
Setelah aktivitas yang cukup menguras banyak tenaga dan pikiran, tibalah mereka didepan rumah mewah keluarga Angela dengan disambut beberapa pengawal yang dulu sempat menyerang Septian.
Saat memasuki kamar pengantin, mereka terkejut melihat kamar tersebut yang disusun rapih dan indah. Penuh dengan aroma keromantisan karena dihias dengan bunga-bunga serta beberapa lainnya.
Selesai membersihkan badan, mereka berduapun tidak berbicara bahkan dari pertama kali berpisah. Entah mungkin karena perasaan mereka masih canggung atas kesalahpahaman kemarin, atau memang karena sekarang mereka memikirkan hal yang terjadi hari ini.
Kenapa om dan tante tidak merasa khawatir saat putrinya diculik? Seperti mereka mengetahuinya? dan kenapa si Roby tidak cerita, malah bilang "kamu nanti juga tahu" gerutu Septian dalam hati.
"Heh, ngapain ngelamun? mikirin apa sih" ucap Angela yang membuat Septian kalang kabut.
"Gak mikirin apa-apa, cuma inget Nana aja" ucap Septian spontan, yang kebetulan mengingatkannya kepada sang adik ipar.
"Emang kenapa dia? ada dia terluka?"
"Tidak, eh ngomong-ngomong kok kamu gak cerita tentang kekuatan Nana?"
"Kekuatan apa? ya kali anak segede gitu punya kekutan?"
"Dih enteng banget tuh ngomong, asal kamu tahu aja ya. Kekuatan adik iparku itu jauh lebih hebat daripada kekuatan istriku sendiri"
"Emangnya dia punya kekuatan apa? kok aku gak tahu"
"Besok aku kasih tahu, sekarang sudah malam, waktunya untuk malam pertama" ucap Septian sambil tersenyum licik.
Spontan mendengar kata-kata itu Angela lalu menutup dadanya dengan menggunakan selimut yang ia pegang.
"Jangan macem-macem ya, kalau enggak aku teriak"
"Teriak aja, palingan semua orang disini bakal belain suamimu yang sangat amat tampan ini"
"Iiiih PD-nya selangit"
"Ayo mulai" ucap Septian yang mulai mendekati kearah ranjang.
"Mundur atau aku lempar nih" ucap Angela yang siap melemparkan sebuah bantal.
"Ayolah bukahkah kita sudah sah"
"Gak, kan sudah perjanjian kamu gak akan macem-macem dan akan nurut sama aku, tapi kok malah ingkar janji sih" ucap Angela yang langsung menunduk, tak lama "cup" Septian mencium pipi Angela dan langsung pergi kearah sofa setelah mengambil bantal dan selimut.
"Sudah tidur kalau enggak..."
"Iya-iya, jangan diterusin" ucap Angela yang langsung menutup seluruh badan dengan selimutnya.
Suara ayam berkokok menandakan hari sudah pagi, Namun masa ia di rumah mewah ada ayam berkokok? Jadi diganti saja sama author, dengan suara alarm yang berbunyi "tok tok tok" tidak lain adalah suara ketukan pintu dari bi Minah yang menyuruh mereka segera turun, untuk sarapan sebelum berangkat ke kampus.
"Selamat pagi om, tante" ucap Septian yang langsung duduk.
Sementara Angela menatap kedua orang tuanya dan berbicara dengan ketus "Jangan bertanya yang aneh-aneh".
Di jawab oleh anggukan dari kedua orang tuanya sambil tertawa kecil.
"Panggil ayah dan ibu, jangan panggil om dan tante" ucap ibu mertuanya pada Septian.
"Oh iya Febrian sama Nana mana bu?" tanya Septian setelah melihat cuma mereka berempat saja yang ada di meja.
"Mereka masih pada tidur, mungkin karena kecapean"
"Satu lagi, untuk urusan kantor, ayah bantu dari rumah dan di kantor dibantu sama sekertaris pribadi ayah"
"Baik Ayah, terimakasih kami berangkat sekarang, sudah berhari hari kami gak masuk" ucap Septian hendak berdiri.
"Gak ke kampus juga gak masalah, lagian kampusnya juga punya ayah" ucap Angela santai.
"Kita pinter bukan buat ayah, lagian kampusnya sekarang punya aku, kalau gak ke kampus hari ini. Kamu, aku keluarkan" ucap Septian yang membuat Angela kaget.
"Hah yang bener? kok bisa?"
"Bisa dong, ayo cepet ntar kesiangan" ucap Septian menarik tangan Angela untuk menyalami kedua orang tuanya.
"Hati-hati dijalan" ucap ibunya sambil tertawa kecil melihat anak dan menantunya.
Setelah beberapa menit, kemudian mereka tiba di kampus, Septian lalu membukakan pintu untuk Angela. Yang akhirnya membuat heboh para netizen dan juga trio bangkar warah yang tak lain ialah Fikry cs.
"Sialan tuh anak baru, udah dikasih peringatan malah makin menjadi" ucap Fikry pada dua temannya, siapa sangka gosip soal Septian memdekati Angela ternyata benar adanya.
"Harus dikasih pelajaran, jangan dibiarin"
"Bener, biar dia tahu siapa kita" ucap kedua temannya.
Didalam kelas biasanya para ciwik-ciwik mendekati dan menggoda Septian sebelum dosen masuk. Namun berbeda kali ini tidak ada satupun yang berani mendekat dikarenakan mereka tahu sangat berat jikalau harus saingan sama Angela.
"Ternyata diam-diam menghanyutkan" ucap Fina sambil menyenggol lengan Angela.
"Apaain sih Fin, gak jelas" tanya Angela kesal.
"Kamu tuh yang gak jelas, udah tahu Septian gebetan gue malah diembat"
"Siapa juga yang ngembat dia, kayak gak ada cowok lain aja" ucap Angela mengelak.
"Terus kenapa satu mobil sama dia? pake dibukakan pintu segala"
"Iyakan dia su.....supir gue, hehe" ucap Angela tersenyum paksa.
Setelah itu dosenpun masuk dan mengajar seperti hari-hari biasa. Dan hal mengejutkan terjadi pas waktu istirahat, karena Septian yang biasanya dingin dam cuek kini dia berani berbicara di dalam kelas.
"Ayo Fin, ke kantin. Biar aku yang traktir" ucap Septian memegang tangan Fina yang membuat Angela kesal.
"Ajak Angela juga ya"
"Gak usah kita berdua aja, masa supir makan sama bosnya kan gak enak, ayo" ucap Septian menarik tangan Fina dan berlalu keluar.
Sesaat setelah keluar mereka berdua dicegat oleh Fikry cs. Mengetahui akan hal yang berbahaya Septian lalu menyuruh Fina untuk pergi duluan, dan benar saja setelah Fina pergi tanpa ba bi bu lagi mereka langsung menyerang Septian secara brutal.
Namun bagi Septian melawan tiga anak kampus yang sok jago bukan masalah serius, cukup dengan beberapa pukulan saja sudah membuat mereka babak belur.
Fina yang sedari tadi melihat kejadian itu di balik tembok berteriak dan membuat Septian menoleh, dan kesempatan itupun dimanfaatkan oleh Fikry yang langsung menusuk perut Septian dan lalu kabur. Septian memang memiliki kemampuan khusus, namun bukan berarti ia tidak mempunyai kelemahan. Seperti kejadian dimana Nana memanggilnya, dapat disimpulkan bahwa kelemahan Septian ada pada titik fokusnya.
ketika akan bawa ke ruang kesehatan, Septian malah dibawa ke ruang pak Daniel. Pak Daniel langsung mengeluarkannya dari kampus dengan berbagai alasan, yang pertama karena ia merusak fasilitas kantin lalu bolos beberapa hari dan terakhir adalah kejadian yang baru saja ia lakukan. nyaitu melakukan kekerasan pada Fikry cs. Ternyata diketahui bahwa Fikri adalah anak dari pak Daniel.
Next.......