
Suara teriakan Ristan tidak terdengar sampai di telinga Jasmine. Jasmine masih tidur sangat pulas dengan memeluk guling. Dengan ke sabarannya Ristan segera menjatuhkan tubuhnya di samping Jasmine.
Ristan terus memandangi wajah cantik Jasmine saat tidur. Jasmine menguap, namun matanya masih terpejam. Dirinya mengangkat salah satu kaki miliknya dan berpindah posisi. Kini posisi Jasmine memeluk tubuh Ristan.
Ristan terdiam dan tidak bergerak, hingga dirinya menahan nafas saat tangan Jasmine mengelus dada miliknya. Rasanya berdebar dan jantungnya berdetak kencang.
Dengan sangat perlahan, Ristan menyingkirkan tangan Jasmine. Tapi, tangan itu tidak mau jauh darinya.
"Apa yang harus aku lakukan" Ucap batin Ristan melirik wajah Jasmine yang kepalanya sudah berada di dada miliknya
"Tuan" Panggil Alif masuk ke dalam kamar Jasmine. Dirinya segera menutup mata dengan kedua tangan miliknya saat melihat pemandangan yang ada di atas tempat tidur
"Tolong aku!" Ucap Ristan lirih dengan melambaikan salah satu tangannya
"Tuan berbicara apa? Aku tidak bisa mendengarnya?" Tanya Alif tersenyum dan segera pergi
"Sial. Awas saja nanti" Jawab Ristan marah
Jasmine mencari guling kesayangannya, tangan Jasmine mengelus dan memencet dada Ristan.
Ristan yang merasa geli dirinya segera mendorong tubuh Jasmine agar menjauh darinya.
"Kenapa gulingnya keras sekali" Ucap Jasmine lirih dengan mata tertutup
Jasmine kembali menarik guling itu, namun sangat berat saat dirinya berusaha menariknya. Perlahan-lahan Jasmine membuka kedua mata miliknya. Jasmine terkejut dan memelototinya, Jasmine terus mengucek kedua mata miliknya. Dan di detik berikutnya Jasmine menjerit begitu kuat.
"A..." Suara jeritan Jasmine melengking tinggi dan dirinya masih berada di atas tubuh Ristan
Ristan langsung menutup mulut Jasmine dengan tangannya. Ristan membalikkan posisi, kini dirinya yang berada di atas tubuh Jasmani. Ristan memandangi wajah Jasmine begitu intens sembari mendengus mencium aroma tubuh Jasmine.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jasmine ketakutan dengan tubuh gemetar
"Hah" Ristan menghembuskan nafasnya begitu saja saat aroma itu tercium
Ristan mendekatkan bibirnya ke bibir Jasmine.
Jasmine menerimanya dan segera menutup kedua matanya.
"Cup"
Ristan ******* bibir Jasmine begitu rakus. Sedangkan tangan Ristan sangat liar menelusuri tubuh Jasmine.
"Om jangan sakiti aku" Suara Jasmine merintih
"Sttt"
Satu persatu tangan Ristan membuka piyama Jasmine. Ristan tersenyum melihat wajah Jasmine yang berada di bawah kungkungan. Ristan memelototi kedua daging kenyal itu yang menyembul sedikit keluar dari dalam tempatnya.
Ristan memberikan kecupan manis di kedua daging kenyal itu dan memberi tanda merah. Tangan itu terus meremas dan menekan bagian itu dengan lihai.
"Om" Desah Jasmine memanggilnya
"Nona Jasmine. Ayo, cepat bangun!" Teriak Bu Atul masuk ke dalam kamar Jasmine yang tidak terkunci
Bu Atul terdiam dan masih melihat kedua orang tersebut yang sedang merapikan pakaiannya.
"Astaga. Aku melupakan sesuatu" Ucap Bu Atul menundukkan kepalanya dan segera pergi dengan menoyor kepalanya sendiri
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Ristan kepada Jasmine
"Hm" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala
"Pergilah mandi! Kau nanti akan di antar Danu ke sekolah" Ucap Ristan segera pergi meninggalkan Jasmine
Jasmine melihat kepergian Ristan dengan mata melotot. Jasmine langsung melepaskan pakaian miliknya dan membuangnya ke sembarang arah.
Di sekolah, Jasmine menjadi topik perbincangan yang sangat hangat.
Pagi ini dirinya di antar Danu sampai di depan kelasnya. Membuat Jasmine mendengus kelas kepada Danu.
"Woi... ******!" Teriak Marvel yang merupakan teman sekelas Jasmine
"******" Ucap Danu lirih yang masih mengawasi Jasmine masuk ke dalam kelas miliknya
"Siapa lagi laki-laki yang kau kencani kali ini?" Tanya Marvel sembari memegang wajah Jasmine dan mengelusnya
"Buggh"
"A..." Suara teriakan para siswa perempuan histeris melihat Danu memukul wajah Marvel
"Jangan sentuh, Nona Jasmine" Ucap Danu penuh penekanan
"Nona" Jawab Marvel tertawa terbahak-bahak sembari memegang wajahnya yang sakit
"Vit, gawat di kelas lagi ribut-ribut. Jas... Jasmine" Ucap Meri berlari menuju ke arah Vita yang tengah duduk di kantin sekolah
"Hm. Apa" Jawab Vita terkejut segera berlari menuju ke kelas dan di ikuti oleh Meri
Danu dan Marvel masih sedang adu mulut. Sedangkan Jasmine duduk di tempatnya dengan memijat kepalanya yang terasa pening melihat mereka.
"Tutup mulut mu, Marvel" Teriak Vita marah dan berjalan mendekat ke arah mereka
"Apa kau juga satu germo dengan Jasmine?" Tanya Marvel sembari menarik sudah bibirnya
"Ck. Brengsek" Umpat Vita menendang kursi yang kosong
"Sudah akui saja" Ucap Marvel tersenyum licik
"Jangan berbicara seperti itu kepada Nona kami. Nona Jasmine tidak seperti yang kau pikirkan. Dan asal kalian tahu aku ini pengawal Nona Jasmine" Jawab Danu menarik kerah baju Marvel
"Iya pengawal suruhan germonya" Ucap Marvel
"Buggh" Danu kembali memukul wajah Marvel
"Cukup, sebaiknya kau pulang dan jangan membuat ku marah!" Perintah Jasmine menarik lengan Danu dengan paksa agar keluar dari dalam kelas miliknya
"Aku tidak akan berdiam diri melihat Nona di ejek seperti itu" Jawab Danu kesal
"Tidak ada gunanya berbicara dengan mereka. Mereka tidak akan mengerti dan mereka bukan level kita" Ucap Jasmine menepuk pundak Danu
"Iya benar. Sebaiknya kau pergi! Sudah ada aku yang akan menjaga Jasmine" Sambung Vita segera memeluk tubuh Jasmine
"Ok baiklah. Aku akan pergi" Jawab Danu merapikan pakaian miliknya dan segera pergi
Jasmine dan Vita kembali masuk ke dalam kelas. Lonceng sudah berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.
Jam pertama di isi oleh Bu Neti dengan mata pelajaran biologi. Jasmine membelalakkan kedua bola mata miliknya saat dirinya mendengarkan ucapan Bu Neti kalau hari ini mereka akan belajar kesehatan reproduksi bagi remaja.
"Lihatlah dia! Sangat menjijikkan" Bisik Marvel kepada Meri yang melihat Jasmine tersenyum dengan sendirinya mendengar penjelasan Bu Neti
Sedangkan Meri yang mendengar ucapan Marvel. Dirinya menarik kursi miliknya agar duduk sedikit menjauh dari Marvel.
"Kenapa dengan mu?" Tanya Marvel kepada Meri
"Tidak" Jawab Meri tersenyum kaku melihat wajah Marvel sembari menghembuskan nafasnya begitu kasar
Jam pelajaran telah selesai, kini saatnya Jasmine pulang. Saat Jasmine melangkahkan kakinya menuju ke luar kelas. Dirinya terkejut melihat Danu tengah berdiri di luar dengan para anak buahnya. Bisa di hitung jumlah mereka ada dua puluh orang. Berpakaian serba warna hitam dan memakai kacak mata hitam.
"Danu. Apa-apaan ini" Bisik Jasmine begitu lirih dengan mencengkeram kuat lengan Danu
"Jas... Aku pulang dulu" Ucap Vita tersenyum sembari melambaikan kedua tangan miliknya
Jasmine tersenyum kaku melihat kepergian Vita dan dirinya segera pergi di ikuti oleh Danu dan para anak buahnya.
"Wah... Siapa mereka? Tubuhnya tegak dan wajah mereka sangat tampan. Di mana Jasmine menemukan pria seperti mereka" Ucap para siswa perempuan pandangannya tertuju ke arah mereka