
"Hoek..." Untuk yang kesekian kalinya Jasmine muntah
"Aku sangat menghawatirkan mu sayang" Ucap Ristan mengendong Jasmine menuju ke halaman depan rumah miliknya
"Jalan. Pak" Perintah Ristan kepada sang sopir dengan tujuan pergi ke rumah sakit
Jasmine duduk lemas di kursi belakang dengan kepala menyender di bahu Ristan.
Ristan terdiam dan sesekali melirik ke wajah Jasmine yang begitu lemas.
"Siapa yang sakit? Bukankah ini jalan menuju ke rumah sakit?" Tanya Jasmine melihat ke arah depan dengan mata melotot
Sttt
"Uncle apa kau benar-benar sakit parah?" Tanya Jasmine menautkan kedua alis miliknya
"Apa" Jawab Ristan terkejut melihat wajah Jasmine
"Tidak mungkin kau begitu cepat meninggalkan ku. Bagaimana dengan status ku? Apa sebenar lagi aku akan menjanda?" Tanya Jasmine memegang kedua pipi Ristan dan terisak
"Hentikan omong kosong mu itu Jasmine Noir" Bentak Ristan sembari menoyor kepala Jasmine
"Oh... Ya ampun suami ku yang malang" Jawab Jasmine dengan tersenyum
"Akting mu jelek" Ucap Ristan mencium bibir Jasmine
"Ih..." Jawab Jasmine mendorong tubuh Ristan dan kembali menjatuhkan kepalanya di bahu Ristan
"Apa kau masih merasa mual?" Tanya Ristan membaringkan kepala Jasmine di atas pangkuannya
"Hm" Jawab Jasmine dengan anggukan kepala
"Ya sudah sebesar lagi kita akan sampai. Dokter akan segera menangani mu bertahan lah sayang" Ucap Ristan mengusap kepala Jasmine dengan pandangan fokus ke depan
Beberapa menit kemudian
Ristan yang tidak ingin bertele-tele dirinya segera mengendong Jasmine. Menuju ke ruangan Dokter Cika.
"Cik. Tolong periksa istri ku sekarang juga!" Perintah Ristan kepada Cika
"Aduh, Tan. Aku ini sangat sibuk sekali. Bisakah kalian menuggu di luar untuk beberapa menit" Ucap Cika kesal melihat kedatangan Ristan
"Tidak bisa begitu dong, Cik. Lihatlah Istri ku! Begitu menyedihkan saat aku melihatnya. Dia tidak berdaya dan tubuhnya lemah" Jawab Ristan dengan memohon
"Ya sudah berbaringlah di sana nanti aku akan memeriksanya!" Perintah Cika yang masih melihat layar komputer miliknya
"Cik..." Panggil Ristan lirih dan masih duduk di samping Jasmine setelah membaringkan tubuh Jasmine di atas ranjang pasien
"Kau ini. Kau pikir hanya istri mu saja yang sakit di rumah sakit ini" Jawab Cika ketus berjalan menuju ke arah mereka
"Iya maaf. Tapi, kau tahu sendiri kan siapa aku di rumah sakit ini" Ucap Ristan tersenyum lebar
"Cepat keluar dari ruangan ku!" Usir Cika kepada Ristan dengan menarik paksa lengan Ristan
"Apa maksudmu?" Tanya Ristan protes
"Aku akan memeriksa istri. Maka dari itu kau di luar. Menganggu saja" Jawab Cika mendorong tubuh Ristan hingga ke luar dari ruangan miliknya dan segera mengunci pintu tersebut
"Kau sangat cantik. Tapi, kenapa malah menikah dengan om-om?" Tanya Cika kepada Jasmine
"Hm. Apa?" Tanya Jasmine balik pura-pura tidak mendengar pertanyaan Cika
"Apa dia memaksa mu?" Tanya Cika sembari memeriksa kondisi tubuh Jasmine
"Tidak" Jawab Jasmine lirih
"Astaga. Apa benar ini murni yang di namakan cinta" Celoteh Cika dengan tertawa
Setelah selesai memeriksa, Cika kembali membuka pintu ruangan tersebut. Seketika Ristan menerobos masuk dan berlari menuju ke arah Jasmine.
"Benar-benar iya om-om ini" Ucap Cika kesal
"Apa?" Tanya Ristan memelototi wajah Cika
"Istri mu sedang mengandung. Aku akan memberikan resep obat dan kau harus menjaga dia dengan baik. Di lihat-lihat dia itu sangat lemah" Jawab Cika menjelaskannya kepada Ristan
"Apa? Aku dugabir" Ucap Jasmine terkejut dengan membulatkan kedua bola mata miliknya
"Dugabir. Apa itu?" Tanya Cika kepada Jasmine dengan tatapan terkejut
"Eh... Maksud ku dugamer. Dua garis merah" Jawab Jasmine segera berdiri dari tempat duduknya
"Ya benar sekali. Hamil" Ucap Cika penuh penekanan dan sedikit tertawa
"Apakah masih bisa di gugurkan kandungan ku ini?" Tanya Jasmine berbisik di telinga Cika
"What" Teriak Cika memelototi wajah Jasmine dengan tatapan tidak percaya
"Apa yang istriku ucapkan?" Tanya Ristan yang ingin tahu
"Tidak ada" Jawab Cika tersenyum kaku dan terlihat santai
"Sayang kemarilah. Apa yang barusan kau ucapkan kepada Cika?" Tanya Ristan meraih tangan Jasmine dan membawanya ke dalam pelukannya
Jasmine terdiam dan memelototi wajah Cika.
"Jangan macam-macam iya dengan istri tercinta ku. Dasar sepupu tengil" Ucap Ristan segera pergi dari ruangan Cika
"Tunggu" Cegah Cika kepada mereka
"Kabari aku jika kau butuh bantuan ku" Ucap Cika memberikan kartu nama kepada Jasmine
"Buang saja kartu nama ini. Tidak penting berurusan dengan orang seperti dia" Jawab Ristan mengambil paksa kartu nama tersebut dari tangan Jasmine dan langsung merobeknya
"Kau" Ucap Cika marah dengan memberi kepalan tangan kepada Ristan
Sedangkan Jasmine langsung berlari meninggalkan mereka.
"Jasmine. Tunggu" Teriak Ristan mengejarnya
"Oh ya ampun, Om" Ucap Cika tertawa terbahak-bahak sembari menepuk jidatnya. Melihat pemandangan yang ada di hadapannya