
Sesampainya di dalam kamar hotel, seperti biasa. Septian lekas membersihkan diri dan lalu berbaring diatas tempat tidur, tanpa menghiraukan sang istri.
Namun lagi dan lagi, meskipun Angela seorang wanita yang terlihat anggun, cantik dan menawan. Itu tidak berlaku bagi suaminya.
Pasalnya semua itu akan berubah drastis ketika Angela sedang berada didalam kamar, yang cenderung menjadi seorang gadis manja dan nakal pada suaminya.
Akan tetapi Septian tidak mempermasalahkan tingkah laku istrinya, karena ia orang yang tulus pada siapapun. Apalagi pada istrinya sendiri.
"Sayang" ucap Angela merayu sambil memeluk suaminya.
"Hemm" jawab Septian.
"Kok gitu jawabnya? Kamu sudah berubah sekarang" ucap Angela dengan nada bersedih.
"Ada apa sayang? Aku gak berubah, aku cuma cape saja" ucap Septian menatap sang istri.
"Aku cuma mau tanya, tapi kamu malah gitu" ucap Angela dengan nada yang masih sama.
"Iya, tanya apa" ucap Septian yang tidak mau ambil pusing.
"Kamu sekarang jadi bos mereka"
"Iya, kenapa emang? Gak boleh?" ucap Septian balik bertanya.
"Bukan, tapi aku takut. Siapa tahu mereka orang jahat"
"Mereka adalah kelompok keamanan di beberapa pasar serta terminal disini, biarpun penampilan mereka seperti itu, mereka bukan orang jahat"
"Kamu tahu dari mana?"
"Aku tahu dari ayah. Dulu kalau mereka membuat kesalahan, ayah pasti menghukumnya. Bahkan kalau kesalahannya besar, ayah tidak segan-segan melaporkannya kepada polisi"
"Benarkah? Tapi kenapa kamu mau menjadi bos mereka?"
"Ayah membangun kelompok itu untuk saling melindungi satu sama lain, bukan untuk berbuat jahat. Dan aku adalah anak sulung ayah, jadi mau tidak mau aku yang harus meneruskannya"
"Kalau kamu jadi bos mereka, kamu harus selalu disini dong"
"Tidak"
"Kalau kamu jauh, terus mereka berbuat jahat. Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku juga bingung, apalagi kemarin Febrian bilang. Sebelum kita kesini, kelompok mereka selalu diawasi dan diperintahkan oleh seseorang yang mengatasnamakan ayahku"
"Oh ya? Siapa?"
"Aku juga tidak tahu. Yang jelas, jika mereka melakukan kesalahan sedikitpun, pasti langsung ketahuan sama kang Jamal. Dengan kata lain ada orang yang memantau mereka dari jauh, mereka mengira aku yang melakukannya"
"Apa kamu mencurigai seseorang?"
"Ada sayang"
"Siapa? Apa aku kenal?"
"Sepertinya ayahmu" ucap Septian yang membuat Angela terdiam sejenak.
"Gak mungkin, ayahku kan sibuk, gak ada waktu buat mengawasi mereka. Apalagi setahuku ayah tidak pernah pergi ke sini" ucap Angela tak percaya ucapan sang suami.
"Aku juga ragu, tapi pas di perusahaan. Aku melihat ada stiker maung bodas di meja bekas ayahmu, dan pada saat dirumah, aku sekilas melihat aplikasinya di laptop ayahmu"
"Jadi kamu berpikir, ayahku yang menjadi bos mereka pake aplikasi?"
"Sepertinya begitu sayang"
"Tahu ah pusing"
"Ya sudah, sekarang tidur. Jangan mikirin mereka, besok kita harus pulang." ucap Septian sambil menyelimuti tubuh mereka.
"Tapi, sebelum tidur. Itu dulu ya" ucap Angela ragu.
"Itu apa sih yang? Jangan aneh-aneh deh"
"Itu yang kemarin malam, aku pengen lagi"
"Bukannya masih sakit"
"Sekarang sudah enggak"
"Kenapa jadi kecanduan sih yang" ucap Septian.
"Gak tahu, mungkin karena kita baru melakukannya"
Septian hanya bisa pasrah ketika melihat istrinya sudah mulai beraksi.
Dan setelah beberapa menit berlalu merekapun terbaring lemas.
Angela lalu memeluk suaminya dari samping dengan erat.
"Terima kasih suamiku tersayang" ucap Angela tersenyum bahagia.
"Sama-sama" ucap Septian yang melihat sang istri telah memejamkan mata.
Pada keesokan harinya, mereka pulang ke rumah orang tuanya.
Setelah sampai dirumah mereka, Septian dipanggil sang ayah untuk menemuinya di ruangan kerja.
Tok.....tok..... tok....
"Masuk" ucap pak Demian.
"Ayah cuma mau tahu, apa saja yang kalian lakukan disana?"
"Cuma, liburan saja yah. Gak ada ngapa-ngapain" ucap Septian gugup.
"Oh gitu, terus gimana bulan madunya"
"Apa sih yah, kok nanyanya gitu" ucap Septian makin gugup.
"Kami mau cepet-cepet punya cucu? Apa itu salah"
"Gak salah, kami juga lagi usaha yah"
"Jangan lama-lama ya"
"Iya yah" ucap Septian singkat.
"Eh iya yah, Septian boleh minta sesuatu gak? ucap Septian sedikit bersemangat.
"Minta apa?" ucap pak Demian menoleh karena penasaran.
"Aku minta lantai 2 kantor dikosongin boleh gak?"
"Bolehlah kan kamu bosnya sekarang. Tapi buat apa?"
"Buat bikin senjata"
"Apa?" ucap pak Demian terkejut.
"Maksudnya, jarum emas yah. Buat senjata Angela"
"Oh kirain ayah senjata apa. Tapi kalau cuma itu kenapa harus saru lantai?"
"Bukan cuma itu, aku juga mau bikin alat-alat buat keperluan Nana sama Febrian yah"
"Alat apa?"
"Belum tahu yah. Yang pasti semacam alat untuk melindungi diri. Ayah tahu sendirikan, kalau aku pasti kerepotan kalau harus jagain beberapa orang sekaligus"
"Tapikan, ada Roby sama banyak pengawal"
"Tetap saja yah, tidak semua bahaya bisa ditangani hanya dengan pengawal saja, harus ada alat pendukung juga"
"Ayah sampe lupa punya menantu cerdas. Ya sudah, nanti ayah siapkan sama beberapa orang ahli, kamu tinggal bilang bahannya saja"
"Terima kasih yah"
"Sama-sama"
Tok....tok...tok....
Suara ketukan pintu yang membuat mereka kaget, karena belum disuruh masuk Angela sudah nyelonong masuk.
"Belum disuruh masuk sudah nyelonong saja" ucap pak Demian.
"Biarin, wlee" ucap Angela sambil menjulurkan lidah pada sang ayah.
"Tumben kamu keruangan ayah, kangen sama ayah ya?"
"Dih ayah sudah tua juga masih suka GR, aku kesini mau ngajakin suami aku makan siang" ucap Angela sambil memegang tangan sang suami.
"Ayah gak diajak"
"Nanti aku bilang sama ibu buat ajakin ayah"
"Kami permisi dulu yah" ucap Septian sambil terus ditarik oleh Angela.
"Awaas, kamu jangan lupa permintaan ayah" teriak pak Demian setelah pintu tertutup.
Ceklek....
Angela menutup dan mengunci pintu kamarnya, dan lalu duduk ditepi ranjang beserta sang suami.
"Katanya mau makan, kok malah ke kamar" ucap Septian.
Angela tidak menjawab, lalu mengambil makanan dan segelas air yang sudah ada di meja.
"Aaaaa" ucap Angela sambil membuka mulut dan menyodorkan sendok ke mulut suaminya.
"Ada apa ini? kok tiba-tiba kamu jadi aneh? Mencurigakan" ucap Septian sambil mengunyah makanan.
"Inikan biar romantis, aku itu lagi berusaha melayani suami dengan baik" ucap Angela.
"Iya deh terserah kamu aja, tapi awas kalau nanti ada maunya"
"Emang ada maunya" ucap Angela yang membuat suaminya tersedak,
Setelah memberikan air minum ia lalu menenangkan Septian.
Setelah merasa cukup tenang Septian mulai merima suapan kembali dan bertanya "Emang kamu mau apa sayang"
"Aku mau latihan lagi hari ini, mumpung kita lagi disini yang" ucap Angela memohon.
"Dasar kamu ya bikin kaget aja. Kirain mau yang aneh-aneh lagi" ucap Septian sambil mencubit pipi sang istri.
Next.......