My Superhero

My Superhero
Gadis Kecil



"Ehemmmm" suara bu Lisa yang langsung menghentikan obrolan meraka.


"Ada pa bu?" tanya Dewi.


"Septian, ikut ibu ke ruang rektor. Yang lain boleh pulang duluan" ucap bu Lisa menunggu di depan pintu kelas.


"Loh kenapa bu? Septian salah apa?" tanya anak-anak kelas serentak.


Tanpa menjawab bu Lisa langsung menatap Septian dengan mata yang memberikan isyarat untuk segera pergi.


Setibanya di ruangan pak Daniel, bu Lisa berkata "kamu masuk ibu gak bisa bantu apa-apa, semoga pak Daniel tidak terlalu menyusahkanmu."


"Tok....tok.....tok"


"Masuk lah" perintah pak Daniel.


"Ada apa bapak memanggil saya?"


"Kamu di skors 3 hari" Ucap pak Daniel.


"Kenapa pak? apa kesalahan saya?"


"Kamu masih bertanya salah kamu apa! Kamu di hari pertama sudah terlambat masuk kampus, dan tadi kamu merusak fasilitas kantin. Apalagi membahayakan nyawa Angela, dan harusnya kamu tahu selain dokter tidak ada yang boleh melakukan hal seperti tadi! meskipun itu pertolongan pertama, tapi itu bisa mengancam nyawa orang lain" cercah pak Daniel sembari menatap tajam dengan nada tinggi kepada Septian.


Septian lalu dengan pergi meninggalkan ruangan itu dengan terlihat cukup santai namun dengan sedikit amarah di hatinya.


"Gue cuma nolongin malah disalahkan, cuma gara-gara ngerusakin meja, sepertinya ada yang gak beras, apalagi tadi gue gak diizinkan ikut ke rumah sakit"


Setibanya di apartemen, setelah membersihkan badan Septian berbaring di tempat tidur dan adiknya pun mengetahui kakaknya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa kak? gimana kuliah hari pertama lancar?"


"Biasa aja"


"tapi kok kenapa mukanya kayak gitu? jangan bilang calon istri kakak beneran jelek ya?"


"Gak lah cantik banget malah, tapi..."


"Tapi kenapa? ngomong aja siapa tahu kenal."


"Kamu gak akan kenal, kakak juga baru lihat."


"kenapa gak mau cerita?"


"Gak ah, kakak mau istirahat. nih gaji pertama kamu" ucap Septian sambil memberikan sebuah kartu ATM.


"Tapi kak, aku kan belum kerja masa sudah di gaji?"


Septian lalu menunjukan sebuah foto seseorang dan berkata, "cari tahu semua info tentang orang ini, tadi kakak ketemu dia di kampus. Sepertinya dia mau membunuh calon istri kakak."


"Dari mana kakak punya foto ini?"


"Kakak dapat dari rumah, pas acara kematian ayah ibu, dia juga ada di sana waktu itu. Kakak sempat curiga, tapi belum ada bukti. yang jelas kakak yakin orang ini pasti ada hubungannya sama pembunuh ayah dan ibu. Di kampus ada orang yang mencoba meracuni Angela, orang ini pelakunya, aku mencium racun yang mirip dengan racun yang dipakai untuk meracuni orang tua kita. Bisa jadi pelaku nya sama"


"calon istri kakak gimana?"


"dia selamat, tapi aku tidak bisa ikut ke rumah sakit. Aku harus menyelidiki orang disitu, apalagi pengawal Angela banyak yang mengontrol pengawalannya. Aku gak terlalu khawatir"


"Syukurlah kalau keadaannya gak parah. Aku akan menyelidiki semua ini dengan cepqt. apalagi ini ada hubungannya dengan ayah dan ibu" ucap Febrian berlalu pergi setelah mengambil foto orang tersebut.


Keesokan harinya di rumah Angela, terlihat ayahnya sedang di teras rumah berbicara dengan beberapa pengawalnya.


"Siapa yang ada di vidio ini?" tanya ayahnya Angela


"Itu teman sekelasnya nona Angela tuan, Dia anak baru di kampus itu?" jawab salah satu pengawal


"Kamu pergi lalu ajak dia ke rumah sekarang juga."


"Baik tuan, permisi" para pengawal itupun, pergi.


-


"Tok....tok...tok"


"Masuk"


"Angela sayang ini ibu buatin sup, ayo makan biar cepet sembuh" ucap ibunya Angela sambil memberikan sup di mangkuk.


"Iya bu,terima kasih" jawab Angela pelan.


"Ayo, ibu suapin aaaaa" sambil mendekatkan sendok ke mulut Angela.


"Dia lebih ganteng kalo di lihat dari deket, gak rugi juga kalo di gaet hehehe" batin Angela sambil senyum-senyum sendiri.


"Hei kenapa malah melamun sambil senyum-senyum? Lagi jatuh cinta yaa?" Pertanyaan ibunya sambil menggoda dan membuyarkan lamunannya.


"Ya sudah lanjutin istirahatnya, ibu keluar dulu nanti kalau ada yang kamu butuhkan panggil ibu aja" ucap ibunya yang langsung mengecup kening Angela dan berlalu keluar.


Di Apartemen.


"Kakak pergi ke mall mau beli beberapa keperluan penyelidikan, kamu jangan telat pulang"


kirim.....


Pesan singkat Septian pada adiknya dan lalu pergi ke sebuah mall. Akan tetapi pas di jalan yang terlampau sepi ia di hadang oleh beberapa orang tak dikenal.


"Itu dia orangnya, aku lihat motornya di kampus gak mungkin salah"


"Berhenti" ucap salah seorang dari mereka.


"Ada apa?"


"Ayo ikut ke tempat bos kami atau kau ku habisi"


"Tidak bisa aku sibuk"


"Sialan, hajar..." Perintah orang tersebut pada temannya dan perkelahian pun terjadi.


"buuuk... buuuk... buuuk..."


Semua orang itu mampu Septian kalahkan dengan sangat mudah, dan sebelum ia pergi ia berkata pada orang itu "Luka kalian tidak akan lama, beberapa hari lagi pasti pulih, ku tunggu balas dendam kalian."


Setelah tiba di mall dan membeli beberapa barang yang ia perlukan untuk penyelidikan adiknya, ia melihat seorang gadis kecil yang sedang memarahi dua pengawalnya dan kemudian menghampirinya.


"Adek kenapa marah sama kakak-kakaknya?" tanya Septian menghentikan gadis itu


"Habis kak Ian sama kak Dani gak bisa ngambilin boneka itu buat Nana" Ucap gadis itu sambil menunjuk kearah mesin capit boneka disana.


"Oh Nana mau itu, ayo kakak ambilin"


"Beneran kak, tapi uang Nana sudah habis"


"Kakak ada uang tenang saja, kakak akan lakukan asalkan Nana senang"


"yeeeee dapet kak makasih" ucap gadis itu merasa senang.


"mau lagi"


"iya kak, ambil satu lagi yang itu. buat kakaknya Nana" Ucap gadis itu sambil menunjuk boneka kelinci.


"Ini ambilah, Nana senang gak?"


"Senang kak, terima kasih kakak ganteng"


"Sama-sama Nana cantik"


"Nama kakak siapa?" tanya gadis itu polos.


"Oh iya kita belum kenalan, nama kakak Septian" Ucapnya sambil melambaikan tangan.


"Nama aku Silvana, panggil saja Nana"


"kakak sudah punya pacar belum?"


"Nana masih kecil kok nanyain pacar?"


"Jawab saja kak, kakak udah punya belum"


"Hmmm... belum"


"Ya sudah, anterin Nana pulang. Nanti di rumah kakak pacaran saja sama kakaknya Nana."


Ucapan polos gadis kecil itupun sontak membuat Septian tersenyum manis.


"Nana masuk ke mobil dulu kakak mau ngobrol sebentar sama ka Ian dan kak Dani"


"Iya Nana tunggu di mobil ya kak"ucap Nana sambil di bukakan pintu oleh supirnya.


"Nih bawakan motor saya, saya ikut di mobil"ucap Septian sembari menyerahkan kunci motornya, lalu masuk menyusul Nana di mobil.


Sedangkan di rumah Angela, ayahnya tengah sibuk memarahi anak buahnya yang gagal membawa Septian.


"Kalian tidak bisa membawa anak itu? dikasih tugas kecil saja, kalian gak bisa" teriak Pak Demian yang membuat Angela dan ibunya beranjak keluar.


"Maaf tuan, anak itu bukan anak sembarangan. Saya membawa 10orang terbaik, tapi dengan mudah dia kalahkan" ucap Kepala pengawal sambil memegang wajahnya yang sudah babak belur.


Next.........