
"Weee gak kena" ucap Septian sambil menjulurkan lidah.
"Wah nantangin nih orang" ucap Angela sambil melirik beberapa batu yang cukup banyak dengan ukuran yang lumayan besar.
"Kalau ia kenapa? coba saja, kalau kena aku akan memberikan apapun yang kamu mau hari ini"
Bak seperti api di kasih minyak tanah. Emosi Angela pun tidak tertahankan, sehingga tanpa disadari kedua tangan Angela langsung dengan cepat melemparkan banyak batu bahkan bisa di bilang hujan batu. Dan tanpa ada perbedaan kekuatan di kedua tangannya dan kemampuan ini bisa disebut dengan Ambidextreous.
SEKEDAR INFO
Ambidextreous adalah istilah populer bagi sekelompok orang yang dapat menggunakan kedua sisi tangannya dengan imbang dan fasih atau bisa disebut tangan kanan dan kiri sama kuatnya, jadi istilah kidal atau kinan tidak berlaku pada seorang Ambidextreous dan juga kemampuan ini bisa didapatkan dari latihan atau memang bakat murni dari lahir.
KEMBALI KE LAPTOP
Namun meskipun dengan kemampuan yang dimiliki Angela saat ini belum cukup untuk membuat Septian kewalahan. Di saat sedang asik memperhatikan Angela yang terus melemparinya dengan wajah yang cukup emosi.
Tiba-tiba, "kak Septiaaaaan" teriakan Nana yang tidak terlalu keras namun cukup untuk membuat Septian berbalik. Dan Alhasil beberapa batu tepat mengenai kepala Septian hingga berdarah.
"Bruuk" Septian memegangi kepalanya dan tak sadarkan diri.
Melihat hal itu, Angela dan Nana dengan cepat menghampiri Septian di susul dengan beberapa pengawal yang selalu memperhatikan mereka dari jarak yang cukup jauh. Mereka membawanya masuk kedalam ruangan yang lengkap dengan fasilitas medis dan juga dokter pribadi.
Setelah mengetahui hal yang terjadi membuat pak Demian sedikit emosi dan hendak memarahi Angela namun ditahan oleh Nana yang dari tadi sudah menangis "Ayah jangan marahin kak Lala yah, ini salahnya Nana bukan salahnya kak Lala."
"Ayah tidak akan marah sama kak Lala, kalau kak Lala tidak salah. Tapi ini kak Lala salah, jadi ayah harus nasehatin kak Lala."
"Pokoknya jangan salahin kak Lala" ucap Nana memeluk Angela diiringi tangisannya.
"Ya sudah tapi kak Lala sama Nana nanti harus minta maaf sama kak Septian, terus kak Lala harus rawat kak Septian sampai sembuh" ucap ayahnya lalu pergi setelah melihat Nana mengangguk.
"Kak Lala, Nana minta maaf"
"Ini bukan salah Nana, justru kak Lala yang harus minta maaf sama Nana. Kak Lala juga berterima kasih sama Nana, soalnya Nana selalu belain kak Lala" ucap Angela sambil mengusap rambut adik manisnya.
Di sisi lain Febrian sangat syok dan teramat sedih mengetahui hal yang menimpa kakaknya itu, mengingat kakaknya adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini.
Setelah dokter keluar dari ruangannya lalu mengajak pak Demian untuk berbicara empat mata.
"Bagaimana keadaannya? Jangan bilang dia kenapa-napa?" tanya pak Demian.
"Dia baik-baik saja pak, dia sangat hebat. Benturannya hanya luka ringan, beda kalau orang biasa itu bisa parah" ucap Dokter.
"Lalu ada lagi"
"Ini pak, perihal kenapa dia bisa pingsan itu karena dia memiliki jantung yang sangat sensitif. Jadi jangan sampai dia merasa kaget, karena rasa kaget yang biasa saja akan jadi sangat berdampak padanya"
"Iya saya mengerti" ucap pak Demian hendak keluar ruangan, namun ketika membuka pintu terlihat Febrian sedang berdiri dan mendengarkan perkataan mereka sedari tadi.
"Kenapa hanya om yang dipanggil, sedangkan aku tidak? aku adiknya om, aku berhak tahu atas apa yang terjadi sama kakakku" ucap Febrian menatap tajam pak Demian.
"Kakak kamu gak kenapa-napa, kalau gak percaya lihat di ruangannya" ucap pak Demian sambil berjalan keluar, namun ia terhenti ketika tangannya di pegang erat oleh Febrian dan tetap menatap tajam kearahnya.
"Kalau kakak ku kenapa-kenapa aku pastikan om akan menyesal" dengan sedikit nada ancaman dan pergi mendahuluinya.
Di pagi hari setelah selesai mandi dan sarapan ia tetap diam seribu bahasa dengan tatapan kosong, hingga tak berselang lama terdengar "Ting......" suara pesan di hpnya.
"Kau tidak ingin melihat keadaanku? "
Isi pesan dari kakaknya yang baru saja tersadar.
Seketika ia berlari menuju ruangan kakaknya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu serta mendekat dan matanya mulai meneteskan air mata.
"Kenapa kau menangis?" tanya Septian dengan suara biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Kak, apa kau baik-baik saja? aku takut kau kenapa-napa, aku takut kau pergi, aku cuma punya kakak tidak punya siapa-siapa lagi" ucap Febrian sambil menangis.
"Aku baik-baik saja, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku sudah janji sama ayah dan ibu"
"Tapi Dokter bilang kakak tidak boleh kaget, kalau kaget bisa berbahaya"
"Sejak kapan adik gantengku jadi bodoh dan cengeng"
"Maksud kakak?"
"Berhenti menangis, apa kau lupa kakakmu ini manusia super. Tubuh kakak memang sensitif, makannya kakak tidak pernah makan atau minum yang panas yang hangat juga enggak. Namun kakak baru tahu kalau kakak juga peka terhadap rasa kaget"
"Oh iya, ya. Maaf lupa kak, hehe" ucap Febrian sambil teraenyum paksa sambil mengusap air matanya.
"Ya sudah kamu keluar, terus panggilin Angela sama Nana kesini, kakak mau ngobrol"
"Iya kak" ucap Febrian lalu beranjak keluar, "sekalian sama makanan kakak lapar" yang di jawab dengan mengangkat tangan sambil membelakanginya.
Selang beberapa saat Angela dan Nana masuk setelah mengetuk pintu. Nana langsung berlari dan meminta maaf, lalu memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi tentang keadaanya.
"Nana sekarang temenin kak Febrian main ya, kakak mau ngobrol sama kak Lala" ucap Septian yang masih berbaring sambil mengusap rambutnya Nana.
"Iya kak dadah, cup" Nana mencium pipi Septian lalu pergi.
"Nana dari tadi khawatir, terus-terusan bertanya. Ini calon istri malah diem aja, kalau mau diem diluar juga bisa"
"Ya udah kalau ngusir, aku keluar" ucap Angela hendak pergi, namun tangannya di tarik hingga ia terjatuh dan wajah mereka telah berdekatan.
Cuuup......
Septian mencium bibir Angela yang membuat Angela kaget, panik dan salah tingkah.
"Maaf" ucap Septian sambil melepaskan tangan Angela.
Angela memberanikan diri untuk berbicara "Kau menyesal telah menciumku?"
"Maaf sepertinya aku..." ucapannya terpotong karena Angela telah mencium bibirnya yang membuat dia terkejut dan terdiam beberapa saat.
Next.......