My Uncle Ristan

My Uncle Ristan
Episode 24



Pagi hari


Di antara keduanya sudah terbangun dari tidurnya dan kembali pulang ke rumah. Jasmine yang menguap sembari berjalan sempoyongan mengikuti langkah kaki Ristan menuju ke dalam kamar miliknya.


"Kalian" Ucap Bu Hana terkejut dengan mata melotot melihat kedatangan mereka


"Ibu. Apa Ibu melihat kami seperti hantu?" Tanya Ristan menghentikan langkah kakinya. Sedangkan Jasmine yang berjalan menunduk dirinya menabrak tubuh Ristan dan untung saja Ristan segera meraih tubuh Jasmine dan membawanya ke dalam pelukannya


"Maaf" Jawabannya dengan menguap


"Seharusnya kalian masih tetap di hotel. Hingga istri mu hamil" Ucap Bu Hana marah kepada Ristan


"Apa" Jawab Jasmine terkejut mendengar ucapan Bu Hana dengan melirik wajah Ristan. Dirinya segera mendorong tubuh Ristan agar menjauh darinya


"Sudahlah Bu. Jangan terlalu memaksa kita, pasti nanti kita juga akan di berikan momongan" Sambung Ristan mengacak-acak rambut miliknya sendiri dan terus berjalan menuju ke arah kamar di ikuti oleh Bu Hana


"Jangan berbicara seperti itu kepada Ibu. Ibu sudah tidak sabar ingin mengendong anakmu, Ristan" Jawab Bu Hana meraih tangan Ristan


"Iya Bu" Ucap Ristan membuang nafasnya begitu kasar dan mencari keberadaan Jasmine


"Hei... Kau akan pergi ke mana" Teriak Ristan begitu lantang melihat Jasmine naik ke lantai atas


Jasmine tidak mendengarkan teriakan Ristan. Dirinya terus menaiki anak tangga itu.


"Jasmine Noir" Panggil Ristan berlari menuju ke arah tangga dan langsung membawa Jasmine menuju ke kamar miliknya


Bu Hana yang melihat pemandangan seperti itu. Dirinya tersenyum dengan sendirinya dan segera pergi. Setelah melihat pintu kamar Ristan tertutup.


"Ini bukan kamar ku" Ucap Jasmine yang masih berdiri di belakang pintu tersebut dengan berkacak pinggang


"Apa kau sudah lupa? Kalau aku ini suami mu?" Tanya Ristan berjalan menghampiri Jasmine yang masih berdiri di sana dengan menatap wajah Jasmine begitu intens


"Aku harus kembali ke kamar ku" Jawab Jasmine membalikkan tubuhnya dan berjalan


"Jangan pergi! Aku sudah mengosongkan kamar mu dan barang-barang mu sudah tersimpan rapi di kamar ini. Lihatlah sendiri kalau kau tidak percaya" Ucap Ristan memeluk tubuh Jasmine dari belakang


"Oh begitu ya" Jawab Jasmine tersenyum kaku dan segera mengeceknya


Jasmine melihat ke dalam di sana ada ruang ganti. Yang memperlihatkan beberapa tumpukan pakai di dalam lemari beberapa pakai yang di gantung miliknya.


"Benar-benar menyebalkan" Ucap Jasmine saat kembali dari ruang ganti dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan merentangkan kedua tangan miliknya


Ristan melepaskan pakaian miliknya dan juga celana miliknya di depan Jasmine.


"A..." Teriak Jasmine histeris dan terkejut dengan menutup kedua mata miliknya


"Bisa pelankan suara mu" Ucap Ristan berjalan menuju ke arah tempat tidur


"Bisakah kau melepaskan pakaian mu di sana dan jangan di depan ku" Jawab Jasmine memalingkan wajahnya


"Bukankah kita sudah pernah melihat tubuh kita masing-masing saat telanjang?" Tanya Ristan tersenyum memegang wajah Jasmine yang sudah memerah


"Apa maksudmu?" Tanya Jasmine tidak suka


"Jangan memalingkan wajah mu. Kau belum merasakan yang sesungguhnya. Kalau kau sudah merasakannya, pasti kau akan minta terus kepada ku" Jawab Ristan membenamkan ciumannya di pipi Jasmine


"Aku tidak ingin bercinta dengan mu dan aku tidak ingin memiliki anak di usia yang masih muda" Ucap Jasmine menundukkan kepala


"Ya aku tahu itu. Tapi jangan salah aku, jika aku bercinta dengan orang lain. Kalau kau tidak ingin melayani ku" Jawab Ristan santai berjalan menuju ke arah kamar mandi


"Apa kau ingin mandi bersama dengan ku?" Tanya Ristan balik tanpa menjawab pertanyaan Jasmine


"Ristan hentikan! Bajuku bisa basah" Jawab Jasmine memukul dada Ristan


"Kau sudah basah. Sebaiknya kita mandi berduaan" Bisik Ristan di telinga Jasmine dengan memeluk tubuh Jasmine dari belakang


"Ristan lepaskan aku" Jawab Jasmine terbata-bata saat tangan Ristan masuk ke dalam baju miliknya dan mencari mainan kesukaannya


Jam mandi semakin molor lantaran mereka asik bermain di dalam sana dengan suara ******* yang memenuhi ruang tersebut.


Beberapa jam kemudian


Mereka bergegas memakai pakaian dan segera keluar dari dalam kamar miliknya. Ristan masih tersenyum melihat wajah Jasmine dengan tangan saling menggenggam erat dan berjalan beriringan.


"Tunggu" Teriak Bu Hana saat melihat mereka


"Ibu" Ucap Ristan menghentikan langkah kakinya


"Kalian akan pergi ke mana?" Tanya Bu Hana menautkan kedua alis miliknya


"Kita akan pergi ke kantor, Bu" Jawab Ristan tersenyum lebar melihat ke arah wajah Jasmine dengan memegang pipi Jasmine


"Kau sendiri akan pergi ke mana dengan pakaian rapi seperti ini?" Tanya Bu Hana melihat Jasmine dari atas hingga bawah


"Jasmine akan ikut dengan ku. Dia akan menemaniku di kantor" Jawab Ristan menjelaskannya kepada Bu Hana


"Kenapa kalian harus pergi ke kantor, sih. Sudahlah kembali ke kamar dan beristirahat saja!" Perintah Bu Hana lirih dengan menunjuk ke arah kamar


"Tidak bisa begitu, Bu. Ini sangat penting! Maaf kita sudah terlambat. Kita pergi dulu, Bu!" Pamit Ristan kepada Bu Hana sedangkan Jasmine tersenyum melihat wajah Bu Hana dengan mengikuti langkah kaki Ristan


Sesampainya di kantor, Ristan langsung mengajak Jasmine naik ke atap gedung perusahaan Nuel Grup.


"Apa ini" Ucap Jasmine membelalakkan kedua bola mata miliknya dan tidak percaya


"Ayo!" Ajak Ristan mengulurkan tangan miliknya kepada Jasmine


"Tapikan" Jawab Jasmine terbata-bata


Stt


Ristan meraih tangan Jasmine dan membawa Jasmine masuk ke dalam pesawat pribadi miliknya. Yang tengah terparkir di atas atap gedung perusahaan Nuel Grup. Pesawat itu langsung terbang menuju ke Bali. Ristan merencanakan hal itu agar dirinya lebih dekat dan lebih mengenal Jasmine.


"Apa kau berencana mengajakku berbulan madu?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya dan menatap wajah Ristan


"Hm" Jawab Ristan dengan anggukan kepala lalu tersenyum manis


"Aku sangat membencimu Ristan" Teriak Jasmine histeris memukul lengan Ristan


"Jangan pukul lengan ku, sakit" Ucap Ristan segera memegang wajah Jasmine dan ******* bibir itu dengan rakus


Jasmine terisak dan terus menagis. Sedangkan Jasmine yang ingin melepaskan bibirnya dari Ristan dirinya terus memberontak dan tidak terima.


"Jangan panggil aku Ristan. Aku bosan melihat mu terus memanggil ku dengan sebutan Ristan. Panggil aku Uncle Ristan" Ucap Ristan memeluk tubuh Jasmine dari samping dengan salah satu tangan miliknya meremas daging kenyal tersebut dari balik pakaian Jasmine


Jasmine terdiam mendapat perlakuan seperti itu dari Ristan. Seketika tubuh Jasmine seperti mendapatkan aliran listrik.