My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 29



"Apa benar dia Istri ku Jasmine Noir?" Tanya Ristan dengan menepuk kedua pipi miliknya dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini


"Yang seperti Anda lihat Tuan" Jawab Ratu tersenyum lebar melirik wajah Jasmine


"Aku sangat puas dengan hasil kerja mu, Ratu" Ucap Ristan menepuk pundak Ratu dan mengacungkan jempol


Jasmine mendengus melihat wajah Ristan yang dianggap sangat berlebihan.


"Aku akan pergi!" Pamit Ratu segera pergi


"Hati-hati di jalan" Teriak Jasmine melambaikan kedua tangan miliknya


"Apa kau puas?" Tanya Ristan menarik pinggang Jasmine agar lebih mendekat


"Entahlah" Jawab Jasmine menundukkan kepala


"Ayo, ikut aku!" Ajak Ristan membawa Jasmine masuk ke dalam dan mereka berdiri di depan cermin


Jasmine tersenyum kaku melihat dirinya sendiri di dalam cermin tersebut. Sedangkan Ristan yang masih memeluk tubuh Jasmine dari belakang enggan melepaskan pelukannya.


"Tuan Ristan" Panggil Jasmine lirih dan memelototi wajah Ristan dari pantulan cermin tersebut


"Iya aku mendengarnya Nyonya Ristan" Jawab Ristan yang tangan kanannya masih menggerayangi tubuh Jasmine bagian atas


"Apa kau sengaja ingin merusak dandanan ku?" Tanya Jasmine langsung memukul perut Ristan dengan tinjuan


"Aw..." Pekiknya kesakitan


"Kau" Ucap Ristan mendekatkan bibirnya di bibir Jasmine


"Aku akan tidur" Jawab Jasmine santai dan segera naik ke atas ranjang


"Ayo, kita pergi!" Ajak Ristan menarik tangan Jasmine


Mereka berpapasan dengan Bu Hana dan juga Pak Rafi yang tengah bersantai di ruang tamu.


"Kita akan pergi dan jangan menunggu kepulangan kita" Pamit Ristan menghentikan langkah kakinya dan kemudian berjalan kembali


"Hm" Gumamnya dengan anggukan kepala


Beberapa menit kemudian


Mereka sampai di Hotel Adipati dan kedatangan mereka disambut hangat oleh Aditama Noah yang merupakan sahabat Ristan.


"Halo sobat" Panggil Tama kepada Ristan yang sudah berada di tengah acara tersebut


"Selamat atas kesuksesan mu" Ucap Ristan menghamburkan pelukannya kepada Tama


"Terimakasih" Jawab Tama mengurai pelukannya dan tersenyum lebar kepada Ristan


"Sungguh luar biasa" Ucap Ristan sedikit tertawa melihat keadaan di sekitarnya


"Sebentar lagi acara akan segera di mulai. Sebaiknya kau duduk di sana dan nikmati pesta ini" Jawab Tama tersenyum


Jasmine senantiasa berada di samping Ristan dan tangan mereka saling menggenggam erat. Keduanya berjalan menuju ke salah satu tempat duduk yang kosong, di ikuti oleh Tama.


Tama yang tersadarkan langsung menghentikan langkah kakinya. Melihat ke arah wajah Ristan dan sesekali melirik ke arah wajah Jasmine.


"Ck. Apa aku salah melihat" Ucap Tama mengucek kedua mata miliknya


"Ada apa?" Tanya Ristan yang tidak mengerti


"Siapa wanita cantik yang berada di samping mu?" Tanya Tama balik dan pandangan matanya masih tertuju kepada Jasmine


"Oh ya ampun. Bahkan aku belum mengenalkannya kepada mu" Jawab Ristan dengan tertawa


"Siapa?" Tanya Tama mengerutkan keningnya


"Dia Istri ku" Jawab Ristan sedikit berbisik di telinga Tama


"Sejak kapan kau menikah? Jangan membohongi diri ku" Bentak Tama kepada Ristan


"Astaga kau ini membuatku terkejut saja. Dia Istri ku! Bukankah aku sudah mengundang mu melalui WhatsApp" Ucap Ristan memelototi wajah Tama


"Jadi kau Istrinya Ristan?" Tanya Tama berkacak pinggang di hadapan Jasmine


"Iya" Jawab Jasmine lirih dengan memalingkan wajahnya


"Sayang. Tama ini sahabat ku dan dia juga sahabat Ayahmu" Sambung Ristan menjelaskannya


"Dia Jasmine Noir Istri ku. Ayahnya bernama Ronald Noir. Apa sekarang kau sudah mengerti?" Tanya Ristan balik


"Kau masih waras kan? Bisa-bisa kau..." Jawab Tama tidak di teruskan dan menggelengkan kepalanya


"Aku tidak peduli, apa yang orang lain katakan. Aku sangat mencintainya" Ucap Ristan tersenyum melihat Jasmine lalu mencium punggung tangan Jasmine yang sedari tadi dirinya menggenggamnya


"Apa kau juga mencintai pria tua ini?" Tanya Tama memelototi wajah Jasmine


Jasmine terdiam mendengar pertanyaan Tama.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Sedangkan aku sendiri tidak mengetahui semuanya kalau Ronald memiliki putri yang sangat cantik seperti Jasmine" Ucap Tama tertawa lepas


"Itulah dirimu. Kalau kita mengajakmu berkumpul. Kau tidak pernah datang dan selalu sibuk" Jawab Ristan tersenyum kaku


"Apa kau terpaksa menikah dengan Ristan?" Tanya Tama penuh selidik


Lagi-lagi Jasmine menghela nafasnya begitu kasar mendengar pertanyaan Tama.


"Sudahlah, Tam. Jangan bertanya seperti itu kepada istri ku" Ucap Ristan lirih


"Aku hanya ingin tahu dari mulutnya. Atau jangan-jangan kau sudah..." Jawab Tama tertawa geli dan tidak di lanjutkan


"Apa maksudmu?" Tanya Ristan yang tidak mengerti


"Aku akan pergi ke sana untuk mengambil minuman" Ucap Jasmine mengibaskan tangan Ristan dan segera pergi


"Lihat apa yang sudah kau lakukan" Ucap Ristan menghela nafas begitu berat melihat kepergian Jasmine


"Dia hanya pergi mengambil minuman" Jawab Tama tertawa sembari menepuk pundak Ristan


Saat dirinya akan mengambil minuman. Jasmine berpapasan dengan Fiana yang merupakan pacar Darren.


"Ehem" Fiana berdehem dan kini dirinya berada di samping Jasmine


Jasmine terdiam melihat wajah Fiana. Dirinya langsung pergi setelah mengambil minuman tersebut.


"Tunggu" Cegah Fiana mencengkeram kuat lengan Jasmine


"Apa?" Tanya Jasmine memalingkan wajahnya


"Apa ada yang mengundangmu?" Tanya Fiana berkacak pinggang di hadapan Jasmine


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu yang sangat tidak penting itu?" Tanya Jasmine balik dan tersenyum kaku


"Sepertinya aku tidak mengundangmu. Apa kau sengaja datang kemari dan ingin merusak acara pesta ku?" Tanya Fiana memelototi wajah Jasmine


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan" Jawab Jasmine segera pergi


"Ck. Dasar wanita murahan! Mau tebar pesona di pesta ini. Sengaja datang untuk mencari pria hidung belang" Umpat Fiana sedikit berteriak


Jasmine mengepalkan kedua tangan miliknya dan terus berjalan. Namun Fiana terus mengikuti langkah kaki Jasmine.


"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah mendapatkan laki-laki yang mencintai wanita rendahan seperti mu. Dasar wanita perusak hubungan orang. Apa kau senang sudah membuat aku jauh dan putus dari Darren" Teriak Fiana begitu lantang


Jasmine menghentikan langkah kakinya dan berbalik.


"Tidak ada hubungannya dengan ku. Itu masalah mu dengan Darren" Ucap Jasmine lirih


"Setelah kau datang ke restoran waktu itu. Keesokan harinya Darren langsung memutuskan hubungannya dengan ku" Teriak Fiana yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan


"Justru dirimu lah yang merusak hubungan ku dengan Darren. Ambil saja Darren! Aku sudah tidak membutuhkannya lagi" Jawab Jasmine begitu lantang


"Byurrr" Fiana menyiram wajah Jasmine dengan air minum


Jasmine terdiam dan berusaha mengelap wajahnya dengan tenang.


"Plakkk" Ristan menampar wajah Fiana begitu kuat hingga membekas telapak tangan miliknya di kedua pipi Fiana


"Kenapa kau menampar tunangan ku?" Tanya Tama dengan tubuh mematung


Deg


"Tunangan" Ucap Jasmine dalam hati


"Dia tidak pantas untuk mu dan segera putuskan pertunangan mu dengan wanita penyihir itu" Jawab Ristan langsung menarik tangan Jasmine dan membawanya pergi dari acara tersebut