
Mereka bertemu kembali setelah terpisah selama satu minggu lamanya.
"Hai" Sapa Ristan meringis melihat ke arah wajah Jasmine
"Ada apa?" Tanya Jasmine setelah keluar dari dalam kamar miliknya
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Ristan dengan tersenyum manis melihat wajah Jasmine
"Baik" Jawab Jasmine melipat kedua tangan miliknya dan berjalan menuju ke arah ruang tamu
"Apa kau ingin pergi dengan ku?" Tanya Ristan segera duduk di kursi ruang tamu
"Pergi ke mana?" Tanya Jasmine yang masih berdiri
"Jalan-jalan" Jawab Ristan
"Tidak. Aku ingin beristirahat di rumah saja" Ucap Jasmine menolaknya
"Jangan menolak ku. Jarang sekali aku mengajak orang sembarang untuk pergi jalan-jalan. Lagian aku sangat sibuk" Jawab Ristan menjelaskannya
"Tidak ada yang tanya" Ucap Jasmine ketus
"Cepat ganti pakaian mu!" Perintah Ristan mendorong tubuh Jasmine agar masuk ke dalam kamar dan segera menganti pakaian miliknya
"Kenapa kau jadi memaksa ku? Atau tidak mau ganti pakaian" Teriak Jasmine marah
"Ayolah, Jas!" Ucap Ristan dengan manja
"Hanya pergi jalan-jalan kan. Kenapa harus ganti pakaian? Apa ada yang salah dengan pakaian ku?" Tanya Jasmine memelototi Ristan
"Pakaian mu terlalu seksi" Jawab Ristan berbisik di telinga Jasmine
"Apa" Ucap Jasmine terkejut dan tertawa geli mendengar jawaban Ristan
Ristan menautkan kedua alis miliknya sembari melihat ke arah wajah Jasmine.
"Ayo, kita pergi!" Ajak Jasmine mengandeng lengan Ristan dan segera pergi
"Jas..." Panggil Ristan lirih
Sttt
Saat Jasmine masuk ke dalam mobil tersebut dan akan duduk di depan. Dirinya terkejut saat melihat Anjani tengah duduk di kursi tersebut.
"Kau duduk di kursi belakang, ya" Ucap Ristan meringis
"Ck. Apa maksudnya mengajakku jalan-jalan. Sedangkan dia membawa Anjani, apa dia sengaja ingin menjadikan ku obat nyamuk" Ucap batin Jasmine segera duduk di kursi belakang dengan tersenyum kaku saat Anjani melihat ke arah dirinya
Selama perjalanan Anjani terus bergelayut manja di lengan Ristan. Hingga membuat Ristan tidak nyaman di tambah pula di dalam mobil tersebut ada Jasmine.
"Anjani. Duduklah yang benar aku sedang menyetir" Ucap Ristan lirih sembari mendorong tubuh Anjani
"Sayang" Panggil Anjani dengan manja terus memeluk Ristan dari arah samping
Jasmine memalingkan wajahnya melihat ke arah luar jendela. Dirinya merasa risih melihat Anjani seperti itu. Sedangkan dari spion mobil Ristan terus melihati wajah Jasmani.
"Jas... Apa kau sudah makan?" Tanya Ristan dengan segera
"Belum" Jawab Jasmine ketus
"Kau ingin makan apa?" Tanya Ristan sembari melirik ke arah belakang
"Aku ingin makan ampela goreng, sayang" Jawab Anjani bergelayut di lengan Ristan
"Tidak ada yang bertanya kepada mu" Ucap Ristan kesal
Sedangkan Jasmine tidak menangapi ucapan mereka. Jasmine menyibukkan diri men-scroll ponsel miliknya.
"Jas..." Panggil Ristan kembali
"Sudahlah, sayang. Jasmine sepertinya sedang sibuk dengan ponselnya. Sebaiknya kita pergi mencari restoran yang menyajikan makanan ampela goreng" Ucap Anjani menepuk pundak Ristan dan tersenyum
"Ck. Menjijikkan" Ucap batin Jasmine kesal dan menggerutu
Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di salah satu restoran. Mereka segera turun dari mobil tersebut. Anjani terus mengandeng lengan Ristan. Lalu Jasmine mengikuti mereka dari arah belakang.
"Ayo, cepat!" Ucap Ristan segera menarik tangan Jasmine dan menggandengnya
Anjani memelototi wajah Jasmine dan memicingkan kedua mata miliknya.
Jasmine terus melihat ke arah sana dan tak terasa air mata membasahi pipinya. Dirinya tidak mampu menahannya dan terisak.
"Ada apa dengan dirimu?" Tanya Ristan terkejut melihat wajah Jasmine
Jasmine terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Ristan.
"Hei... Ada apa?" Tanya Ristan meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya
"Lepas" Jawab Jasmine mengibaskan tangan Ristan dan segera berdiri dari tempat duduknya
"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Ristan saat melihat Jasmine berjalan dan dirinya langsung mengikuti langkah kaki Jasmine
Byurrr
"Kau" Teriak Darren segera berdiri dari tempat duduknya dan terkejut melihat ke arah wajah Jasmine
"Jadi, seperti ini kelakuan mu di belakang ku" Ucap Jasmine menagis
"Sayang dia siapa?" Tanya Fiana kepada Darren
"Entahlah aku tidak mengenalnya" Jawab Darren sembari meraih tisu yang berada di atas meja tersebut dan segera mengelap wajahnya
"Ck. Bahkan kau bisa berbicara seperti itu di depan ku" Ucap Jasmine lirih dan sakit hati
Ristan terdiam dan berdiri di belakang tubuh Jasmine dengan tangan mengepal.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Fiana membantu mengelap wajah Darren yang tersiram air oleh Jasmine
"Singkirkan tangan mu" Bentak Jasmine mencengkeram kuat tangan Fiana dan dirinya tidak suka saat tangan itu mengelap wajah Darren
"Sebenarnya kau siapa, sih?" Tanya Fiana marah
"Aku pacarnya dan kau sendiri siapa?" Tanya Jasmine balik dengan membusungkan dadanya
"Sayang tolong jelaskan kepada ku? Apa maksud ucapannya?" Tanya Fiana kesal sembari mendorong tubuh Darren
"Jasmine. Tolong jangan berbicara seperti itu kepada Fiana. Sebaiknya kita putus saja, karena aku lebih cinta kepada Fiana" Jawab Darren menjelaskannya
"Jadi, kau berselingkuh dari ku?" Tanya Fiana memelototi wajah Darren
"Berani sekali kau mengambil pacarku" Teriak Jasmine marah dan tidak bisa menahan emosinya
"Ayo, kita pergi! Sepertinya dia sudah gila" Ucap Darren menarik lengan Fiana
"Darren tunggu kau akan pergi ke mana. Jangan tinggalkan aku" Teriak Jasmine meraih tangan Darren dan segera memeluknya
"Hei... Dia itu pacarku" Ucap Fiana mendorong tubuh Jasmine
"Jas..." Ucap Ristan segera meraih tubuh Jasmine yang akan jatuh ke lantai dan segera membawa tubuh itu ke dalam pelukannya
Darren memelototi mereka dengan tatapan tidak suka.
"Dasar brengsek" Teriak Ristan segera meninju wajah Darren
"A..." Teriak Jasmine dan Fiana histeris melihat mereka
"Lihatlah. Kau pasti senang melihat pacarmu meninju wajah ku" Ucap Darren tersenyum kaku sembari mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya
"Dia bukan pacarku" Bentak Jasmine marah kepada Darren
"Selera mu sangat menjijikkan. Kau mengencani pria yang sudah tua. Apa sekarang kau kekurangan uang?" Tanya Darren memelototi wajah Jasmine lalu mendorong tubuh Jasmani
"Brengsek" Jawab Ristan kembali menghajar Darren dengan brutal
"Berhenti kau sudah melukai, Darren" Teriak Jasmine mencengkeram kuat lengan Ristan dan menangis sesenggukan
"Kenapa. Kenapa kau masih membela laki-laki brengsek ini?" Tanya Ristan menunjuk wajah Darren dan Ristan langsung memeluk Jasmine begitu erat
"Lihatlah. Sangat menjijikkan! Ada anak SMA berkencan dengan Om-om" Ucap Darren tertawa dan segera pergi di ikuti oleh Fiana
"Darren. Jangan tinggalkan aku" Teriak Jasmine begitu lantang dan akan mengejar Darren. Namun Ristan menahan tubuh Jasmine agar tidak pergi darinya
Sedangkan Anjani yang melihat drama itu, di depan matanya. Hanya mampu menghela nafasnya begitu dalam. Anjani berdiri mematung di tempatnya melihat Ristan membawa Jasmine pergi dari restoran tersebut.
"Apa yang aku lakukan di sini. Lagi-lagi dia meninggalkan ku sendiri dan lebih memedulikan Jasmine si anak ingusan itu" Ucap Anjani kesal dan segera pergi