
"A..." Teriak Ristan terkejut saat tangan Jasmine menyentuh miliknya
"Tuan. Ada apa?" Tanya Alif segera menepikan mobilnya
"Astaga kau ini bodoh sekali. Cepat jalankan mobilnya dan jangan melihat ke belakang" Jawab Ristan meremas lengan Alif
"Apa kau ingin memperkosa ku" Ucap Ristan mendorong tubuh Jasmine agar menjauh darinya
"Em... Kau sangat tampan Tuan Ristan. Wanita mana yang beruntung mendapatkan hati mu" Jawab Jasmine mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ristan
"Diam dan jangan banyak bergerak" Bentak Ristan mengangkat kedua kaki miliknya
"Aku sangat menyukai tubuh kekar mu ini dan izin aku ada di dalam hati mu" Ucap Jasmine terus mengusap dada Ristan dan Jasmine segera ******* bibir Ristan dengan rakus
Aroma tubuh Jasmine membuat Ristan melayang.
"Jangan lakukan di sini" Ucap Ristan gugup setelah melepaskan ciuman itu
"Ha. Apa?" Tanya Alif yang tidak mengerti
"Maksud ku jangan lakukan di dalam mobil" Jawab Ristan sembarang sembari mengelus wajah Jasmine yang tengah terangsang
Ristan mendekatkan bibirnya ke bibir Jasmine. Ristan menciumi bibir Jasmine dan membuat tanda merah di leher Jasmine.
Jasmine mendesah keenakan dan suara ******* mereka sampai di telinga Alif.
"Apa yang mereka lakukan" Ucap batin Alif meremas setir mobil dan tetap fokus menyetir
Ciuman itu turun ke bawah dan semakin ke bawah. Tangan Jasmine membuka satu persatu kancing pakaian Ristan. Sedangkan tangan Ristan sudah masuk ke dalam dress tersebut.
"Ah... Kenapa berhenti?" Bisik Jasmine di telinga Ristan dengan mendesah
"Kita sudah sampai. Ayo, turun" Ajak Ristan merapikan pakaian miliknya
Alif yang merasa canggung dirinya segera berlari keluar dari dalam mobil tersebut.
Jasmine menarik tali dress miliknya hingga dress itu berhasil lolos dan memperlihatkan keindahan tubuhnya.
"Jas..." Panggil Ristan begitu lirih melihat tubuh Jasmine dengan mulut terbuka
"Cepat lakukan. Aku sudah tidak tahan lagi!" Perintah Jasmine mengangkat kedua kaki miliknya dan membukanya lebar
"Jangan seperti ini" Jawab Ristan memalingkan wajahnya
Jasmine yang terangsang dan tubuhnya terasa panas. Tangan Jasmine terus mengelus di bagian bawah miliknya dan mendesah.
"Pakai dan tutupi tubuhmu" Ucap Ristan segera membantu Jasmine menali dress tersebut dan mengendong Jasmine masuk ke dalam kamar
"Ristan..." Panggil Jasmine menarik lengan Ristan saat Ristan akan pergi
"Iya" Jawab Ristan menghentikan langkah kakinya dan segera membalikkan tubuhnya melihat ke arah wajah Jasmine
"Rasanya aku ingin melakukan sesuatu" Ucap Jasmine bangun dari tempat tidurnya dan berjalan memutari tubuh Ristan
"Jangan" Ucap Ristan terbata-bata dan menarik paksa Jasmine masuk ke dalam kamar mandi
Namun tangan Jasmine meremas milik Ristan dan bertahan di sana. Jasmine mendorong tubuh Ristan hingga jatuh di atas tempat tidur miliknya. Jasmine langsung mengunci tubuh Ristan dan kini dirinya berada di atas tubuh Ristan sedang mencium bibir Ristan sembari membuka pakaian Ristan.
"Bagaimana mungkin aku melakukannya saat dia seperti ini" Ucap batin Ristan tersiksa
Tubuh Ristan terdiam, saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jasmine.
"Jas..." Desah Ristan saat Jasmine memainkan miliknya
Ristan mulai terangsang dan tanpa pikir panjang. Dirinya membalikkan posisi tubuhnya. Kini Ristan yang berada di atas tubuh Jasmine.
"Aku menyukainya. Kenyal sekali" Ucap Ristan membenamkan wajahnya di gundukan daging kenyal itu
Setelah puas bermain di bagian atas. Ristan membuka kedua kaki Jasmine begitu lebar, dirinya tersenyum dan kembali bermain di bawah sana dengan lihai.
Suara ******* Jasmine dan Ristan memenuhi seluruh ruangan itu. Awalnya Ristan hanya menggesekkan miliknya di atas milik Jasmine dengan ragu. Namun saat melihat ke arah wajah Jasmine. Ristan langsung tersadar dan menjatuhkan tubuhnya di samping Jasmine.
"Tidak. Tidak mungkin" Ucap Ristan mengusap wajahnya begitu kasar melihat Jasmine sudah tertidur pulas
Keesokan harinya
"Jasmine..." Teriak Bu Hana sekuat mungkin hingga suaranya sampai terdengar di telinga Pak Rafi
Pak Rafi langsung berlari menuju ke lantai atas mencari asal suara tersebut.
"Ada apa?" Tanya Pak Rafi berdiri di ambang pintu dengan mulut terbuka. Melihat pemandangan di atas tempat tidur
"Tutup matamu dan cepat keluar dari kamar ini" Bentak Bu Hana kepada Pak Rafi dan Pak Rafi segera melakukannya
"Jasmine Noir. Apa yang sudah kau lakukan kepada anakku" Teriak Bu Hana menarik lengan Jasmine agar tersadarkan
"Ibu. Kenapa Ibu teriak-teriak, sih?" Tanya Ristan bangun dari tidurnya dan menguap
"Apa yang sudah ku lakukan" Ucap Ristan mengulangi ucapan Bu Hana, tersadarkan dan segera berdiri
"Ada apa?" Tanya Jasmine mengucek kedua mata miliknya dan matanya melotot saat melihat pemandangan yang ada di depan mata miliknya. Jasmine melihat jelas milik Ristan yang bergelayutan tanpa penutup
"A..." Teriak Jasmine menutup mata miliknya
Ristan yang terkejut dirinya langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"A..." Teriak Jasmine kembali melihat dirinya sendiri dan tidak mengenakan pakaian dan menarik selimut yang Ristan pakai untuk menutupi tubuhnya
"Cepat pakai pakaian mu!" Perintah Bu Hana memunguti pakaian Ristan yang berserakan di atas lantai dan memberikannya kepada Ristan
Ristan masih berdiri mematung melihat wajah Jasmine. Kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kau juga cepat pakai pakaian mu!" Perintah Bu Hana memalingkan wajahnya dan berdiri membelakangi Jasmine
Ristan yang berada di dalam kamar mandi. Masih mondar-mandir mengingat kejadian semalam.
Beberapa menit kemudian
"Ristan keluar! Kau harus menjelaskannya kepada Ibu" Teriak Bu Hana menggedor pintu tersebut
Ristan keluar dengan menundukkan kepala.
Bu Hana membawa mereka ke ruang tengah untuk di interogasi. Sedangkan Pak Rafi sesekali tersenyum melihat ke arah wajah Ristan dan juga Jasmine.
"Apa kau pikir ini lucu" Bentak Bu Hana kepada Pak Rafi dan seketika Pak Rafi mematung
"Semalam apa yang sudah kalian lakukan?" Tanya Bu Hana menghela nafasnya begitu kasar
"Kita tidak melakukan apa-apa" Jawab Ristan dengan santai
"Iya kita tidak melakukan apa-apa" Sambung Jasmine tersenyum kaku
"Tidak melakukan apa-apa. Setelah kalian berdua di atas tempat tidur" Jawab Bu Hana memelototi wajah Jasmine dan Ristan
"Sudah. Sebaiknya kita nikahan mereka saja" Sambung Pak Rafi tersenyum manis melihat wajah Bu Hana
"Kau diam saja di tempat mu dan jangan berbicara" Gertak Bu Hana kepada Pak Rafi
"Ya. Aku akan diam dan silahkan lanjutkan lagi" Jawab Pak Rafi membuang nafasnya begitu kasar
"Jawab Ibu Ristan. Apa kau sudah melakukannya kepada Jasmine?" Tanya Bu Hana penuh penekanan
"Hampir Bu. Tapi, belum" Jawab Ristan meringis
"Apa kau ingin memperkosa ku?" Tanya Jasmine berdiri dari tempat duduknya dan memukul kepala Ristan
"Kau..." Jawab Ristan segera berdiri dan mengangkat tangannya
"Duduk" Teriak Bu Hana begitu lantang
Mereka segera menjatuhkan tubuhnya di kursi tersebut dengan lemas dan saling berpandangan lalu membuang muka.
"Aku tidak bisa mengingat kejadian semalam. Apa kau benar-benar tidak melakukan itu kepada ku?" Tanya Jasmine kepada Ristan sembari memijat kepalanya yang terasa pusing
"Kita belum melakukannya" Jawab Ristan lirih
"Tapi kenapa kau bisa berada di atas tempat tidur ku, Om?" Tanya Jasmine lirih
"Entahlah aku juga tidak tahu" Jawab Ristan lebih memilih menutup mulutnya dan tidak menjelaskannya kepada Jasmine soal kejadian semalam
"Ya. Mungkin ini hanya salah paham. Bukankah begitu Tuan Ristan Imanuel" Ucap Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya
"Tidak" Jawab Ristan melihat ke arah wajah Jasmine begitu intens
"Apa maksudmu?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya
"Semalam kau di jebak oleh temanmu. Mereka memasukkan obat perangsang ke dalam minuman mu. Untung saja aku datang tepat waktu" Jawab Ristan meraih tangan Jasmine
"Tidak. Teman-teman ku tidak seperti itu" Ucap Jasmine mengibaskan tangannya
"Aku sudah memberi pelajaran yang setimpal kepada mereka. Kalau kau ingin melihat wajah mereka silakan, aku bisa mengantarkan mu" Jawab Ristan menjelaskannya
"Tidak" Teriak Jasmine histeris dan Ristan segera memeluk tubuh Jasmine begitu erat
Bu Hana dan Pak Rafi terdiam dan terkejut mendengar ucapan Ristan.
"Jas..." Panggil Bu Hana langsung ikut memeluknya dan terisak
Pak Rafi memalingkan wajahnya, mengusap wajahnya begitu kasar. Melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik" Ucap Ristan menagis sesenggukan memeluk tubuh Jasmine begitu erat
Jasmine menagis sembari memukul tubuhnya sendiri. Hingga di detik berikutnya dirinya tidak sadarkan diri.