My Superhero

My Superhero
Kecelakaan



"Kakak tahu, kamu belum bisa percaya. Tapi apa kakak pernah berbohong sama kamu?"


"Iya kak, tapi ini terlalu sulit" ucap Febrian mulai bersedih.


"Kakak akan jelasin secara detail, biar kamu percaya. Mau mulai dari mana?" ucap Septian sambil membuka laptopnya kembali.


"Dari siapa dan kenapa membunuh ayah dan ibu" ucap Febrian.


"Biarpun bu Lisa pelakunya, dia hanya menuruti perintah dari seseorang. Yang kakak juga tidak ketahui"


"Kakak bilang racunnya tidak berbahaya?"


"Orang itu menggunakan toksin atau semacam racun tumbuhan, yang disuling dari tanaman Rhododendron ponticum. Yang mana bila racun ini masuk kedalam tubuh seseorang, maka akan mengakibatkan kelumpuhan seluruh organ tubuh untuk sementara waktu, atau bisa dikenal mati suri"


"Terus penawarnya?"


"Penawarnya adalah ramuan dari berbagai jenis bahan herbal serta madu" ucap Septian yang membuat adiknya terdiam.


"Sekarang giliran kakak yang bertanya" ucap Septian yang membuyarkan lamunan adiknya.


"Nanya apa?" ucap Febrian menatap kakaknya.


"Kenapa kita tidak boleh menghadiri pemakaman? Kenapa om Demian tidak datang melayat? Terus, dari semua barang yang ayah dan ibu punya. Kenapa cuma handphone mereka yang tidak ada?"


Mendengar pertanyaan dari kakaknya itu kemudian membuat Febrian tersadar, dan menerima kenyataan bahwa ayah dan ibunya belum meninggal.


"Itu karena ayah dan ibu belum meninggal" ucap Febrian lantang.


"Nah itu kamu tahu" ucap Septian sambil memeluk adiknya.


"Tapi mereka sekarang dimana?"


"Kakak juga tidak tahu, itulah alasan kakak merahasiakan ini semua dari kamu. Tadinya, biar kamu yang tanya sendiri sama ayah dan ibu tentang alasannya" ucap Septian.


"Jadi kakak, sudah tahu dari dulu?"


"Gak lama, setelah Angela keracunan" ucap Septian lalu beranjak dari duduknya.


"Kakak sekarang pulang dulu, takut dicariin Angela. Tugas kamu sekarang cari keberadaan ayah dan ibu dimanapun itu" ucap Septian berlalu keluar.


"Hati-hati kak"


Septian lalu tiba diparkiran, sebelum ia menaiki mobilnya ia melihat seorang wanita paruh baya sedang mencari sesuatu.


Septian akhirnya menghampiri wanita itu dan bertanya.


"Ibu sedang mencari sesuatu" ucap Septian setelah didekatnya.


"Dompet ibu hilang di sekitar sini" ucap wanita itu.


"Emang apa saja yang ada di dompet ibu?"


"Ada uang buat ongkos pulang"


Septian yang iba, langsung menawarkan diri untuk mengantarkan ke rumahnya.


Awalnya wanita itu menolak karena rumahnya cukup jauh, serta melintasi pegunungan.


Namun Septian memaksa karena tidak tega melihatnya.


Setelah tiba di rumah sang wanita, Septian mampir sejenak, karena perjalanan yang cukup jauh.


Setelah beberapa waktu Septian pamit untuk pulang.


Akan tetapi pas di perjalanan pulang, Septian menyadari ada yang menyabotase mobilnya.


Pada saat di turunan yang berbelok, Septian tidak bisa mengerem mobilnya sampai ia terjatuh kedalam jurang.


Septian yang berhasil keluar dari mobil dengan keadaan luka parah kemudian pingsan.


Boom.......


Sebuah ledakan terdengar dan langsung membuat tempat tersebut terbakar.


Saksi mata yang melihat hal itu, langsung menghubungi aparat setempat.


Setelah beberapa aparat kepolisian datang dan melihat kondisi di tempat kejadian serta mengintrogasi saksi mata, di ketahui bahwa korban adalah CEO di perusahaan IGS.


"Hallo, ini dari pihak kepolisian. Apa benar ini keluarga dari bapak Septian?" ucap pak polisi.


"Benar, saya ayahnya. Ada apa ya pak" ucap pak Demian.


"Begini pak, saudara Septian mengalami kecelakaan. Mobilnya terjun ke jurang sampai terbakar."


"Apa, terus bagaimana kondisi anak saya" ucap pak Demian panik.


"Sepertinya beliau tidak bisa diselamatkan, mengingat mobilnya telah hangus serta tidak adanya jejak atau petunjuk mengenai korban"


Pak Demian yang syok tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia melemparkan handphonenya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.


Sementara istrinya menangis histeris yang membuat semua orang dirumah menghampirinya, bahkan Febrian yang baru pulang dari perusahaan.


Mendengarkan cerita yang sangat rinci dari ayahnya. Angela dan Nana menangis sekencang-kencangnya. Tapi tidak dengan Febrian dan Roby yang tidak mempercayai akan hal itu.


Kemudian ia membuka laptopnya lalu mencari keberadaan Septian melalui gelang yang ia buat.


Setelah mengetahui faktanya, Febrian terkulai lemas di lantai dan tidak bisa berkata sepatah katapun.


"Cari tahu siapa pelakunya" ucap pak Demian kepada anak buahnya tanpa menoleh.


Mereka hanya mengangguk kemudian pergi.


Setelah seminggu berlalu, di kediaman Angela yang biasanya ramai, kini justru sepi bak seperti kuburan.


Mereka sangat terpukul atas insiden kecelakaan kemarin yang menewaskan sang idola mereka.


Angela dan Febrian yang paling bersedih, dikarenakan kini Angela tengah hamil anak pertama mereka, yang meskipun belum ada orang yang mengetahuinya.


Sementara Febrian yang kehilangan kakaknya menjadi sebatang kara, meskipun orang tuanya masih hidup, namun belum diketahui keberadaannya.


Disisi lain disebuah rumah sakit biasa, terlihat seorang pria tua sekitar 60 tahunan sedang menunggu cucunya siuman di ruang inap.


Kakek tersebut bernama Sagara. Seorang pria tua yang hidup di sebuah perkampungan kecil di pinggiran kota.


Tak lama datang seorang perawat yang hendak mengganti cairan infus milik cucunya itu.


"Saya telah mendonorkan darah saya? Kenapa cucu saya belum siuman" ucap sang kakek.


"Saya kurang tahu pak, bapak bisa tanya langsung ke dokter di ruangannya" ucap perawat itu lalu pergi.


Setelah si kakek berada di ruangan tersebut, ia langsung duduk dan berkata "Kenapa cucu saya belum siuman dok? Ini sudah satu minggu"


"Saya juga tidak tahu pasti pak, ini diakibatkan luka yang sangat parah di bagian kepalanya." ucap sang dokter.


"Apa dia akan baik-baik saja"


"Sepertinya begitu, mengingat kekuatan pisiknya sangat kuat. Namun sepertinya dia akan mengalami Amnesia atau lupa ingatan"


"Apa dok? Apa saya tidak salah dengar?"


"Tidak pak. Tapi bapak tenang saja, ini hanya bersifat sementara bukan selamanya"


Si kakek yang syok lalu beranjak keluar "Terima kasih dok, saya permisi dulu"


Disisi lain media tengah heboh menyiarkan berita, tertangkapnya tiga pelaku utama, yang menewaskan CEO dari perusahaan IGS yaitu Fikri dan kedua temannya.


Fikri adalah seorang mantan narapidana, yang kemudian dia berhasil keluar dari penjara berkat ayahnya.


Namun kali ini, Pak Demian tidak akan membiarkan Fikri dan temannya bisa bebas lagi seumur hidupnya.


Angela kini memutuskan untuk tetap tinggal di rumah. Sedangkan Febrian memilih untuk tinggal sendiri di apartment kakaknya.


Awalnya mereka menolak karena mengingat Febrian sekarang hidupnya sebatang kara, namun dengan tetap ada pendiriannya, Febrian lalu diizinkan pindah.


Sayang kenapa kamu meninggalkanku dan anak kita? hiks" ucap Angela dalam hati sambil mengis dan lalu iapun pingsan.


Keluarganya yang mengetahui hal itu langsung memanggil dokter untuk ke kamarnya Angela.


Setelah beberapa saat diperiksa oleh dokter,


"Bagaimana keadaan anak saya?" ucap ibunya Angela.


Next.......