My Superhero

My Superhero
Septian Sakit



Setelah keluar dengan kesal dan marah.


Angela memutuskan untuk tetap pergi ketika suaminya tidak menyusul bahkan menahannya.


Namun, pada saat ia hampir tiba dirumahnya. Ia teringat kepada Septian, serta mengkhawatirkannya,


Dan setelah itu ia memutuskan untuk kembali ke apartment.


Pada saat masuk, ia tak melihat suaminya. Namun Angela sangat syok dan terkejut ketika melihat suaminya tergeletak dilantai, dengan wajah pucat dan badannya demam.


Angela dengan panik segera membawa suaminya pergi ke rumah sakit.


Pada saat sedang dalam pemeriksaan, ayah dan ibu beserta anggota keluarga lainnya baru tiba.


Febrian dengan mata berkaca-kaca menatap Angela yang sedang menangis.


"Kak Septian kenapa kak?" ucap Febrian yang mulai menjatuhkan air matanya..


Angela tidak menjawab, karena sedang sibuk dengan tangisannya.


"Kak Septian kenapa kak?" ucap Febrian yang kini mulai menggoyang-goyangkan tubuh Angela.


Angela masih tidak menjawab, justru menangis semakin keras.


Melihat hal itu Nana dan juga ibunya menghampiri mereka dan ikut menangis.


"Kak Septian pasti baik-baik saja kak" ucap Nana memeluk Febrian.


"Iya nak, dia pasti baik-baik saja" ucap ibunya sambil memeluk Angela.


Sementara pak Demian hanya berdiri mematung, tidak bisa berkata apa-apa.


Begitupun juga Roby serta dua pengawal setia mereka, yaitu Ian sama Dani.


Setelah beberapa saat, akhirnya seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


"Siapa keluarganya pasien?" ucap dokter tersebut.


"Saya ayahnya, dok" ucap pak Demian menghampiri sang dokter disusul Angela, Febrian, Nana beserta ibunya.


"Bigini pak, beliau mengidap penyakit Anemia Hemolitik" ucap sang dokter.


INFO DULU.


Hemolytic anemia atau anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya. Penyakit ini perlu ditangani agar tidak terjadi komplikasi pada jantung, seperti gangguan irama jantung atau gagal jantung.


Anemia hemolitik dapat dialami sejak lahir karena diturunkan dari orang tua atau berkembang setelah lahir. Anemia hemolitik yang tidak diturunkan dapat dipicu oleh penyakit, paparan zat kimia, atau efek samping obat-obatan.


Beberapa penyebab anemia hemolitik bisa disembuhkan dengan mengobati penyebabnya. Akan tetapi, anemia hemolitik juga dapat terjadi secara berkepanjangan (kronis), terutama yang disebabkan oleh faktor keturunan.


Gejala Anemia Hemolitik


Gejala anemia hemolitik bisa ringan di awal penyakit, kemudian memburuk secara perlahan atau tiba-tiba. Gejalanya bervariasi pada setiap penderita, di antaranya:


Pusing.


Kulit pucat.


Tubuh cepat lelah.


Demam


Urine berwarna gelap.


Kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning).


Perut terasa tidak nyaman akibat organ limpa dan hati membesar.


Jantung berdebar.


KEMBALI KE LAPTOP.


Mendengar hal itu Angela beserta sang ibu sangat syok, namun tidak dengan Febrian yang sepertinya telah mengetahui hal itu lebih dulu.


"Terus, sekarang bagaimana keadaanya?" ucap pak Demian.


"Sekarang baik-baik saja cuma butuh istirahat saja"


"Baik dok, terima kasih"


"Sama-sama pak, namun alangkah baiknya jika besok saja menjenguknya, kalau sekarang takutnya menggangu istirahat dan proses kesembuhannya"


Pak Demian hanya menjawab dengan anggukan kecil lalu meminta mereka semua untuk pulang.


"Aku akan masuk dan tetap disini. Kalian boleh pulang" ucap Angela dan lalu masuk serta menutup pintu.


Mereka yang mengerti akan perasaan Angela, membiarkannya tetap berada disini.


"Kalian berjaga diluar, jangan sampai lengah" ucap pak Demian kepada Roby, Ian, dan Dani.


"Ayo kita pulang, besok pagi kita kesini lagi" ucap pak Demian sambil menggendong Nana.


"Nana mau temenin kak Septian sama kak Lala yah" ucap Nana memohon.


"Besok saja Nana, sekarang kita pulang" ucap ibunya.


Keesokan harinya, Septian terbangun melihat sang istri tertidur sambil menggenggam tangannya.


Kemudian ia menyadari tengah berada di sebuah kamar rumah sakit.


Septian lalu mengusap kepala sang istri dengan tangan kirinya, hal itu membuat Angela terbangun dan langsung memeluk Septian sambil menangis.


"Sudah jangan menangis, aku baik-baik saja kok" ucap Septian sambil mengusap air mata Angela.


"Kamu kenapa gak cerita sama aku kalau kamu sakit" ucap Angela menahan tangisnya.


"Aku sudah bilang kemarin kalau cuma kecapean saja"


"Aku itu istri kamu, kenapa kamu masih belum terbuka. Apa aku tidak penting buat kamu?" ucap Angela yang langsung menunduk setelah melepaskan pelukannya.


"Kamu itu sekarang yang paling penting buat aku"


"Jangan pegang-pegang, aku masih marah" ucap Angela melepaskan tangan Septian dari atas kepalanya.


"Sini, tidur di sampingku. Daripada marah-marah gak jelas" ucap Septian.


Angela tanpa menjawab langsung naik keatas kasur. Dan langsung memeluk Septian setelah ia berbaring disampingnya.


"Dulu ayah berkata kalau aku harus menjagamu, karena kamu sangat membutuhkanku. Namun aku salah, sekarang kamu bisa melakukan apapun sendiri tanpa memerlukanku lagi" ucap Septian lemas.


"Kok kamu ngomong gitu? Kitakan team dan juga suami istri, aku sangat membutuhkanmu. Apalagi sekarang aku sudah sangat menyayangimu"


"Tapi aku merasa, kalau aku cuma membebanimu saja"


"Kenapa? Apa kamu sudah tidak sayang sama aku?" ucap Angela.


"Aku sangat menyayangimu, melebihi diriku sendiri"


"Terus kenapa masih berpikiran begitu?"


"Entahlah....." ucapan septian terpotong karena Angela menciumnya.


Tok....tok....tok....


"Masuk" ucap Septian setelah mendengar suara ketukan pintu.


Nana yang berlari naik ke ranjang dan langsung memeluk Septian.


"kak Septian tidak apa-apa" ucap Nana bersedih.


"Nana jangan sedih, kak Septian tidak apa-apa, cuma kecapean saja" ucap Septian mengusap rambut adiknya.


"Kak, kenapa kau seperti ini? Apa karena aku selalu menyusahkan?" ucap Febrian.


"Kau adik yang baik, tidak mungkin menyusahkan" ucap Septian menatap Febrian yang sedang bersedih.


Mungkin, dikarenakan Septian adalah anggota keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini.


Bahkan Septian juga orang yang paling mengerti dirinya melebihi orang tuanya.


"Jangan sedih-sedihan lagi, ayo makan, ibu bawa masakan yang enak" ucap ibunya sambil membuka makanan yang ia bawa.


"Sini bu, Nana suapi kak Septian" ucap Nana menawarkan diri.


"Nana suapi kak Lala saja" ucap ibunya.


"Gak mau, ibu saja yang suapi kak Lala. Nana pokoknya mau suapi kak Septian"


"Tapi Nana harus hati-hati ya, kak Septiankan lagi sakit"


"Iya bu" ucap Nana setelah mengambil makanannya.


"Dokter bilang setelah ini kita boleh pulang" ucap ayahnya Angela.


"Baik yah, tapi Septian mau ke apartment" ucap Septian.


"Gak bisa, ayah tidak menerima penawaran. Pokoknya pulang ke rumah"


Mendengar itu Septian tidak bisa membantah dan hanya bisa menuruti ucapan ayahnya.


Setelah selesai makan, merekapun memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumah.


Karena Angela sangat lelah, ia langsung tertidur ketika Septian telah berbaring di kasur mereka.


Bahkan bukan hanya Angela, Nana juga ikut tidur di ranjang mereka dan memeluk Septian dari sisi lainnya.


Next.......