
Bak seorang Cinderella, kini Jasmine dan Ristan berada di altar pernikahan. Ristan dan Jasmine mengikrarkan janji suci mereka di hadapan para tamu undangan. Pernikahan mereka berlangsung di hotel horison dan berjalan lancar.
Para tamu undangan berdatangan dan memenuhi tempat acara tersebut. Acara pernikahan Jasmine dan Ristan cukup megah. Di tambah pula banyak undangan tamu-tamu penting.
Ristan tampak tersenyum lebar saat berada di samping Jasmine. Sedari tadi dirinya tidak berhenti memandangi wajah Jasmine.
"Kau kenapa?" Tanya Jasmine dengan sinis
"Aku sudah tidak sabar lagi" Jawab Ristan berbisik di telinga Jasmine dengan menarik pinggang Jasmine agar lebih mendekat
Jasmine terdiam dan dirinya langsung berjalan menyapa para tamu undangan. Ristan mengikuti langkah kaki Jasmine dan sesekali menundukkan kepala saat menyapa tamu undangan.
"Jas... Sorry telat" Teriak Vita berlari menuju ke arah Jasmine. Menghamburkan ciuman di kedua pipi Jasmine lalu memeluk tubuh itu begitu erat
"Ehem. Akhirnya kau menikah duluan, Jas" Sambung Syifa ikut memeluknya
"Ya begitulah" Jawab Jasmine menghela nafasnya begitu dalam
"Tapi, kau akan lanjut kuliah kan? Aku harap kita bisa satu kampus" Ucap Syifa menundukkan kepala
"Kita lihat saja nanti" Jawab Jasmine sedikit tertawa dan langsung pergi
Syifa dan Vita melihat kepergian Jasmine dengan wajah murung. Sedangkan Ristan masih mematung di hadapan Vita dan Syifa.
"Hai... Om selamat menempuh hidup baru, ya. Tolong jaga Jasmine dengan baik dan jangan sakiti hati Jasmine" Ucap Syifa dan Vita secara bersamaan dengan mengedipkan salah satu matanya dan memegang tangan Ristan
"Hm" Gumamnya segera berjalan menyusul Jasmine
"Astaga. Sepertinya dia..." Ucap Vita memelototi punggung Ristan
" Sudahlah. Kita pergi ke sana saja, sepertinya di sana banyak makanan!" Ajak Syifa menarik tangan Vita dan mengikutinya
Mata Syifa dan Vita tanpa sengaja melihat Darren di acara tersebut.
"Darren..." Panggil Vita dengan berteriak dan segera menghampiri Darren
Darren membuang nafasnya begitu kasar saat melihat Vita datang menuju ke arah dirinya.
"Darren" Panggil Vita kembali begitu lantang
"Apa?" Tanya Darren ketus tidak suka melihat kedatangan Vita
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Vita menautkan kedua alis miliknya
"Apa kau pikir aku tidak di perbolehkan datang ke acara ini?" Tanya Darren berkacak pinggang di hadapan Vita
"Bukan begitu maksud ku. Apa kau belum bisa move on dari Jasmine?" Tanya Vita melihat wajah Darren begitu intens
"Ck. Kau ini. Apa kau tidak bisa berpikir? Jelas-jelas aku sudah memiliki Fiana" Jawab Darren tertawa
"Apa yang dia lakukan di sini?" Tanya Syifa kepada Vita dan berjalan menuju ke arah mereka
"Entahlah aku tidak mengerti. Tanya saja dia" Jawab Vita memalingkan wajahnya
"Apa kau di undang Jasmine?" Tanya Syifa kepada Darren
"Aku rasa Jasmine tidak mungkin mengundang si idiot ini di acara pernikahannya" Sambung Vita ketus
"Bisa saja dia menerobos masuk ke dalam" Jawab Syifa segera pergi
"Tunggu..." Ucap Vita mengikuti langkah Syifa
"Dasar perempuan- perempuan jelek. Enak saja mengatai ku Idiot" Ucap Darren marah dengan mengusap wajahnya begitu kasar
Hati Darren yang merasa sesak dirinya segera meninggalkan tempat acara tersebut dengan kedua tangan mengepal.
"A..." Darren berteriak cukup keras dan kesal
"Bisa-bisanya dia lebih memilih Om-om ketimbang aku yang masih waras dan perkasa di atas ranjang" Ucap Darren marah meniggalkan tempat acara
Acara telah selesai dan kini saatnya istirahat. Mereka bermalam di hotel horison, sedangkan Bu Hana dan Ayah Rafi kembali ke rumah.
Ristan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan Jasmine merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di dalam kamar hotel tersebut.
"Kenapa kau belum melepas pakaian mu?" Tanya Ristan yang berjalan menghampiri Jasmine dengan rambut basahnya dan hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya
"Apa kau sudah selesai mandi?" Tangan Jasmine membuyarkan lamunannya
"Hm" Jawab Ristan dengan anggukan kepala
"Cepat bersihkan tubuh mu dan kita istirahat!" Perintah Ristan sembari memakai piyama di depan Jasmine
"Astaga kau ini" Ucap Jasmine memalingkan wajahnya
"Aku menunggu mu" Jawab Ristan tersenyum kepada Jasmine
"Aku tidak ingin memiliki anak dari mu. Jadi tolong jangan lakukan itu kepada ku" Ucap Jasmine menundukkan kepala dan terus berjalan menuju ke arah pintu kamar mandi
"Ya. Aku akan memikirkannya nanti" Jawab Ristan langsung naik ke atas ranjang
Beberapa jam kemudian
Jasmine baru keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekat ke arah Ristan.
"Ris... Ristan" Panggil Jasmine begitu lirih sembari mengoyakkan tubuh Ristan
"Sepertinya dia benar-benar sudah tidur" Ucap Jasmine tersenyum lebar dan dirinya segera merebahkan tubuhnya di samping Ristan
"Kenapa kau lama sekali?" Tanya Ristan membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah wajah Jasmine
"Jadi kau pura-pura tidur" Jawab Jasmine memelototi wajah Ristan dan terkejut
"Jangan banyak berbicara. Bagaimana kalau kita lakukan sekarang?" Bisik Ristan di telinga Jasmine dengan memeluk erat tubuh Jasmine dan membawanya ke dalam pelukannya
"Aku lelah. Sebaiknya kita istirahat saja" Jawab Jasmine lirih
"Kenapa kau tidak ingin memiliki anak dari ku?" Tanya Ristan melepaskan pelukannya
"Aku masih sangat muda untuk menjadi seorang Ibu dan aku belum siap memiliki anak" Jawab Jasmine membelakangi tubuh Ristan
"Jangan takut. Aku juga akan membantu merawat anak kita" Ucap Ristan langsung memeluk tubuh Jasmine dari belakang dan mereka tidur pulas