. Mereka berjalan masuk ke dalam sekolah. Namun tangan Darren masih saja memeluk tubuh Jasmine dari samping.


Ristan mengepalkan kedua tangan miliknya melihat sikap Darren kepada Jasmine yang di anggapnya sangat berlebihan. Rasanya ingin sekali Ristan menonjok wajah Darren dan memberikannya pelajaran.